Heroisme Perempuan Pasca Perceraian

Sunday, 12 May 2024 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Menikah, kekal dan bahagia adalah tiga entitas yang melekat dalam pernikahan. Siapapun orangnya pasti mendambakan pernikahan yang langgeng dan penuh kebahagiaan. Itu tergambar pada pasal 1 UU perkawinan.

Namun, penceraian yang diyakini sebagai suatu yang harus dinegasikan dalam kehidupan tidak selamanya relevan. Terdapat kalangan perempuan menganggap justru dengan langkah penceraian ia mendapatkan kebahagian.

Faktanya Pengadilan Agama Jember sejak 2020 hingga 2022 angka perceraiannya masih didominasi gugat cerai. Misalnya Tahun 2022 cerai gugat mencapai 4568, sementara cerai Talak 1489 perkara

Setidaknya ada dua hal pertimbangan bagi perempuan pasca bercerai yakni aspek ekonomi dan pengasuhan anak. Setelah bercerai pada dua aspek tersebut tidak selamanya menjadi persoalan yang ditakutkan.

Perihal ekonomi memang menjadi kendala yang signifikan dalam rumah tangga. Untuk itu perempuan sebagai orang tua tunggal usai bercerai mempunyai strategi untuk bisa memenuhi kebutuhan ekonominya dengan baik.

Baca Juga :  BEM POLWANGI Gelar Nobar dan Diskusi Film Dokumenter "Makin Ditekan Makin Melawan"

Perempuan single parent akan berusaha memenuhi kebutuhan ekonomi dengan baik demi mendapatkan kehidupan yang lebih. Perempuan pasca bercerai merasa dirinya sedang menjalankan peran baru yang baru saja ia ciptakan sendiri.

Artinya ia mungkin saja merasa lebih baik dengan peran baru ini daripada ketika ia masih menjadi istri. Masalah yang dihadapi pasca cerai seperti persoalan ekonomi bukanlah hal yang ditakutkan, justru tanpa perkawinan mereka lebih bebas dan mandiri dalam hal ekonomi.

Dalam temuan penulis ketika bertemu dengan pihak di Posbakum PA Jember yang hendak bercerai nyaris semua perempuan tersebut sudah mempertimbangkan kehidupan ekonominya. Usaha yang mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya adalah dengan bekerja keras agar kebutuhan sehari-harinya dapat tercover dengan baik.

Usaha yang dilakukan meraka dalam memenuhi kebutuhan ekonominya seperti membuka usaha kecil-kecilan. Membuka usaha merupakan cara sederhana untuk mendapatkan penghasilan bagi perempuan kepala rumah tangga.

Baca Juga :  Gapasdap Dorong Perluasan Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang, Siap Sinergi Talangi Anggaran Pengembangannya

Dalam beberapa penelitian seperti Anita Florencya, Tubagus Hasanuddin dalam Pola Adaptasi dan Kemandirian Perempuan Kepala Keluarga Pasca Perceraian (2021) disebutkan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, mereka mencoba membuka usaha kecil-kecilan seperti membuka warung makan prasmanan, membuka warung sembako dan jajanan dan juga membuka warung sayur-sayuran.

Selaian itu, aktivitas lain yang dilakukan adalah bekerja sebagai buruh. Buruh dalam penelitian tersebut terbagi menjadi dua jenis. Ada yang menjadi buruh pabrik dan buruh cuci dari rumah ke rumah (asisten rumah tangga).

Narasi tersebut menunjukkan perempuan pasca penceraian telah memposisikan dirinya sebagai sosok pahlawan (heroisme) untuk dirinya dan anaknya. Dengan strategi dan upaya yang dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan upaya mengasuh anak agar memiliki optimisme kehidupan. (*)

*Moh. Wasik (Anggota LKBHI UIN KHAS Jember)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Guncang Banyuwangi, Slank dan HS Buktikan Musik Mampu Jadi Motor Gerak Ekonomi Akar Rumput
Satreskim Polresta Banyuwangi Bongkar Bisnis Solar Subsidi Ilegal
Hari Sumpah Pemuda 2026, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Aksi Resik Kali Sungai Kalimati Muncar
Latma Garuda Shakti 2026 Dimulai, Prajurit Indonesia-India Asah Kemampuan Tempur di Banyuwangi
Peduli! NU Care-LAZISNU PCNU Bondowoso Salurkan Bantuan Pada Korban Gempa Bumi NTT
PAN Banyuwangi Gelar Rakerda 1 dan Pelantikan DPC, Siap Mengusung Kader Sendiri
Unik! Wakil Sekretaris PCNU Situbondo Peringati HSN Dengan Panjat Tiang Bendera
Truk Bermuatan Karton Tabrak Scoopy di Wongsorejo Banyuwangi, Pemotor Meninggal

Baca Lainnya

Sunday, 1 November 2026 - 16:14 WIB

Guncang Banyuwangi, Slank dan HS Buktikan Musik Mampu Jadi Motor Gerak Ekonomi Akar Rumput

Thursday, 29 October 2026 - 21:40 WIB

Satreskim Polresta Banyuwangi Bongkar Bisnis Solar Subsidi Ilegal

Wednesday, 28 October 2026 - 19:44 WIB

Hari Sumpah Pemuda 2026, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Aksi Resik Kali Sungai Kalimati Muncar

Wednesday, 28 October 2026 - 19:40 WIB

Latma Garuda Shakti 2026 Dimulai, Prajurit Indonesia-India Asah Kemampuan Tempur di Banyuwangi

Sunday, 25 October 2026 - 11:51 WIB

Peduli! NU Care-LAZISNU PCNU Bondowoso Salurkan Bantuan Pada Korban Gempa Bumi NTT

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading