Respon Gus Dur Terhadap Buku yang Menghimpun Keistimewaannya

Wednesday, 1 January 2025 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

buku 99 keistimewaan gus dur (Foto: Pras)

buku 99 keistimewaan gus dur (Foto: Pras)

Frensia.id- Pada tahun 2008 salah seorang dewan pengurus wilayah Partai Kebangkitan Bangsa propinsi Jakarta,  KH. A. Nur Alam Bakhtir, menerbitkan sebuah buku yang berjudul 99 Keistimewaan Gus Dur.

Buku yang berjumlah 170 halaman ini, sesuai dengan judulnya, menyebutkan 99 keistimewaan sosok presiden ke 4 Republik Indonesia, berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis sejak tahun 1982.

Sebagaimana yang ia paparkan dalam kata pengantar, terkait dengan alasan mengapa buku ini ditulis salah satunya adalah agar pengagum Gus Dur dapat memperoleh informasi melalui buku ini dengan bahasa yang sederhana sedangkan bagi mereka yang tampak sinis terhadap Gus Dur dapat mengimbangi prasangka-prasangka dengan melihat sisi keistimewaannya.

Daripada itu, buku ini ditulis berdasarkan sudut pandang seseorang yang kagum dan mencintai cucu pendiri Nahdlatul Ulama’ dengan menampilkan sisi-sisi positifnya.

Baca Juga :  Buku Dewan Fiqh Amerika, Menggugat Mitos Rukyah dan Menuju Kepastian Astronomi

Menjadi menarik, ketika mengetahu respon dari sosok yang ditulis, yakni Gus Dur sendiri, yang mana memberikan kata sambutan dengan tajuk judul “Semua Tergantung Caranya Memandang”.

Gus Dur menyatakan bahwa sudah tentu isi tulisan pengurus wilayah PKB Jakarta tentang dirinya bersifat “baik”.

Pada kalaimat selanjutnya, Gus Dur menimpali sebagai sebuah pengakuan yang ia terima sejauh ini, bahwa dirinya kenyang dengan makian dan sikap menyalahkan dari orang lain.

Sangat masuk akal sekali apabila sisi-sisi yang baik akan keluar dari mereka yang mencintai begitu juga dengan sebaliknya, tidak ada satupun kebaikan yang tampak dari mereka yang begitu membenci.

Berkaitan dengan persoalan ini, Gus Dur memberika contoh dengan sosok besar pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler. Pemimpin ideologi fasisme paling kharismatik ini tidak diberi kesempatan karena penggambaran orang-orang Inggris dan Amerika Serikat yang menolak faham nasionalisme dan kebangsaannya.

Baca Juga :  Nobody's Girl, Buku Korban Epstein Yang Telah Bunuh Diri

Atas realita tersebut, Gus Dur sendiri memberikan saran, secara khusus untuk penulis dan pada umumnya untuk menjaga obyektifitas sebuah tulisan.

“karenanya, baik kecintaan maupun kebencian tidak boleh berdasarkan angan-angan saja”, jelasnya dalam kata sambutan singkat yang ia tulisa sebagai pengantar buku tersebut.

Gus Dur memberikan contoh supaya sebuah tulisan berumur panjang dengan cara memelihara obyektifitas, yakni dengan menyebut karya Ernest Hemingway yang berjudul The Old Man and the Sea dan karya-karya Kenzaburo Oe dari Jepang.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

KAI Daop 9 Jember Pastikan Kesiapan Sarana Lokomotif dan Kereta Jelang Angkutan Lebaran 2026
Siapa Sebenarnya Ophelia dalam Lagu Taylor Swift?
Pemkab Jember Resmi Berlakukan Tiket Terintegrasi Papuma–Watu Ulo Mulai 2 Januari 2026
Surat Cinta Franz Kafka Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia
Parijs van Java, Novel Karya Remy Sylado yang Memiliki Gaya Bahasa Khas
Langkah Kolaborasi Indonesia Gandeng BRI Hidupkan Semangat Membaca di Maluku Tengah
Inovasi Cold Storage Berbasis Gas Etilen dari Petani Milenial Lumajang Warnai Lomba Hortikultura Jawa Timur 2025
Mars Attacks: Film yang Bercerita tentang Penyelamatan Bumi Berkat Sound Horeg
Tag :

Baca Lainnya

Wednesday, 4 March 2026 - 18:18 WIB

KAI Daop 9 Jember Pastikan Kesiapan Sarana Lokomotif dan Kereta Jelang Angkutan Lebaran 2026

Monday, 12 January 2026 - 19:47 WIB

Siapa Sebenarnya Ophelia dalam Lagu Taylor Swift?

Friday, 2 January 2026 - 22:27 WIB

Pemkab Jember Resmi Berlakukan Tiket Terintegrasi Papuma–Watu Ulo Mulai 2 Januari 2026

Thursday, 25 December 2025 - 22:26 WIB

Surat Cinta Franz Kafka Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

Saturday, 6 December 2025 - 06:30 WIB

Parijs van Java, Novel Karya Remy Sylado yang Memiliki Gaya Bahasa Khas

TERBARU

Bupati Jember, Muhammad Fawait saat melakasanan rapat koordinasi dengan Pertamina melalui layar zoom (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Bupati Fawait Imbau Warga Jember Tetap Tenang soal Stok BBM

Friday, 6 Mar 2026 - 02:21 WIB