Heboh, Dugaan Plagiat Prof Kumba. Berikut Penjelasan Peneliti Tentang Faktor Penyebab Plagiarisme!

Tuesday, 23 April 2024 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Heboh Plagiat Prof Kumba (Sumber Backgrond: Freepik)

Ilustrasi, Heboh Plagiat Prof Kumba (Sumber Backgrond: Freepik)

Frensia.id- Beberapa hari terakhir, heboh dugaan adanya aksi plagiasi yang dilakukan oleh Prof Kumba Digdowiseiso. Sang guru besar, asal Universitas Nasional (UNAS) Jakarta ini tiba-tiba tenar karena berita tentang tindakan plagiasinya diangkat oleh media besar, seperti tempo, tribun dan lain-lain.

Kabar terbarunya, ia memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAS. Alasanya, sebagai bentuk tanggung jawab akademisnya.

Terlepas dari apapun alasannya, sebenarnya aksi-aksi plagiasi memang marak terjadi di beberapa kampus di Indonesia. Karena itu, penting untuk membaca faktor apa saja yang menjadi penyebab terjadi tindakan plagiasi di perguruan tinggi?

Untuk menjawab pertanyaan mendasar ini, ada beberapa penelitian yang dapat dijadikan rujukan. Salah satu diantaranya adalah karya Raj Kishor Kampa, Dhirendra Kumar Padhan, Nalini Karna dan Jayaram Gouda.

Mereka menulis riset berjudul, “Identifying the factors influencing plagiarism in higher education: An evidence-based review of the literature“. Terbit di Accountability in Research pada tahun 2024.

Baca Juga :  Pengukuhan Guru Besar Prof Hamdanah Soroti Urgensi Kelembagaan Pendidikan Islam Berkeadilan Gender

Penelitian mereka bertujuan untuk mendalami motivasi di balik perilaku plagiarisme. Kajianya dilakukan pada sejumlah literatur akademik.

Ada sebanyak 166 artikel yang diambil dari database Scopus. Semua literatur yang dikumpulkan tersebut mengungkap alasan umum terjadinya kecurangan akademik di kalangan mahasiswa dan peneliti di berbagai disiplin ilmu di perguruan tinggi.

Melalui telaah literatur yang komprehensif, terungkap bahwa sebanyak 19 penelitian khusus dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong perilaku plagiarisme. Ada sejumlah faktor yang berusaha digali secara kuantitatif.

Setidaknya ditemukan 4 hal yang dianalisi yakni masalah jadwal yang padat, beban tugas yang berat, dan kemalasan, ketersediaan mudah terhadap sumber daya elektronikn kurangnya pemahaman tentang cara menulis serta rendahnya sanksi yang diterapkan terhadap pelanggaran akademik.

Hasil gabungan dari empat penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang paling signifikan adalah sebagaimana berikut ini;

Baca Juga :  BEM PTMAI Zona V Geruduk DPRD Jatim, Sampaikan Kritik Isu Tambang hingga MBG

Mudahnya Akses Sumber Elektronik

Mereka menilai perkembangan akses literatur atau informasi teknologi mendorong para pelaku untuk mencontek karya yang telah ada. Dalam risetnya, faktor ini memiliki nilai Mean = 3.6 dengan  deviasa standar 0.81.

Ketidaksadaran Aturan

Aturan tentang larangan plagiasi tentu telah jelas. Perilaku melanggar hak karya akademik.

Ketidak sadaran akan aturan tersebut diklaim juga menjadi faktor kuat tindakan plagialisme. Dalam riset mereka disebutkan memiliki nilai rata-rata 3.0 dengan deviasi standar 0.89. Jadi sangat signifikan.

Sibuk dan Malas

Faktor terkahir yang teridentifikasi adalah kesibukan dan kemalasan. Nilai mean 2.89, deviaasi standar 1.0. Artinya, faktor ini adalah pendorong utama tindakan plagiarisme.

Temuan mereka ini memberikan wawasan yang berharga dalam pengembangan intervensi dan kebijakan anti-plagiarisme yang efektif bagi institusi akademik.

Diharapkan para administrator pendidikan pembuat kebijakan mampu untuk mendeteksi serta mencegah perilaku tidak jujur dalam lingkungan akademik.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama
Festival Budaya dan Pameran UMKM Bakal Digelar di Banyuwangi
Satgas MBG Jember Sidak SPPG Jatiagung Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan
Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Arahkan Mahasiswa Manfaatkan Media Sosial untuk Berkarya
Prof Busriyanti Usul Ada Percepatan Karier Guru Besar Perempuan di UIN KHAS Jember
28 Siswa MI di Jember Keracunan Makanan Gratis, Susu Kedelai Diduga Jadi Pemicu
Puluhan Siswa MI di Jember Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis
Kasus 2 WNA Rusia Pemakai Ganja di Pantai Plengkung Banyuwangi Dilimpahkan ke Kejaksaan

Baca Lainnya

Sunday, 27 September 2026 - 12:20 WIB

Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama

Friday, 25 September 2026 - 14:12 WIB

Festival Budaya dan Pameran UMKM Bakal Digelar di Banyuwangi

Thursday, 24 September 2026 - 15:32 WIB

Satgas MBG Jember Sidak SPPG Jatiagung Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan

Thursday, 24 September 2026 - 10:03 WIB

Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Arahkan Mahasiswa Manfaatkan Media Sosial untuk Berkarya

Wednesday, 23 September 2026 - 10:22 WIB

Prof Busriyanti Usul Ada Percepatan Karier Guru Besar Perempuan di UIN KHAS Jember

TERBARU

Gambar Polisi Gerebek diduga Tempat Sabung Ayam di Muncar, 31 Motor Diamankan (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Polisi Gerebek diduga Tempat Sabung Ayam di Muncar, 31 Motor Diamankan

Wednesday, 30 Sep 2026 - 22:31 WIB

Gambar Anggota DPRD Banyuwangi Diduga Terciduk Nyabu, Begini Penjelasan BK (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Anggota DPRD Banyuwangi Diduga Terciduk Nyabu, Begini Penjelasan BK

Wednesday, 30 Sep 2026 - 22:27 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading