FRENSIA.ID– Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam kancah akademik global dengan menggelar International Conference On Education and Society (ICESY) 2026 di Taiwan. Mengusung tema besar “Interdisciplinary Perspectives for Building Inclusive, Resilient, and Sustainable Global Communities”, konferensi ini menghadirkan seminar dan diskusi ilmiah lintas disiplin yang melibatkan narasumber ahli dari berbagai negara, yakni Taiwan, Inggris (UK), Malaysia, dan India.
Forum ini membahas berbagai isu strategis yang mencakup bidang pendidikan, sosial, teknologi, hingga kesejahteraan masyarakat. Acara bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Bapak Arif Sulistiyo, yang menandai forum ini sebagai langkah strategis dalam penguatan kolaborasi akademik internasional antara Indonesia dan Taiwan.
Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring melalui Zoom, Rektor UNIKHAMS Jember, H. Ahmad Hanisy., menegaskan pentingnya konferensi ini bagi institusi dan masyarakat luas.
“ICESY 2026 merupakan forum penting untuk memperkuat jejaring global, mendorong kolaborasi riset internasional, serta menghasilkan gagasan solutif dalam menghadapi tantangan masyarakat global yang semakin kompleks,” ujar Dr. H. Ahmad Hanisy dalam pidato pembukaannya, 11/01.
Semangat kolaborasi ini juga terlihat dari antusiasme peserta yang tinggi. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pada tanggal 11 Januari 2026, KDEI Taipei turut memfasilitasi webinar bertajuk “Pengalaman Mahasiswa Muslimah dalam Implementasi Ibadah di Taiwan”. Webinar ini dilaksanakan secara hibrida dan diikuti oleh sekitar 80 peserta luring yang mayoritas merupakan mahasiswa muslimah Indonesia di Taiwan, serta disaksikan oleh sekitar 145 peserta daring yang berasal dari tujuh negara, yaitu Yaman, Pakistan, Nigeria, Tiongkok, Malaysia, Mesir, dan Indonesia.
Para pembicara dalam kegiatan tersebut berasal dari institusi ternama, antara lain UTM Malaysia, Nottingham University UK, National Chengchi University (NCCU) Taiwan, serta perwakilan dari Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Terkait kesuksesan acara ini, Dr. Finadatul Wahidah, selaku Ketua Panitia ICESY menyampaikan harapannya agar kegiatan ini berdampak luas.
“Melalui penyelenggaraan ICESY 2026, UNIKHAMS Jember bersama KDEI Taipei dan Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan (FORMMIT) berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan peran perguruan tinggi Indonesia di kancah global serta mendorong terwujudnya masyarakat internasional yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala KDEI Taipei dalam sambutannya turut memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya rangkaian kegiatan ini serta menegaskan komitmen KDEI Taipei untuk terus mendukung kebutuhan Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Taiwan.
Puncak kegiatan akademik berlanjut pada tanggal 12 Januari 2026, di mana konferensi internasional ICESY 2026 berlangsung dengan diikuti oleh sekitar 112 peserta yang terbagi ke dalam enam ruang presentasi (breakout rooms).
Selain sesi diskusi ilmiah, rangkaian ICESY 2026 juga diwarnai dengan momen penting berupa penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan MoU ini dilakukan UNIKHAMS dengan Universitas Savitribai Phule Pune India dan FORMMIT, yang diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi lintas negara. Kerjasama ini rencananya juga akan ditindaklanjuti dengan MoU bersama KDEI Taiwan guna memastikan keberlanjutan program-program strategis yang telah dilaksanakan.







