Frensia.id – Ada yang istimewa dalam konser Iwan Fals di Lapangan Secaba Rindam/Brawijaya, Jember, tadi malam. Selain sukses menghidupkan nostalgia para penggemarnya dengan lagu-lagu legendaris, Iwan Fals membuat kejutan dengan menyebut salah satu kuliner legendaris Jember, Warung Pak Edi.
Warung sederhana yang telah ada sejak 1996 ini terkenal di kalangan mahasiswa Jember karena menyajikan makanan lezat dengan harga terjangkau. Berlokasi di gang sempit di Jalan Semeru, Sumbersari, Warung Pak Edi menjadi tempat favorit dengan menu nasi bungkus mulai Rp 5 ribu untuk porsi biasa hingga Rp 7 ribu untuk porsi jumbo.
Tak hanya harganya yang murah, cita rasa khas yang disajikan, seperti lalapan telur tepung, lalapan tongkol, serta aneka gorengan seperti tempe dan dadar jagung, membuat tempat ini selalu ramai dikunjungi.
Makanan khas Warung Pak Edi yang paling populer adalah sayur daun pepaya, yang memadukan rasa pahit, gurih, dan asin, disempurnakan dengan sambal yang diolah menggunakan cobek besar. Meski warung ini terletak di lokasi yang tidak strategis—berdekatan dengan kandang ayam dan berada di gang sempit—kehadirannya tetap menjadi ikon kuliner Jember.
Kelegendarisan Warung Pak Edi ini ternyata sampai ke telinga Iwan Fals. Dalam konsernya yang bertajuk “Gaung Merah SeGALAnya, Kualitas Menyala dari Masa-Masa”, Iwan menyempatkan diri bercanda dan mengapresiasi warung tersebut, 30/11/2024.
“Saya mau ngomong pakai bahasa Jember, tapi susah ya. Belajar-belajar gitu, campuran Jawa sama Madura,” ucapnya, diiringi gelak tawa penonton. Ia bahkan menanyakan kepada para penggemarnya, “Udah makan belum? Bahasa Jember ngomongnya gimana sih?”
Yang mengejutkan, Iwan kemudian menyebut Warung Pak Edi sebagai contoh kuliner sederhana tapi memuaskan.
“Ngomongin Warung Pak Edi ya, wah mantap ya. Lima ribu aja udah kenyang. Padahal pemerintah ngasih sepuluh ribu,” ujarnya, menyisipkan candaan khasnya yang langsung disambut riuh tawa dan tepuk tangan.
Pernyataan tersebut membuat suasana konser semakin hangat. Tidak hanya penampilan musikalnya yang memukau, tetapi interaksi spontan Iwan dengan penonton juga meninggalkan kesan mendalam.
Banyak penggemar merasa kagum dengan perhatian sang musisi terhadap kuliner lokal, yang menunjukkan bagaimana ia benar-benar menghargai budaya dan keunikan daerah yang ia kunjungi.
Bagi masyarakat Jember, momen ini menjadi kebanggaan tersendiri. Keberadaan Warung Pak Edi yang telah melayani generasi demi generasi dengan makanan murah berkualitas kini mendapatkan pengakuan dari seorang legenda musik Indonesia.
Tidak sedikit penggemar yang setelah konser langsung berbagi cerita di media sosial, memposting foto Warung Pak Edi, dan mengungkapkan rasa bangga mereka.
Konser Iwan Fals di Jember tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga menjadi momen perayaan budaya lokal. Di tengah kemegahan acara, sang musisi mengingatkan kembali nilai sederhana dari sebuah tempat makan kecil yang memiliki arti besar bagi banyak orang.
Warung Pak Edi kini bukan hanya menjadi cerita lokal, tetapi juga bagian dari cerita yang dibawa oleh seorang Iwan Fals ke panggung nasional.
Dengan cara khasnya, Iwan Fals sekali lagi membuktikan bahwa ia tidak hanya seorang musisi, tetapi juga seorang penghubung budaya yang mampu mengangkat cerita kecil menjadi inspirasi besar. Warung Pak Edi pun semakin mengukuhkan posisinya sebagai ikon Jember yang layak untuk terus dilestarikan.