Model Kurikulum Murray Print: Solusi Menggapai Pendidikan Progresif

Saturday, 5 April 2025 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Model Kurikulum Murray Print: Solusi Menggapai Pendidikan Progresif (Sumber: Grafis Frensia)

Gambar Model Kurikulum Murray Print: Solusi Menggapai Pendidikan Progresif (Sumber: Grafis Frensia)

Oleh: Ghanis Putra Widhanarto*

Frensia.id- Pendidikan selalu menjadi jantung peradaban. Dari generasi ke generasi, kita terus berupaya menciptakan sistem pembelajaran yang mampu membekali peserta didik dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan.

Namun, apakah kurikulum yang kita gunakan saat ini benar-benar menjawab kebutuhan zaman? Apakah ia cukup fleksibel untuk mengikuti perubahan sosial, teknologi, dan ekonomi yang bergerak begitu cepat?

Di Indonesia, tantangan pendidikan begitu kompleks. Kurikulum yang kaku sering kali tidak mampu menyesuaikan diri dengan keberagaman siswa serta tuntutan dunia kerja yang terus berkembang.

Di sinilah pentingnya mencari model kurikulum yang lebih adaptif, responsif, dan progresif. Salah satu pendekatan yang patut dipertimbangkan adalah model kurikulum Murray Print, yang menekankan pengembangan kurikulum secara sistematis dan berbasis kebutuhan peserta didik.

Model ini bukan sekadar teori, tetapi sebuah peluang untuk merancang pendidikan yang lebih relevan dengan realitas kehidupan. Jika diterapkan dengan baik, model ini dapat menjadi jembatan menuju sistem pembelajaran yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan masa depan.

Relevansi dalam Pendidikan Indonesia

Kurikulum adalah elemen kunci dalam sistem pendidikan yang menentukan arah dan kualitas pembelajaran. Seiring waktu, berbagai model kurikulum terus berkembang sebagai respons terhadap dinamika kebutuhan peserta didik dan perubahan zaman.

Indonesia pun tak luput dari proses ini, dengan upaya terus-menerus menciptakan kurikulum yang lebih adaptif dan relevan. Namun, agar pengembangan kurikulum berjalan efektif, diperlukan analisis mendalam terhadap konteks pendidikan, karakteristik siswa, serta tantangan yang dihadapi.

Sejak diperkenalkan pada 1988, model kurikulum Murray Print menawarkan pendekatan sistematis dalam menyusun kurikulum yang lebih efektif dan relevan. Model ini menitikberatkan pada interaksi antara siswa, materi, dan lingkungan belajar.

Baca Juga :  Orasi Ilmiah Moderasi Beragama, Prof Muis: Bukan Agamanya Dimoderat, Tapi Praktik Keagamaannya

Dalam konteks Indonesia, penerapan model ini berpotensi meningkatkan efektivitas pendidikan, terutama dengan tantangan seperti kesenjangan akses, kualitas pembelajaran, serta kebutuhan inovasi berbasis teknologi.

Penerapan model ini menuntut kesiapan berbagai pihak, mulai dari pendidik, pengembang kurikulum, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Dengan pemahaman yang mendalam, model ini dapat menjadi landasan bagi kurikulum yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan industri serta standar akademik.

Keunggulan Sebagai Model Pengembangan Kurikulum

Model ini menawarkan fleksibilitas dalam desain kurikulum, memungkinkan penyusunan materi yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa.

Dalam bukunya Curriculum Development and Design, Print menekankan pentingnya kurikulum yang responsif terhadap perubahan sosial dan ekonomi. Bagi Indonesia yang memiliki populasi beragam, model ini bisa menjadi solusi dalam menciptakan kurikulum yang lebih inklusif.

Salah satu keunggulan utama dari model ini adalah pendekatannya yang berbasis analisis kebutuhan peserta didik. Dengan mempertimbangkan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya siswa, kurikulum yang dihasilkan lebih sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Selain itu, model ini juga menitikberatkan pada evaluasi berkelanjutan, yang memungkinkan penyesuaian kurikulum agar tetap relevan seiring waktu.

Namun, jika terlalu banyak menyesuaikan kurikulum dengan preferensi siswa, ada risiko hilangnya standar akademik yang seharusnya tetap dijaga. Oleh karena itu, keseimbangan antara fleksibilitas dan kualitas pendidikan harus tetap menjadi perhatian utama.

Kurikulum harus tetap memiliki struktur yang jelas dan tidak kehilangan fokus terhadap capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.

