Setiap Putaran untuk Sebuah Mimpi: Kisah Dira, Remaja Jember yang Berlari Demi Orang Tuanya

Thursday, 8 May 2025 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kisah Dira, Remaja Jember yang Berlari Demi Orang Tuanya (Sumber: Istimewa)

Kisah Dira, Remaja Jember yang Berlari Demi Orang Tuanya (Sumber: Istimewa)

Frensia.id – Setiap sore, di tengah riuhnya aktivitas olahraga di lapangan Desa Jatisari, Jenggawah, Jember, sosok seorang remaja perempuan tampak berlari mengitari lapangan.

Langkahnya stabil, napasnya teratur, seolah ada sesuatu yang lebih besar daripada sekadar olahraga yang ia kejar.

Namanya Dira, seorang siswi kelas X di SMAN 2 Jember. Usianya masih belasan tahun, tapi semangat dan keteguhan hatinya jauh melampaui usianya. Konsistensi dan semangat yang jarang terlihat dari seusianya itu, menarik perhatian banyak mata.

Bagi Dira, berlari bukan sekadar menjaga kebugaran. Ia sedang berlari mengejar mimpi — menjadi bagian dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

Impian itu yang menghidupkan semangat di setiap langkahnya. Ia sadar, untuk masuk menjadi prajurit wanita, dibutuhkan fisik prima, disiplin, dan mental yang kuat. Karena itulah, setiap sore, tanpa kenal lelah, ia berputar mengelilingi lapangan, berusaha memperkuat dirinya sedikit demi sedikit.

Baca Juga :  Apa Benar Budaya Baca Indonesia Sudah Meningkat?

Tak sendiri, Dira sering berlari bersama Bella, sahabatnya, yang juga bercita-cita besar: menjadi Polisi Wanita (Polwan). Di antara keheningan langkah kaki dan hembusan napas mereka yang beriringan, terselip doa-doa diam-diam yang menguatkan.

Selain untuk persiapan mewujudkan cita-citanya di dunia militer, Dira juga tengah mempersiapkan diri mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Jember. Pengalaman pernah menjadi pembawa baki saat aktif di Paskibra SMP membuatnya lebih percaya diri.

“Sekarang sudah mulai latihan-latihan untuk seleksi petugas Paskibraka di Jember,” ceritanya sambil mengusap peluh di dahinya.

Yang menarik, meski Dira tinggal di Desa Kertonegoro, ia memilih berlatih di lapangan Jatisari. Alasannya sederhana: lapangannya lebih nyaman dan fasilitasnya lebih mendukung. “Merasa nyaman saja, dan juga lebih dekat,” ujarnya.

Baca Juga :  PR Presiden! Catatan Jahat "Oknum" TNI 2 Tahun Terakhir

Dalam berlatih, Dira tak asal berlari. Ia menggunakan aplikasi Strava untuk mencatat jarak tempuh dan mengukur progresnya. Setiap sore, ia menyelesaikan 9 hingga 10 putaran lapangan, sekitar 2,5 hingga 3 kilometer.

“Walaupun kadang tidak menghitung pembakaran kalori, saya tetap berusaha menjaga ritme,” katanya.

Dari luar, mungkin Dira hanya tampak seperti remaja yang berolahraga di sore hari. Namun di balik setiap putaran yang ia tempuh, tersembunyi cita-cita besar dan sebuah janji sederhana untuk membanggakan kedua orang tuanya.

Dalam kesederhanaannya, Dira sedang menunjukkan kepada dunia bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang penuh ketulusan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

PR Presiden! Catatan Jahat “Oknum” TNI 2 Tahun Terakhir
Apa Benar Budaya Baca Indonesia Sudah Meningkat?
Prosedur Mayoritarian
Ramadhan dan Revolusi Spiritual
Konflik Amerika-Iran di Mata Masyarakat Awam
Neraka Gaza, Investigasi Ungkap Ribuan Warga “Lenyap” Tanpa Jejak Akibat Senjata Termal
Dinsos Jember Pastikan Bayi yang Dibuang Berstatus Anak Negara Jika Orang Tua Tak Ditemukan
Ketika Usaha Mengkhianati Hasil

Baca Lainnya

Friday, 3 April 2026 - 23:51 WIB

PR Presiden! Catatan Jahat “Oknum” TNI 2 Tahun Terakhir

Sunday, 29 March 2026 - 15:07 WIB

Apa Benar Budaya Baca Indonesia Sudah Meningkat?

Tuesday, 24 March 2026 - 23:33 WIB

Prosedur Mayoritarian

Friday, 27 February 2026 - 13:59 WIB

Ramadhan dan Revolusi Spiritual

Wednesday, 25 February 2026 - 00:24 WIB

Konflik Amerika-Iran di Mata Masyarakat Awam

TERBARU