KL Nature Park, Hasil Istimewa Kolaborasi Polije Dengan Desa Kemuning Lor Jember

Friday, 12 July 2024 - 03:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar KL Nature Park, Hasil Istimewa Kolaborasi Polije Dengan Desa Kemuning Lor Jember (Sumber: Istimewa)

Gambar KL Nature Park, Hasil Istimewa Kolaborasi Polije Dengan Desa Kemuning Lor Jember (Sumber: Istimewa)

Frensia.id- KL Nature Park, adalah hasil kolaborasi Politeknik Jember (Polije) dengan desa Kemuning Lor berhasil dalam menguatkan wisata lokal. Kerjasama tersebut terbukti dapat menguatkan seluruh potensi wisata yang ada di desa tersebut.

Polije memiliki perhatian besar pada perkembangan wisata desa. Utamanya pasca pandemi kemarin, sejumlah akademisinya berinisiatif untuk menjalin kerjasama dengan salah satu desa di Kabupaten Jember.

Desa yang dipilihnya adalah Kemuning Lor. Desa ini disebutkan memiliki nilai 228 dalam data 8 kriteria wisata di Kemenkref.  

Polije akhirnya menggelar kerjasama untuk mengembangkan potensi desa ini dengan konsep Natural Study Life Balance. Beberapa tim akademisi yang diturunkan untuk melakukan pelaksanaan kerja pengembangannya adalah Mushthofa Kamal, Retno Sari Mahanani, Bagus P. Yudhia Kurnia, Budi Hariono, Rosa TriHertamawati, Ida Adha Anrosana P, Khafidurrohman Agustianto, Syamsiar Kautsar dan Andarula Galushasti2.

Kerjasama dilaksanakan dengan pembagian job pengembangan yang mutual antara Polije dan pemerintah desa Kemuni Lor. Target mereka adalah mengembangkan wahana wisata yang mereka sebut sebagai KL Natura Park.

Pada laporan penelitian yang telah diterbitkan dalam J-Dinamika tahun ini, 2024, dilaporkan bahwa malai 2022 hingga 2023, pihak desa bersedia melengkapi fasilitas rekreasi. Beberapa yang dibangun adalah Pujasera indoor dan outdoor, dan juga wahana ATV serta flying fox.

Baca Juga :  Demi Literasi Kelompok Perempuan! Fatayat NU Jember Kuatkan Publikasi Digital

Sementara itu, adapun Tim Pelaksana Polije kebagian melakukan proses pelatihan pengelolaan desa wisata dan penggunaan teknologi informasi. Mereka merancang konsep dan menjamin penguatan SDM wisatanya.

Proses kolaborasi untuk mengembangkan KL Natura Park, tercatat dilakukan dengan kegiatan-kegiatan  penting. Sebagaimana dilansir dalam laporannya, diringkas oleh Frensia.id berikut ini;

  • Pengembangan Fasilitas Rekreasi: Melengkapi fasilitas rekreasi dengan membangun pujasera indoor dan outdoor, wahana ATV, dan flying fox.
  • Pelatihan dan Penggunaan Teknologi Informasi: Tim Polije memberikan pelatihan mengenai pengelolaan desa wisata dan penggunaan teknologi informasi kepada masyarakat desa.
  • Kolaborasi Multistakeholder: Melibatkan Pemerintah Desa, Pokdarwis, pelaku UMKM, Karang Taruna, PKK, serta mahasiswa dalam pengembangan desa wisata.
  • MoU dan Program MBKM: Kerjasama antara Polije dan Desa Kemuning Lor melalui MoU untuk menjadikan KL Nature Park sebagai sarana belajar bagi mahasiswa Polije.
  • Integrasi Konsep Natural Study Life Balance: Mengembangkan produk-produk daya tarik wisata dengan konsep yang terintegrasi untuk keseimbangan studi dan kehidupan alami.
Baca Juga :  Langkah Kolaborasi Indonesia Gandeng BRI Hidupkan Semangat Membaca di Maluku Tengah

Beberapa kegiatan ini tampak memberikan hasil yang nyata. Hal paling konkret adalah menjadikan KL Nature Park agar tidak hanya jadi wahana rekreasi. Keberadaannya bisa juga dipakai sebagai sarana belajar bagi mahasiswa Polije.

Dalam laporannya mereka, juga dijelaskan bahwa taman yang telah ada tersebut sering dijadikan kegiatan perkuliahan, praktikum, dan studi independen dan semacamnya. Tentu semua itu didasarkan pada Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Langkah Kolaborasi Indonesia Gandeng BRI Hidupkan Semangat Membaca di Maluku Tengah
Inovasi Cold Storage Berbasis Gas Etilen dari Petani Milenial Lumajang Warnai Lomba Hortikultura Jawa Timur 2025
Mars Attacks: Film yang Bercerita tentang Penyelamatan Bumi Berkat Sound Horeg
Wamen Pariwisata Sebut JFC Merupakan Panggung Carnaval Dunia
Bucin Wajib Baca!! Malam-Malam Putih Novel Legendaris Abad 19 Karya Dostoevsky, Membongkar Egoisme Perempuan
Mitos Sisifus Karya Albert Camus, Esai Filsafat Berpengaruh yang Kurang Populer di Tengah Masyarakat Modern
Panduan Membaca Karya Albert Camus
Mandi Pagi di Pantai: Kebiasaan Menyehatkan yang Didukung Ilmiah

Baca Lainnya

Saturday, 22 November 2025 - 17:06 WIB

Langkah Kolaborasi Indonesia Gandeng BRI Hidupkan Semangat Membaca di Maluku Tengah

Monday, 20 October 2025 - 19:15 WIB

Inovasi Cold Storage Berbasis Gas Etilen dari Petani Milenial Lumajang Warnai Lomba Hortikultura Jawa Timur 2025

Monday, 22 September 2025 - 15:26 WIB

Mars Attacks: Film yang Bercerita tentang Penyelamatan Bumi Berkat Sound Horeg

Sunday, 10 August 2025 - 20:13 WIB

Wamen Pariwisata Sebut JFC Merupakan Panggung Carnaval Dunia

Tuesday, 5 August 2025 - 14:24 WIB

Bucin Wajib Baca!! Malam-Malam Putih Novel Legendaris Abad 19 Karya Dostoevsky, Membongkar Egoisme Perempuan

TERBARU

Hari Guru, Untuk Siapa? (Sumber: Pixabay)

Kolomiah

Hari Guru, Untuk Siapa?

Tuesday, 25 Nov 2025 - 18:53 WIB

Bupati Jember saat menemui para siswa di Kencong (Foto: Frensia/Sigit)

Economia

Bupati Fawait Ajak Siswa Kencong Cegah Pernikahan Dini

Saturday, 22 Nov 2025 - 17:19 WIB