Tantangan dan Peluang

Meski menawarkan banyak keuntungan, penerapan model ini di Indonesia tidaklah mudah. Beberapa tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya, resistensi terhadap perubahan, serta perbedaan pendapat mengenai efektivitas pendekatan ini dibanding model yang lebih tradisional.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Kukuhkan 4 Guru Besar

Selain itu, pendidikan di Indonesia juga harus mempertimbangkan kebutuhan industri dan masyarakat yang semakin berkembang.

Salah satu solusi adalah membentuk tim pengembang kurikulum yang bekerja dalam berbagai tahapan untuk memastikan kurikulum tetap relevan dan terstruktur dengan baik.

Model ini memiliki proses pengembangan yang dimulai dengan perencanaan sistematis yang mempertimbangkan kebutuhan pendidikan. Selanjutnya, berbagai pemangku kepentingan, termasuk guru dan masyarakat, terlibat dalam pengembangannya agar kurikulum tidak hanya sesuai standar nasional, tetapi juga mencerminkan kebutuhan lokal. Tahap akhir menekankan implementasi dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan kurikulum tetap relevan dan responsif terhadap perubahan.

Di tengah tantangan yang ada, model ini juga menghadirkan peluang besar bagi pendidikan di Indonesia. Dengan semakin berkembangnya teknologi pendidikan, model ini dapat diterapkan dengan dukungan digitalisasi kurikulum.

Pembelajaran berbasis teknologi memungkinkan personalisasi kurikulum yang lebih baik, di mana siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan dan kebutuhannya masing-masing.

Dalam dunia pendidikan, perdebatan tentang model kurikulum yang ideal selalu ada. Model Murray Print menawarkan fleksibilitas dan pendekatan berbasis kebutuhan siswa, yang bisa menjadi keunggulan dalam menghadapi dinamika pendidikan saat ini.

Namun, penerapan model ini membutuhkan persiapan yang matang agar tidak mengorbankan standar akademik.

Bagi Indonesia, model ini bisa menjadi alternatif yang menjanjikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan penerapan yang tepat, kurikulum dapat lebih responsif dan adaptif terhadap tantangan zaman, memastikan sistem pendidikan yang lebih progresif dan relevan bagi generasi mendatang.

Penulis : *Penulis adalah mahasiswa Program Doktoral Universitas Negeri Surabaya Program Studi Teknologi Pendidikan. Penulis juga Dosen di Universitas Negeri Semarang Program Studi Teknologi Pendidikan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Masuk Bursa Kuat Calon Rektor: Prof Chotib Angkat Tagline “UIN KHAS PASTI”
UIJ Beri Penghargaan Mahasiswa Berprestasi, Tahfidz 30 Juz hingga Penguasaan Teknologi di HSN 2026
Peringati Hari Santri, UIJ Apresiasi Mahasiswa Yang Berprestasi
Anggota Komisi X DPR RI Bang Pur Respons Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa SR di Jember
Kemenag RI Terima Berkas 8 Calon Rektor dari Senat UIN KHAS Jember
Senat UIN KHAS Jember Serahkan Pertimbangan Kualitatif 8 Calon Rektor ke Menag
Ikuti Pemaparan Visi Calon Rektor UIN KHAS, Mahasiswa Siapkan Pertimbangan Untuk Menteri
Universitas dr Soebandi Jember Raih Perhargaan AIPNI 2026, Warek 1: Bukti Kampus Profesi Ners Terbaik

Baca Lainnya

Friday, 23 October 2026 - 00:25 WIB

Masuk Bursa Kuat Calon Rektor: Prof Chotib Angkat Tagline “UIN KHAS PASTI”

Thursday, 22 October 2026 - 21:30 WIB

UIJ Beri Penghargaan Mahasiswa Berprestasi, Tahfidz 30 Juz hingga Penguasaan Teknologi di HSN 2026

Thursday, 22 October 2026 - 20:57 WIB

Peringati Hari Santri, UIJ Apresiasi Mahasiswa Yang Berprestasi

Wednesday, 21 October 2026 - 15:07 WIB

Anggota Komisi X DPR RI Bang Pur Respons Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa SR di Jember

Tuesday, 20 October 2026 - 22:37 WIB

Kemenag RI Terima Berkas 8 Calon Rektor dari Senat UIN KHAS Jember

TERBARU

Gambar Peringati Hari Santri, UIJ Apresiasi Mahasiswa Yang Berprestasi (Sumber: Istimewa)

Educatia

Peringati Hari Santri, UIJ Apresiasi Mahasiswa Yang Berprestasi

Thursday, 22 Oct 2026 - 20:57 WIB

Kondisi Toko Emas Murni di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember, setelah terjadi perampokan. (Foto: Fadli/Frensia).

Criminalia

Polisi Buru Pelaku Pembacokan Toko Emas di Jember

Thursday, 22 Oct 2026 - 20:51 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading