Frensia.id- Prabowo Subianto memang telah terpilih dan tentu siap-siap dilantik. Hanya saja masih menimbulkan banyak kekhawatiran. Apalagi beberapa pakar menyebut Joko Widodo (Jokowi), presiden saat ini, enggan meninggal kekuasaannya.
Salah satu pakar yang menyebutnya adalah Javier Saldana Sagredo. Hasil penelitiannya telah diterbitkan dalam dialnet pada tahun ini, 2024.
Ia menjelaskan bahwa kemenangan Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden 2024 menandai pergeseran signifikan dalam lanskap politik Indonesia, terutama dalam konteks kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) yang sebelumnya memimpin selama satu dekade. Selama masa jabatannya, Jokowi dikenal sebagai pemimpin yang berhasil membawa stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi, serta memperkenalkan berbagai proyek besar.
Namun, dengan berakhirnya masa jabatannya, muncul kekhawatiran bahwa Jokowi mungkin tidak sepenuhnya melepaskan pengaruhnya dalam politik Indonesia.
Sejak awal kepresidenannya, Jokowi telah menunjukkan kemampuan untuk menjalin hubungan yang kuat dengan rakyat, sehingga memperoleh dukungan luas. Meskipun ia secara resmi menyatakan akan menghormati hasil pemilu, banyak analis berpendapat bahwa mantan walikota Solo ini masih ingin mempertahankan jejak politiknya dan memastikan bahwa visi serta program-programnya tetap dilanjutkan di bawah kepemimpinan Prabowo.
Beberapa pengamat mencatat bahwa Jokowi mungkin berusaha mempertahankan pengaruh di partai politik dan struktur pemerintahan yang telah dibangunnya, yang bisa menciptakan ketegangan antara mantan dan presiden baru.
Prabowo, di sisi lain, dengan latar belakang militer dan pendekatan politik yang lebih otoriter, mungkin menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan ambisi nasionalisnya dengan kebutuhan untuk menjaga hubungan yang baik dengan komunitas internasional dan investor asing.
Kemenangan Prabowo diharapkan dapat membawa pendekatan yang lebih nasionalis dalam kebijakan, tetapi risiko pembatasan hak-hak sipil juga mengintai di balik perubahan ini. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai apakah Prabowo akan berani melawan pengaruh Jokowi yang masih kuat dalam beberapa aspek politik Indonesia.
Kondisi ini menciptakan dinamika yang menarik di mana Jokowi mungkin akan terus berusaha mempengaruhi arah kebijakan di Indonesia, bahkan setelah masa jabatannya berakhir.
Hal demikian menjadi tantangan bagi Prabowo untuk menunjukkan kepemimpinan yang mandiri dan berbeda dari pendahulunya, sekaligus menangani aspirasi rakyat yang masih terikat pada prestasi Jokowi.
Dengan latar belakang ini, masa depan politik Indonesia berada di persimpangan, dan bagaimana Prabowo dapat menjawab tantangan ini akan sangat menentukan arah kebijakan negara ke depan.
Menurut Javier Saldana, menarik untuk ditunggu, Apakah akan nasionalis militer sebagai riwayatnya atau meneruskan gaya di bayang-bayang kepopulisan Jokowi?