Frensia.Id- Sadio Mane merupakan salah satu pemain top di Eropa. Uniknya, penyerang asal Senegal lebih memilih untuk hidup sederhana demi membangun desanya.
Fenomena yang kerap kali terjadi di dunia sepakbola ialah para pemain yang hidupnya glamor alias mewah. Tapi tidak dengan mantan bintang Liverpool ini.
Sadio Mane berbeda, pesepakbola dengan gaya hidup sederhana barangkali itulah ciri khasnya. Meski dibanjiri uang, dan diterjang popularitas, Mane tetap menjadi pribadi yang rendah hati.
Suka menolong kaum mustadh’afin, dan tidak terlalu terpikat kemegahan dunia. Mane adalah salah satu perwujudan orang yang tidak terlalu banyak gaya.
Di tahun 2019 silam dalam wawancara bersama TeleDakar. Mane sempat ditanya kenapa memilih hidup sederhana, jawabannya sungguh luar biasa.
Mane mengatakan bahwa tujuan dia menjadi salah seorang pemain level dunia agar bisa membantu banyak orang disekitarnya. Karna tidak ada gunanya jika hanya mengoleksi mobil Ferari, pesawat jet dan Jam tangan mewah.
Pemain asal Senegal itu ingat betul kehidupannya yang dulu yakni bekerja diladang, terkadang kelaparan bahkan pernah merasakan bermain tanpa alas kaki serta harus putus sekolah.
Pasalnya Mane pernah mengalami yang namanya hidup susah sehingga rasa empatinya pun begitu tinggi dan keinginan meringankan beban orang lain pun semakin besar.
Banyak hal yang sudah dilakukan oleh Sadio Mane untuk membangun kampung halamannya yang berada di pedalaman Afrika.
Dikutip dari Africa Facts zone, berkat kesungguhannya selama ini, Mane berhasil merubah peradaban yang ada di desanya.
Desa yang dulunya hanya sebatas kampung terpencil kini sudah hidup layaknya sebuah kota.
Sadio Mane sudah membangun banyak hal disana. Dirinya berhasil membangun sekolah dengan sumbangan uang 3,8 Miliar dan Rumah sakit senilai 8 Miliar.
Tak hanya itu, Mane juga membangun SPBU dankantor pos. Mane juga menyediakan layanan internet untuk menunjang kemajuan masyarakat sekitarnya.
Pemain yang saat ini merumput di Al Nassr tersebut juga memberikan bantuan kepada setiap keluarga masing 1,1 juta, memberikan laptop juga beasiswa senilai 400 USD kepada setiap siswa yang prestasi disana dan pakaian olaraga bagi anak anak di desanya.
Itulah sisi mulia Sadio Mane yang memilih hidup sederhana daripada berfoya-foya. Gaji mahalnya tidak digunakan untuk membeli barang mewah, melainkan untuk membangun peradaban masyarakatnya.