Frensia.id — Sabtu malam, 30/11/2024, menjadi malam yang tak terlupakan bagi ribuan penggemar Iwan Fals di Jember. Lapangan Secaba Rindam/Brawijaya menjadi saksi dari konser gratis yang digelar oleh Gaung Merah.
Dengan tajuk “Gaung Merah SeGALAnya, Kualitas Menyala dari Masa-Masa,” konser ini berhasil menghidupkan kembali nostalgia sekaligus menyuntikkan semangat baru kepada para fans musisi legendaris ini.
Sejak sore hari, ribuan orang yang tergabung dalam komunitas Orang Indonesia (OI) dan Komunitas Penggemar Iwan Fals (KOPI) mulai memadati lokasi. Gerbang rencana awal dibuka sejak pukul 15.00 WIB, dan para penonton bersabar menanti hingga konser dijadwalkan dimulai pada pukul 18.00 WIB. Namun, hujan deras yang mengguyur kota Jember sempat mengancam kemeriahan malam itu.
Setelah hujan mulai reda menjelang pukul 20.00 WIB, para penonton kembali memenuhi lapangan dengan semangat yang tidak surut sedikit pun. Begitu Iwan Fals menaiki panggung, sorakan antusias menggema di seluruh penjuru lapangan.
Para penggemar yang telah lama menanti kesempatan ini larut dalam euforia, menyanyikan lagu-lagu yang telah menjadi bagian dari hidup mereka.
Konser dimulai dengan lagu-lagu hits yang sudah dikenal luas, diiringi tepuk tangan dan nyanyian serempak dari para penonton. Setiap lirik yang dilantunkan Iwan Fals terasa begitu dekat di hati, mencerminkan berbagai perjuangan, cinta, dan harapan masyarakat.
Salah satu momen paling emosional terjadi ketika ia membawakan lagu “Bento,” di mana ribuan suara bergemuruh bersama, menyuarakan semangat perlawanan terhadap ketidakadilan sosial.
M. Azwar Anas, seorang mantan Ketua Mata Dewa Jember yang hadir malam itu, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya.
“Akhirnya, setelah bertahun-tahun menunggu, rindu kami terobati. Jember jadi titik terakhir, pertemuan kerinduan ini terpuaskan,” ujarnya kepada Frensia.id.
Anas juga menyoroti pesan-pesan moral yang disampaikan Iwan Fals selama konser, terutama tentang pentingnya menjaga lingkungan. Salah satu pesan yang paling diingatnya adalah ajakan untuk menanam pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi mendatang.
“Babe bilang, ‘Tanam pohon! Di bawah pohon, anak cucu kita nanti bisa belajar, bercerita, dan menenangkan pikiran.’ Pesan itu sangat menyentuh hati saya,” tambah Anas.
Konser ditutup dengan penampilan penuh energi saat lagu “Kuda Lumping” berkumandang. Lagu ini menjadi penutup sempurna, menggambarkan semangat perlawanan sekaligus kekayaan budaya yang selalu menjadi ciri khas Iwan Fals.
Para penonton pulang dengan senyum puas, membawa pulang kenangan manis dan pesan bermakna dari idolanya.
Malam itu, hujan bukanlah penghalang. Sebaliknya, ia menjadi pembuka momen indah yang tak terlupakan. Iwan Fals berhasil menghadirkan konser yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan kesan mendalam yang akan selalu diingat oleh warga Jember dan para penggemarnya.