Rabo Wekasan: Antara Tradisi, Doa, dan Catatan Ilmiah

Wednesday, 20 August 2025 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bulan Safar

Ilustrasi Bulan Safar

Frensia.id – Pepatah Jawa pernah mengatakan, “urip iku kudu eling lan waspada”—hidup harus selalu ingat dan waspada. Ungkapan itu terasa sangat hidup setiap kali masyarakat Jawa memasuki hari Rabo Wekasan, yakni Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah. Sejak ratusan tahun silam, hari ini dipercaya sebagian kalangan sebagai momen turunnya berbagai bala’ atau malapetaka, sehingga umat dianjurkan memperbanyak doa dan sedekah.

Dalam praktiknya, masyarakat desa di Jawa maupun Madura biasanya menggelar tahlil, doa tolak bala, hingga tradisi mandi atau mencuci benda pusaka. Semua itu dilakukan sebagai ikhtiar spiritual agar terhindar dari marabahaya. Bagi sebagian kalangan urban, tradisi ini mungkin tampak sekadar ritual mistik, tetapi penelitian menunjukkan ada dimensi sosial-psikologis yang menarik.

Sebuah penelitian etnografi berjudul “Tradisi Rebo Wekasan dalam Perspektif Living Qur’an: Studi Kasus di Desa Pendo Sawalan, Jepara” oleh Nur Khamidah (Repository IAIN Kudus, 2022) menunjukkan bahwa ritual Rebo Wekasan seperti khataman Al-Qur’an, doa, dan selametan bukan hanya dianggap sebagai penolak bala, tetapi juga berfungsi sebagai sarana memperkuat ikatan sosial. Warga merasa lebih dekat satu sama lain, dan rasa kebersamaan itu mengurangi kecemasan kolektif terhadap ancaman bencana.

Baca Juga :  Penjelasan Pertamina Soal Antrean Panjang Biosolar di SPBU Jember

Temuan serupa juga ditunjukkan oleh riset berjudul “Tradisi Rebo Wekasan dalam Perspektif Clifford Geertz (Studi Kasus di Desa Suci, Manyar, Gresik)” oleh Zulaika (Repository UIN Sunan Ampel Surabaya, 2021). Penelitian itu menyoroti bahwa praktik Rebo Wekasan tidak semata berakar pada keyakinan tentang “turunnya bala”, melainkan telah menjadi ekspresi religiusitas masyarakat. Dengan kerangka teori Clifford Geertz, Zulaika menunjukkan bahwa ritual ini adalah bentuk akulturasi antara ajaran Islam dengan budaya lokal, sehingga memiliki nilai keberlanjutan sosial dan spiritual.

Baca Juga :  Musim Hujan, Tebing Rawan Longsor Ancam Madrasah di Silo

Menariknya, di beberapa tempat, ritual Rebo Wekasan disertai dengan kerja bakti membersihkan lingkungan atau sumber mata air. Hal ini menunjukkan adanya dampak ekologis yang positif, sekalipun motivasi awalnya berbasis pada keyakinan spiritual.

Para peneliti menekankan, yang terpenting dari Rebo Wekasan bukan soal benar atau salahnya keyakinan tentang turunnya bala, melainkan bagaimana tradisi ini mampu menjaga harmoni sosial, kesehatan mental, dan bahkan kelestarian lingkungan.

Pada akhirnya, Rebo Wekasan memberi pesan bahwa manusia selalu butuh ruang untuk merasa aman. Doa, kebersamaan, dan tindakan nyata menjadi jalan untuk mengusir “malapetaka”—bukan hanya yang datang dari langit, tetapi juga dari dalam diri kita sendiri.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Lulus Doktoral UIN KHAS, Warek I IAI Syaichona Mohammad Cholil Bongkar Perlawanan Ekonomi Khas Nyai Pesantren
Muslim di Indonesia Merayakan Natal? Dulu Ketua MUI Pernah Mundur Karena Masalah ini
Film Komedi Keren Tentang Perayaan Natal, “Christmas Every Day” Karya William Dean Howells
Tragedi Natal, Pernah Dikaji Pakar Riset Konflik Politik
Kejari Geledah Sekolah di Jember Usut Dugaan Korupsi BOS
Review Film Dokumenter KH Achmad Siddiq, Telaah Kiprah Perjuangan dan Pemikir Moderasi Beragama
​Kampung Kerapu Situbondo Luar Biasa! Dosen Syari’ah UIN KHAS: Bukti Sarjana Hukum Serbabisa
Demi Penguatan Wisata! Akademisi UIN KHAS Temui Kelompok Perempuan Desa Klatakan
Tag :

Baca Lainnya

Thursday, 25 December 2025 - 01:23 WIB

Muslim di Indonesia Merayakan Natal? Dulu Ketua MUI Pernah Mundur Karena Masalah ini

Thursday, 25 December 2025 - 01:03 WIB

Film Komedi Keren Tentang Perayaan Natal, “Christmas Every Day” Karya William Dean Howells

Thursday, 25 December 2025 - 00:26 WIB

Tragedi Natal, Pernah Dikaji Pakar Riset Konflik Politik

Friday, 12 December 2025 - 21:46 WIB

Kejari Geledah Sekolah di Jember Usut Dugaan Korupsi BOS

Sunday, 7 December 2025 - 22:23 WIB

Review Film Dokumenter KH Achmad Siddiq, Telaah Kiprah Perjuangan dan Pemikir Moderasi Beragama

TERBARU

FKA saat di depan Mapolres Jember (Foto: Istimewa).

Regionalia

Diduga Ada Kriminalisasi Advokat, FKA Datangi Mapolres Jember

Friday, 26 Dec 2025 - 19:44 WIB

Surat Cinta Franz Kafka Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia (Sumber: Grafis Arif)

Destinia

Surat Cinta Franz Kafka Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

Thursday, 25 Dec 2025 - 22:26 WIB

Gambar Akhirnya, Gus Yahya dan Rois Am Islah! Titik Damai Konflik NU (Sumber: NUonline)

Politia

Akhirnya, Gus Yahya dan Rois Am Islah! Titik Damai Konflik NU

Thursday, 25 Dec 2025 - 21:05 WIB