Tiga Cara Membaca Banjir di Sumatra Menurut August Comte

Wednesday, 3 December 2025 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga Cara Membaca Banjir di Sumatra Menurut August Comte (Sumber:Prastyo)

Tiga Cara Membaca Banjir di Sumatra Menurut August Comte (Sumber:Prastyo)

Frensia.id- Insiden bencana alam berupa banjir dan tanah longsor yang terjadi di Sumatra terus mengalami update berita. Mulai dari korban jiwa, kerusakan infrastruktur hingga pusparagam analisis yang menjadi sebab utama peristiwa itu terjadi.

Secara garis besar, mulai dari ormas hingga peneliti menyebut adanya krisis ekologi menjadi penyebab utama dari adanya bencana alam ini. beberapa narasi yang dimunculkan semisal, cuaca dan curah hujan, kegagalan epistemik memahami Sumatra, deforestasi, misteri kayu gelondongan yang muncul saat banjir.

Seluruh asumsi tersebut menunjukkan bahwa cara pikir masyarakat Indonesia secara umum sebagaimana yang terekspose di media sudah menunjukkan karakter ilmiah. hal ini bukan berarti bahwa masih ada cara pandang lain dalam meninjau persoalan gejala alam.

Baca Juga :  Keren! UNIKHAMS Gelar International Conference On Education and Society (ICESY) 2026 di Taiwan

Beberapa orang ada saja yang menyebut bahwa peristiwa alam terjadi karena pengaruh di luar alam itu sendiri. seperti ada yang menyebut bahwa banjir dan longsor di Sumatra dikarenakan adanya keinginan untuk melegalkan ganja.

lepas dari benar dan salah atas berbagai ragam pendapat yang menyoroti banjir dan longsor di Sumatra, pada abad ke-19 seorang pemikir dari Prancis bernama August Comte (1798-1857) merangkum adanya perkembangan pengetahuan manusia dari abad ke abad.

Pertama, tahap teologi. Menurut Comte, cara pandang manusia dalam memahami lingkungan dan termasuk dirinya sendiri yang merupakan bagian tak terpisahkan dari alam adalah dengan mengaitkan segala yang terjadi kepada adanya kekuatan adimanusiawi. Seperti halnya, bencana alam dipahami sebagai bentuk peringatan atau azab dari Tuhan.

Baca Juga :  "Falaisa 'Indahu Fulus Fahuwa Mamfus", Kata KH. Zuhri Juga Disadari Dari Tauladan Rosul

Kedua, tahap metafisik. Terdapat pergeseran pandangan dari sebelumnya. Umat manusia tidak lagi mengaitkan adanya kekuatan adimanusiawi terhadap segala persoalan yang melingkupi kehidupannya. Beralih kepada abstraksi-abstraksi kepada alam. Pada tataran ini, umat manusia belum mampu menentukan sebuah sebab secara terukur dan faktual.

Ketiga, tahap positif. Baru pada dimensi ini, cara pandang umat manusia sudah mencapai pada tingkatan kedewasaan. Mereka berpikir secara riil dan mampu menentukan mana yang berguna dan tidak. Cara berpikir yang digunakan berdasarkan pada teori-teori dari ilmu pengetahuan. mampu menentukan sebab berdsarkan sesuatu yang faktual. Hal itu semua didukung dengan adanya perkembangan dari ilmu pengetahuan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Gagasan Pendidikan Islam Berkarakter Ulil Albab dan Ulin Nuha
UIN KHAS Jember Luncurkan Program Unggulan Selama Bulan Ramadan 2026
Diteliti! Kelompok Perempuan Rentan Diabetnya Meningkat Saat Ramadhan
Gerbang SDN di Jember Disegel Ahli Waris Dini Hari
Gegara Sejoli Mesum, UNEJ Bakal Perbanyak Frekuensi Patroli Security di Wilayah Kampus
Viral Video Sejoli Mesum di Lingkungan Kampus UNEJ
Buku Dewan Fiqh Amerika, Menggugat Mitos Rukyah dan Menuju Kepastian Astronomi
Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

Baca Lainnya

Thursday, 26 February 2026 - 17:15 WIB

UIN KHAS Jember Luncurkan Program Unggulan Selama Bulan Ramadan 2026

Wednesday, 25 February 2026 - 21:14 WIB

Diteliti! Kelompok Perempuan Rentan Diabetnya Meningkat Saat Ramadhan

Monday, 23 February 2026 - 19:26 WIB

Gerbang SDN di Jember Disegel Ahli Waris Dini Hari

Monday, 23 February 2026 - 12:30 WIB

Gegara Sejoli Mesum, UNEJ Bakal Perbanyak Frekuensi Patroli Security di Wilayah Kampus

Monday, 23 February 2026 - 12:25 WIB

Viral Video Sejoli Mesum di Lingkungan Kampus UNEJ

TERBARU