Review Pacifik Rim Uprising, Film Sains Fiksi Garapan Sutradara Steven S. DeKnight

Friday, 28 June 2024 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar Film Pacifik Rim Uprising sumber Kapanlagi.com

Ilustrasi gambar Film Pacifik Rim Uprising sumber Kapanlagi.com

Frensia.id – Pacific Rim Uprising adalah sebuah film sains fiksi yang dirilis pada tahun 2018, yang merupakan sekuel dari film “Pacific Rim” tahun 2013. Diproduksi oleh Legendary Pictures dan disutradarai oleh Steven S. DeKnight.

Film ini mengambil alur cerita setelah peristiwa yang terjadi dalam film pertama, dengan menghadirkan ancaman baru dari kaiju, makhluk raksasa yang muncul dari kedalaman Samudera Pasifik.

Plot film mengikuti Jake Pentecost, putra dari pahlawan yang gugur dalam perang melawan kaiju, Stacker Pentecost. Setelah meninggalkan program Jaeger, Jake terlibat dalam operasi gelap di wilayah perbatasan bersama dengan anak pintar dan sahabatnya, Amara.

Ketika ancaman baru muncul, Jake dan Amara, bersama dengan rekrut baru dan pilot veteran, dipanggil untuk mengembalikan program Jaeger dan melawan ancaman yang lebih besar dari sebelumnya.

Visual Effects dan Action

Salah satu aspek terkuat dari “Pacific Rim Uprising” adalah efek visual yang memukau. Film ini menampilkan adegan pertempuran yang spektakuler antara Jaeger, robot raksasa yang dikendalikan manusia, dan kaiju.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi

Adegan-adegan ini dirancang dengan baik dan memberikan pengalaman menonton yang memikat bagi pecinta genre sains fiksi dan action.

Aktor dan Karakter

John Boyega memegang peran utama sebagai Jake Pentecost dan memberikan performa yang menarik. Boyega berhasil membawa karisma dan kepribadian yang kuat ke layar, meskipun beberapa kritikus merasa bahwa karakternya kurang memiliki kedalaman emosional yang memadai. Scott Eastwood, Cailee Spaeny, dan Adrianne Palicki juga memberikan kontribusi yang baik dalam membentuk dinamika tim yang solid.

Alur Cerita

Meskipun film ini memiliki adegan aksi yang menarik, alur ceritanya seringkali dianggap sebagai titik lemah.

Beberapa penonton merasa bahwa plot terasa tergesa-gesa dan kurang memiliki kedalaman, serta kurang memberikan pengembangan karakter yang memadai. Hal ini membuat beberapa elemen cerita terasa tidak begitu meyakinkan dan kurang bisa mengikat perhatian penonton.

Baca Juga :  Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi

Warisan dari Film Sebelumnya

Pacific Rim Uprising berusaha untuk membangun fondasi yang telah ditetapkan oleh film sebelumnya, namun tidak semua penonton merasa puas dengan hasilnya.

Beberapa penggemar film aslinya merasa bahwa sekuel ini kurang bisa menangkap esensi dan semangat yang ada dalam film pertama, baik dari segi cerita maupun karakter.

“Pacific Rim Uprising” merupakan film yang menawarkan hiburan visual yang memukau dan adegan aksi yang menarik. Namun, film ini juga memiliki kelemahan dalam pengembangan cerita dan karakter, yang bisa membuat beberapa penonton merasa kurang puas.

Untuk pecinta genre sains fiksi dan action, film ini tetap bisa menjadi pilihan menarik untuk menikmati adegan pertempuran yang spektakuler antara Jaeger dan kaiju.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot
UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi
Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia
Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah
Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi
Pengukuhan Guru Besar Prof Hamdanah Soroti Urgensi Kelembagaan Pendidikan Islam Berkeadilan Gender
Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas
Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Baca Lainnya

Monday, 17 August 2026 - 14:25 WIB

KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot

Saturday, 15 August 2026 - 18:55 WIB

UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi

Friday, 14 August 2026 - 23:08 WIB

Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia

Friday, 14 August 2026 - 19:38 WIB

Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah

Friday, 14 August 2026 - 18:44 WIB

Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading