Kuliah Di Perguruan Tinggi Tapi Tidak Membaca dan Menulis, Rugi Dong

Tuesday, 20 February 2024 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Tidak berlebihan jika kita mengatakan kampus adalah tempat kaum intelektual dan mencerdaskan. Atas penyematan par excellence tersebut –mahasiswa– yang sedang kuliah di perguruan tinggi  harus terus mengasah. 

Najwa Shihab pernah mengingatkan tentang hal tersebut, menurutnya ingatlah kehidupan kampus dengan teru mengasah. Jangan habiskan waktumu untuk berkeluh kesah. 

Kuliah di perguruan tinggi — di kampus Indonesia– manapun sebagai mahasiswa setidaknya ada dua kewajiban yakni membaca dan menulis.

Sayangnya kita  masih disuguhkan dengan temuan bahwa minat baca Indonesia masih sangat rendah UNESCO dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) mendapati, indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya di angka 0,001 persen, artinya dari 1000 orang hanya ada 1 orang gemar membaca. Miris bukan. 

Prof. M. Nursalim, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyebut, angka tersebut bersifat general, tetapi minat baca yang rendah juga terjadi dikalangan mahasiswa.

Baca Juga :  Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi

Sungguh aneh namun ini nyata. Jika dunia kampus yang dikenal sebagai sarang kaum intelektual namun mahasiswanya tidak membaca, bagaimana intelektualitas tercipta? bukankah utopia.

Intelektualitas tercipta jika ada dialektika, ada aksi dan reaksi. Dialektika akan tercipta jika mahasiswa cukup membaca, bagaimana mahasiswa peka, kritis dan reaksi terhadap kebijakan kampus, kebijakan negara jika ia tidak membaca. Ia akan hanya ikut arus. Ya rugi dong.

Salah satu wujud reaksi atas kebijakan kampus misalnya ya salah satu reaksi yang memberikan efek adalah tulisan. Tulisan yang tajam, kritis, analitis tentu adalah reaksi yang paling ditakutkan. Itu hanya tercipta dengan banyak membaca. 

Lalu apakah menulis hanya untuk itu? tentu tidak. Menulis yang tajam, analitik, kritis butuh proses panjang. Artinya sebagai mahasiswa tidak harus menunggu tulisan bagus untuk menulis namun menulislah untuk menggapai tulisan bagus. 

Baca Juga :  Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas

Dimulai dari hal kecil, membaca dari membaca itu akan tersusun gugusan ide, gugusan ide itulah ditulis. Hari ini bisa diunggah di platform fb, ig, atau media kampus dan sebagainnya. Jika membaca namun gugusan ide itu tidak ditulis, ya rugi dong. Tulislah semampunya.

Disinilah Kampus sebagai sarana intelektual perlu mengkampanyekan membaca dan menulis. Tulisan “dilarang bonceng tiga” atau “dilarang pacaran” atau “harus berpakain rapi” di plang kampus mestinya diganti “sudahkah anda membaca” atua “sudahkah anda kritis” “sudahkah anda menulis”. Jika itu dijumpai di kampus maka mahasiswa akan merasa ditantang kritis. Keren bukan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

UIN KHAS Jember Borong 7 Medali di Ajang PORSI JAWARA II 2026
UIN KHAS Jember Kirim Surat Keberatan dan Dugaan Kecurangan Panitia PORSI JAWARA II 2026
Penanggung Jawab UIN KHAS Jember Minta Lomba LKTI Diulang, Pengumuman Pemenang Catut Logo Kampus
4 Guru Besar UIN KHAS Resmi Ambil Berkas Pendaftaran Bakal Calon Rektor, 1 Masuk Pendaftar
Kapolda Jatim Pimpin Aksi Tanam Pohon dan Bersih-bersih Pantai di Banyuwangi
Peringati Maulid Nabi & HUT RI ke-80, SDN Patemon 02 Gelar Pawai Parade Ancak
Xenia Terguling di Ladang Cabai Usai Hantam Drainase di Kalibaru Banyuwangi
BEM PTMAI Zona V Geruduk DPRD Jatim, Sampaikan Kritik Isu Tambang hingga MBG

Baca Lainnya

Saturday, 12 September 2026 - 21:12 WIB

UIN KHAS Jember Borong 7 Medali di Ajang PORSI JAWARA II 2026

Saturday, 12 September 2026 - 14:18 WIB

Penanggung Jawab UIN KHAS Jember Minta Lomba LKTI Diulang, Pengumuman Pemenang Catut Logo Kampus

Friday, 11 September 2026 - 17:10 WIB

4 Guru Besar UIN KHAS Resmi Ambil Berkas Pendaftaran Bakal Calon Rektor, 1 Masuk Pendaftar

Thursday, 10 September 2026 - 23:14 WIB

Kapolda Jatim Pimpin Aksi Tanam Pohon dan Bersih-bersih Pantai di Banyuwangi

Wednesday, 9 September 2026 - 22:00 WIB

Peringati Maulid Nabi & HUT RI ke-80, SDN Patemon 02 Gelar Pawai Parade Ancak

TERBARU

Gambar Enam Nelayan Selamat Setelah Kapal Tenggelam di Perairan Bomo (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Enam Nelayan Selamat Setelah Kapal Tenggelam di Perairan Bomo

Sunday, 13 Sep 2026 - 08:30 WIB

Kontingen UIN KHAS Jember, bersama peserta pemenang Juara 1 Lomba Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) di PORSI JAWARA II 2026 (Foto: Humas UIN KHAS).

Educatia

UIN KHAS Jember Borong 7 Medali di Ajang PORSI JAWARA II 2026

Saturday, 12 Sep 2026 - 21:12 WIB

Kepala Satgas MBG sekaligus Penjabat (Pj) Sekda Jember, Achmad Fauzi (tengah) (Foto: Sigit/Frensia).

News

Sebanyak 46 Dapur SPPG di Jember Diberhentikan Sementara

Saturday, 12 Sep 2026 - 19:09 WIB

Puluhan sound horeg saat memadati kawasan lokasi wisata Dira Kafe, Kecamatan Kencong, Jember. (Foto: Istimewa).

News

Puluhan Sound Horeg Beraksi di Lokasi Wisata Dira Kafe

Saturday, 12 Sep 2026 - 17:44 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading