Frensia.id-Joseph Robinette Biden Jr akhirnya memberikan keputusan yang dinilai sangat mengagetkan publik, yaitu dengan pengunduran dirinya sebagai calon presiden AS tahun 2024.
Politikus Amerika yang menjabat sebagai presiden AS ke-46 setelah berhasil mengalahkan petahanan, Donald Trump pada pemilihan umum tahun 2020.
Tindakan pengunduran dirinya ini pada pencalonan presiden tahun 2024 bukanlah kali pertama, pasalnya ia sempat melakukan pengunduran diri pada pemilihan presiden tahun 1988 dan tahun 2008.
Politikus partai demokrat ini, merupakan satu-satunya calon presiden pertama dalam sejarah politik Amerika Serikat yang mengundurkan diri pada menit-menit terakhir.
Sebelumnya ia dikabarkan bersikukuh untuk tetap maju dalam kontestasi politik pemilihan presiden pada tahun 2024 dengan melawan mantan presiden sebelumnya sekaligus lawan politiknya, Donald Trump.
Meskipun reputasi pria berusia 81 tahun ini cukup carut-marut setelah debat dengan penampilan buruknya. Beberapa opini yang bermunculan juga mengaitkan dengan rasa khawatir atas kesehatannya.
Debat yang diadakan pada tanggal 27 Juni menjadi awal dari tekanan terhadap dirinya untuk mundur.
Terhitung selama tiga pekan ia mencoba bertahan dan menepis segala bentuk asumsi yang mencoba untuk memintanya mundur.
Di usianya yang tidak lagi dapat tampil prima, tercatat beberapa kali ia melakukan blunder secara publik sehingga menjadikan masyarakat mulai meragukannya. Salah satunya adalah ungkapan yang ia keluarkan dengan menyebut Kamala Harris sebagai wakil presiden Trump.
Sepertinya kekeliruan yang ia buat mengindikasikan bahwa dirinya benar-benar tua untuk memikul jabatan yang cukup berat dan prestisius.
Termasuk suara dari dalam partainya sendiri juga turut menginginkan Biden untuk mundur dari kursi pencalonan.
Sebagai tindakan preventif yang ia lakukan dan upaya untuk meyakinkan publik bahwa dirinya tetap mampu dan layak untuk dicalonkan, Biden sempat berdiplomasi dengan mengaitkan Tuhan sebagai satu-satunya yang bisa meyakinkannya untuk maju.
Sampai akhirnya dirinya dinyatakan terpapar covid-19 dan mesti mendapatkan perawatan dan isolasi, baru lah ia merasa yakin bahwa kontestasi presiden AS tidak menghendaki dirinya untuk ikut.
Presiden AS yang dilantik pada 20 Januari 2024 ini sepertinya sudah diberi keyakinan oleh Tuhan yang pernah ia sebut untuk meyakinkan publik, untuk tidak maju lagi dengan adanya kiriman covid-19 dari Tuhan yang ia bawa-bawa.