Frensia.id – BRICS dilaporkan berencana untuk menggunakan Bitcoin sebagai pembayaran internasional.
Adapun rencana ini dibentuk sebab organisasi multilateral negara berkembang tersebut ingin mengurangi dominasi dolar Amerika Serikat dalam perdagangan global.
Dikutip dari laman discord resmi Akademi Crypto, BRICS berencana untuk menggunakan mata uang lokal untuk perdagangan sesama anggota.
Namun, opsi Bitcoin sempat menjadi pembicaraan dalam diskusi BRICS 2024 Summit di Rusia.
Opsi ini didukung oleh anggota parlemen Rusia yang telah mengadvokasi penambang Rusia untuk menjual Bitcoinnya.
Negara tersebut juga telah menghapus larangan crypto dan membuka pintu bagi penggunaan aset digital di seluruh perdagangan internasional.
Laporan yang dikeluarkan Bloomberg tersebut mencatat bahwa para penambang ini bisa memfasilitasi cara baru dalam melakukan transaksi internasional, salah satunya menggunakan Bitcoin.
Di satu sisi, Richard Wolff, seorang profesor dan ekonom emiritus AS di University of Massahusetts Amherst berpendapat bahwa dinamika ini semakin memperkuat BRICS dengan momentumnya, sementara AS dengan G7-nya semakin mengalami penurunan.
Termasuk juga BitrRiver Rusia dan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) telah resmi bermitra untuk luncurkan penambangan crypto di seluruh negara BRICS. Hal demkian bertujuan untuk membangun pusat data crypto dan AI di seluruh negara BRICS. (*)