Frensia.id – Jember merupakan daerah dengan banyak tempat wisata alam yang menarik. Tempat wisata alam di Jember sangat beragam, mulai dari pantai, perkebunan, perbukitan, pegunungan, hingga air terjun. Salah satu wisata yang sering disebut dengan surga tersembunyi di Jember ialah Pantai Bandealit. Namun, karena tempatnya yang terpencil banyak orang yang akan berkunjung berpikir dua kali untuk mengunjunginya.
Pantai Bandealit terletak di Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo yang berjarak 64 Kilometer dari pusat kota Jember. Pantai ini berada dalam kawasan hutan lindung, Taman Nasional Meru Betiri. Berikut frensia.id rangkum kondisi terkini Pantai Bandealit dari berbagai sumber.
Pada pertengahan November tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Jember telah melakukan pengaspalan pada akses jalan setelah pintu masuk kawasan Wisata Pantai Bandealit. Berdasarkan video beberapa Youtuber yang telah berkunjung kesana, pengaspalan telah dilakukan sepanjang satu kilometer dari 13-14 Kilometer yang direncanakan. Sisanya jalan terjal berkerikil. Tapi jangan khawatir sobat Frens awal 2024 pengaspalan akan kembali dilanjutkan oleh Pemerintah. Segerakan atur jadwal untuk berwisata ke surga tersembunyi di Jember ini.
Tetapi, terjalnya jalan yang dilalui akan terbayarkan dengan suguhan pemandangan yang sangat indah dan memukau, rusa, lutung dan bunga bangkai Raflesia. Selain itu, sobat Frens jika bertemu dengan warga sekitar yang berlalu lalang, mereka akan menyapa dengan ramah.
Pantai Bandealit merupakan teluk dengan pantai landai sepanjang 3 kilometer. Ombak dan kecepatan angin pantai ini tak terlalu tinggi. Sehingga membuat siapapun yang berkunjung betah untuk berlama-lama, ditambah lagi dengan kondisi pantai yang masih sangat bersih dari sampah.
Selain itu, terdapat juga tempat camping sehingga sangat cocok bagi Anda yang ingin menikmati camping sambil memandangi langit berbintang di malam hari. Selain pantainya yang indah, terdapat gua tersembunyi yang oleh masyarakat sekitar disebut gua Jepang. Masyarakat meyakini gua yang berada di ketinggian sekitar 200 meter ini merupakan tempat persembunyian tentara Jepang pada masa Perang Dunia II. Sebuah piramida kecil dari batu kasar mirip benteng di depan gua menegaskan cerita lokal ini.
Ada juga Teluk Meru yang biasanya digunakan untuk memancing dan mengamati burung serta merupakan tempat yang bagus untuk berburu sunset (matahari terbenam).