Sama-sama Dilaksanakan di Malam Hari Ini 8 Perbedaan Sholat Tarawih dan Tahajud

Wednesday, 13 March 2024 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sholat Tarawih dan Sholat Tahajud (Sumber: Unsplash/Annas Arfnahri)

Ilustrasi Sholat Tarawih dan Sholat Tahajud (Sumber: Unsplash/Annas Arfnahri)

Frensia.id – Banyak hal yang membedakan Bulan Ramadhan dengan bulan-bulan lainnya. Salah satunya, disunnahkannya Sholat Tarawih.

Sholat tarawih hanya disyariatkan pada bulan Ramadhan, sehingga seseorang yang melaksanakan sholat di malam hari tidak disebut sebagai sholat tarawih, tetapi sholat tahajud.

Muhammad Mahmud Nasution dalam penelitiannya, dengan judul “Tarawih dan Tahajjud: Tinjauan Persamaan dan Perbedaan Dalam Pelaksanaan dan Keutamaan” mengurai delapan perbedaan antara sholat tarawih dan tahajud.

Dalam jurnal FITRAH Vol. 1 No. 2 Juli – Desember 2015 yang diterbitkan oleh IAIN Padangsidipuan tersebut, berikut delapan perbedaan yang dimaksud:

Pertama, masa pensyariatan tarawih dan tahajud

Tarawih disyariatkan setelah nabi hijrah ke Madinah, sedangkan tahajjud sudah disyariatkan sejak awal masa dakwan Nabi Muhammad SAW di Makkah

Kedua, tarawih hanya dipraktikkan Rasulullah tiga kali

Dalam berbagai hadits telah dijelaskan bahwa Nabi hanya melaksanakan sholat tarawih hanya sebanyak tiga kali. Dengan alasan, untuk menghindari disangkanya perkara sunnah menjadi wajib

Sedangkan sholat tahajjud Rasulullah tidak pernah meninggalkannya. Karena sholat tahajjud bagi Nabi hukumnya wajib.

Baca Juga :  4 Guru Besar UIN KHAS Resmi Ambil Berkas Pendaftaran Bakal Calon Rektor, 1 Masuk Pendaftar

Ketiga, sholat tarawih hanya pada bulan Ramadhan. Sedangkan sholat Tahajud dapat dilaksanakan setiap malam di luar atau saat Ramadhan.

Keempat, tarawih dilaksanaan secara berjamaah di Masjid.

Perbedaan penting antara tarawih dan tahajud adalah bahwa selama tiga kali Rasulullah melaksankannya Bersama para sahabat, semua dilakukan secara berjamaah, bahkan memenuhi masjid Nabawi pada waktu itu.

Bahkan, salah satu alasan kenapa Nabi hanya melaksanakan tiga kali, karena jamaahnya saat itu semakin banyak, sehingga timbul kekhawatiran kalau Nabi terus melaksanakannya akan dihukumi wajib.

Adapun tahajud, sekalipun boleh dilaksanakan secara berjamaah, pada kenyataannya Rasulullah sering melaksanakannya sendirian.

Kelima, tarawih dilaksanakan sebelum tidur, sedangkan tahajud dilaksanakan setelah tidur

Keenam, rakaat tarawih ikhtilaf

Banyak hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah mengerjakan dengan 11, 13, atau 20 rakaat. Dan dalam penilitian ini disebutkan bahwa ijma’ para sahabat tentang rakaat tarawih adalah 20 rakaat.

Baca Juga :  Demi Mutu Lulusan! Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Gandeng Kanwil Kemenhaj Jawa Timur

Adapun untuk sholat tahajud, umumnya para ulama sepakat bahwa Rasulullah mengerjakannya dengan 11 rakaat beserta witir.

Ketujuh, hukum sholat tarawih.

Meski pernah dihentikan pengerjaanya di Masa Rasulullah SAW, namun para Ulama sepakat bahwa penghentian itu bukan untuk mencabut hukum kesunnahannya, akan tetapi agar terhindar dari anggapan bahwa sholat tarawih hukumnya wajib.

Dengan begitu, para sahabat menjalankan sholat tarawih dengan status hukum sunnah, bahkan sebagian menghukuminya sunnah muakkad.

Adapun untuk sholat tahajud, dimana telah disepakati bahwa hukum sholat tahajud bagi Nabi dan sunnah bagi ummatnya.

Kedelapan, tarawih banyak istirahatnya.

Sesuai dengan penamaannya, tarawih dilaksanakan dengan duduk istritahat di sela-sela rakaat, karena jumlahnya rakaatnya yang banyak dan biasanya bacaan ayatnya panjang-panjang.

Sedangkan dalam tahajud, tidak ada Riwayat bahwa Rasulullah beristirahat di sela-sela rakaat tahajud, bahkan telah banyak diketahui bahwa Rasulullah melaksanakan sholat tahajud sampai bengkak kakinya.

Wallahu A’alam Bisshawab…

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

SEMA-DEMA UIN KHAS Jember Sampaikan Penolakan soal Pemaparan Visi-Misi Calon Rektor di Lumajang
Diikuti Ratusan Atlet, FOSKMA 2026 Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Buka 10 Cabang Lomba
Demi Mutu Lulusan! Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Gandeng Kanwil Kemenhaj Jawa Timur
UIN KHAS Jember Wisuda 300 Lulusan, Wisudawan Didorong Kuasai Bahasa Asing
Dikejar ke Bali, Dua Terduga Curanmor di Wisata Kalongan Banyuwangi Diringkus Tim Jatanras
Polisi Amankan 72 Remaja dan 40 Motor Diduga Terlibat Balap Liar di Muncar Banyuwangi
Desil Berubah, Warga Yosomulyo Banyuwangi Kehilangan Akses Bansos
Datang ke Jember, Kepala BP3MI Jatim Buka Akses Ribuan Lulusan SMK Kerja ke Luar Negeri

Baca Lainnya

Friday, 16 October 2026 - 19:09 WIB

SEMA-DEMA UIN KHAS Jember Sampaikan Penolakan soal Pemaparan Visi-Misi Calon Rektor di Lumajang

Wednesday, 14 October 2026 - 22:35 WIB

Diikuti Ratusan Atlet, FOSKMA 2026 Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Buka 10 Cabang Lomba

Wednesday, 14 October 2026 - 22:30 WIB

Demi Mutu Lulusan! Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Gandeng Kanwil Kemenhaj Jawa Timur

Wednesday, 14 October 2026 - 19:36 WIB

UIN KHAS Jember Wisuda 300 Lulusan, Wisudawan Didorong Kuasai Bahasa Asing

Sunday, 11 October 2026 - 19:55 WIB

Dikejar ke Bali, Dua Terduga Curanmor di Wisata Kalongan Banyuwangi Diringkus Tim Jatanras

TERBARU

Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat diwawancara awak media, setelah meninjau antrean BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Jember. (Foto: Sigit/Frensia).

Politia

Pemkab Jember Terapkan WFH Imbas Antrean BBM

Friday, 16 Oct 2026 - 13:20 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading