Sergey Lavrov Sebut BRICS Menjadi Magnet Bagi Banyak Negara

Tuesday, 22 October 2024 - 22:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar

Ilustrasi gambar "Sergey Lavrov Sebut BRICS Menjadi Magnet Bagi Banyak Negara" sumber edit by Frensia

Frensia.id – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov menegaskan bahwa BRICS telah menjadi konsorsium yang menarik minat banyak negara di dunia.

Hal ini disampaikan Sergey Lavrov dalam wawancara eksklusif dengan surat kabar Argumenty i Fakty pada tanggal 20 Oktober 2024.

Menurut Lavrov, BRICS berhasil menarik perhatian karena tidak ada satu negara pun yang memimpin atau mendikte kebijakan dalam kelompok tersebut, berbeda dengan Uni Eropa yang terjebak dalam mekanisme birokrasi di Brussels.

“BRICS memprioritaskan kebutuhan negara anggotanya tanpa ada paksaan untuk berkorban, sementara Uni Eropa, di bawah kendali birokrasi Brussels, lebih sibuk dengan pengiriman senjata ke Ukraina dan penggalangan dana untuk mendukung perang, yang justru merugikan ekonomi dan masyarakat negara-negara anggotanya,” ucap Lavrov.

Menteri Luar Negeri Rusia tersebut menyoroti bagaimana birokrasi Brussels memaksakan keputusan yang tidak selalu sejalan dengan aspirasi rakyat di banyak negara anggota Uni Eropa.

Baca Juga :  Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein

Hal ini, lanjut Lavrov, berbeda dengan BRICS yang membentuk kebijakan berdasarkan kebutuhan dunia nyata tanpa ada tekanan dari pihak mana pun.

Lavrov juga menyinggung pernyataan Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, yang baru-baru ini mengakui bahwa para pemilih Jerman tengah menghadapi kesulitan akibat dukungan negaranya terhadap Ukraina.

Meski demikian, Baerbock tetap meminta rakyat untuk bersabar, yang menurut Lavrov mencerminkan tekanan dari birokrasi Eropa yang kerap mendikte kebijakan di negara-negara anggota Uni Eropa.

“NATO telah memutuskan untuk mengekang Rusia melalui perluasan dan penerapan sanksi, yang semata-mata bertujuan untuk mencegah munculnya pesaing kuat, baik itu Rusia atau China,” tegas Lavrov.

Ia juga menambahkan bahwa pengaruh Amerika Serikat di NATO dan Uni Eropa sangat dominan, hingga membuat kebijakan kedua organisasi tersebut seakan sepenuhnya diatur dari Washington.

Baca Juga :  Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah

Berbeda dengan NATO dan Uni Eropa, Lavrov menekankan bahwa BRICS tidak berdiri melawan entitas apa pun.

Sebaliknya, BRICS fokus pada kolaborasi untuk memaksimalkan potensi negara anggotanya melalui berbagai proyek nyata di bidang ekonomi, perdagangan, logistik, dan teknologi.

“Baru-baru ini, para ahli di bidang perpajakan dari negara-negara BRICS berkumpul untuk berbagi pengalaman dan kemampuan, menunjukkan bagaimana kolaborasi internasional ini dapat menguntungkan semua pihak,” tutup Lavrov.

Pidato Lavrov mencerminkan posisi tegas Rusia terhadap BRICS sebagai alternatif strategis bagi banyak negara yang ingin terbebas dari kendala birokrasi dan tekanan politik yang ada di Uni Eropa dan NATO.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia
Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah
Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel
Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah
Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein
Nobody’s Girl, Buku Korban Epstein Yang Telah Bunuh Diri
Penulis Yang Bantu Penyusunan Nobody’s Girl Ceritakan Sulitnya Hidup Korban Epstein
Di Balik Serangan Israel ke Iran, Tersimpan Strategi Kekuasaan dan Pengalihan Isu

Baca Lainnya

Thursday, 5 March 2026 - 09:09 WIB

Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia

Wednesday, 4 March 2026 - 19:30 WIB

Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah

Tuesday, 3 March 2026 - 21:24 WIB

Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel

Sunday, 1 March 2026 - 20:45 WIB

Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah

Monday, 9 February 2026 - 19:45 WIB

Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein

TERBARU