Universitas dr Soebandi Jember Raih Perhargaan AIPNI 2026, Warek 1: Bukti Kampus Profesi Ners Terbaik

Monday, 19 October 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Rektor (Warek) 1 Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas dr. Soebandi Jember, Feri Ekaprasetia, S.Kep., Ns., M.Kep. (Foto: Fadli/Frensia).

Wakil Rektor (Warek) 1 Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas dr. Soebandi Jember, Feri Ekaprasetia, S.Kep., Ns., M.Kep. (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Program Studi Profesi Ners atau Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), Universitas dr. Soebandi (UDS) Jember, telah berhasil meraih penghargaan kategori institusi dengan jumlah peserta lebih 100 orang, dalam Kelulusan Uji Kompetensi (UKOM) Ners Indonesia Terbaik, pada Periode 3 di Regional 9 Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) Jawa Timur.

Dalam prestasi tersebut, persentase kelulusan peserta dari UDS Jember mencapai 97,52 persen.

UDS Jember menduduki peringkat 1, di atas Kampus Poltekkes Kemenkes Malang, yang meraih peringkat 2, dengan persentase kelulusan 96, 77 persen, dan Universitas Muhammadiyah Lamongan di peringkat 3, yang persentase kelulusannya 95,39 persen.

Wakil Rektor (Warek) 1 Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UDS Jember, Feri Ekaprasetia, menyampaikan penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Tahunan Anggota (RTA) ke-24 Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) di Manado, pada Jumat (16/10/2026).

Baca Juga :  Xenia Terguling di Ladang Cabai Usai Hantam Drainase di Kalibaru Banyuwangi

“Kebetulan kita menjadi peringkat 1 dalam artian untuk angka kelulusan terbanyak, tingkat nasional,” kata Feri, saat ditemui pada Senin (19/10/2026).

Feri menjelaskan bahwa Ujian Kompetensi Ners merupakan salah satu amanat dari undang-undang yang diselenggarakan khusus untuk tenaga kesehatan.

“Jadi perawat sebelum dinyatakan lulus profesi, mereka harus Ujian Kompetensi dulu baru, bisa nanti bekerja jadi perawat atau mendapatkan STR atau Surat Tanda Registrasi (perawat) gitu,” tuturnya.

Adapun bentuk tes yang diujikan secara nasional, berbasis CBT (Computer-Based Test). Di mana sistem ujian yang dikerjakan menggunakan perangkat komputer.

Kata dia, Uji Kompetensi (UKOM) Profesi Ners secara reguler dilaksanakan sebanyak 3 hingga 4 kali dalam setahun. Pelaksanaan tersebut, tergantung kebijakan terbaru dari panitia nasional.

Baca Juga :  Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama

Menurut Feri, capaian prestasi persentase kelulusan ini terbilang meningkat dibandingkan tahun kemarin.

“Kalau tahun kemarin itu kalau tidak salah sekitar 94-an persen, sekarang 97, koma sekian persen untuk hasil kelulusannya,” ujarnya.

Feri berharap bagi calon Ners yang telah dinyatakan lulus, bisa segera mendapatkan pekerjaan atau menjadi wirausahawan andal.

Selain itu, kata Feri untuk calon mahasiswa baru program studi keperawatan, dapat termotivasi melanjutkan studi ke UDS Jember.

“Untuk calon mahasiswa Ners ya, ini kami membuktikan, bahwa UDS menjadi salah satu yang terbaik, untuk menempati atau menempuh pendidikan Profesi Ners di Indonesia,” tegasnya.***

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

SEMA-DEMA UIN KHAS Jember Sampaikan Penolakan soal Pemaparan Visi-Misi Calon Rektor di Lumajang
Diikuti Ratusan Atlet, FOSKMA 2026 Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Buka 10 Cabang Lomba
Demi Mutu Lulusan! Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Gandeng Kanwil Kemenhaj Jawa Timur
UIN KHAS Jember Wisuda 300 Lulusan, Wisudawan Didorong Kuasai Bahasa Asing
Dikejar ke Bali, Dua Terduga Curanmor di Wisata Kalongan Banyuwangi Diringkus Tim Jatanras
Polisi Amankan 72 Remaja dan 40 Motor Diduga Terlibat Balap Liar di Muncar Banyuwangi
Desil Berubah, Warga Yosomulyo Banyuwangi Kehilangan Akses Bansos
Datang ke Jember, Kepala BP3MI Jatim Buka Akses Ribuan Lulusan SMK Kerja ke Luar Negeri

Baca Lainnya

Monday, 19 October 2026 - 13:57 WIB

Universitas dr Soebandi Jember Raih Perhargaan AIPNI 2026, Warek 1: Bukti Kampus Profesi Ners Terbaik

Friday, 16 October 2026 - 19:09 WIB

SEMA-DEMA UIN KHAS Jember Sampaikan Penolakan soal Pemaparan Visi-Misi Calon Rektor di Lumajang

Wednesday, 14 October 2026 - 22:35 WIB

Diikuti Ratusan Atlet, FOSKMA 2026 Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Buka 10 Cabang Lomba

Wednesday, 14 October 2026 - 22:30 WIB

Demi Mutu Lulusan! Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Gandeng Kanwil Kemenhaj Jawa Timur

Wednesday, 14 October 2026 - 19:36 WIB

UIN KHAS Jember Wisuda 300 Lulusan, Wisudawan Didorong Kuasai Bahasa Asing

TERBARU

patung satoshi nakamoto

Economia

Wina Terpilih dalam Proyek Pemasangan Patung Satoshi Nakamoto

Monday, 19 Oct 2026 - 13:30 WIB

(Tengah memakai peci hitam) Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat setelah menggelar acara Bakti Sosial Kesehatan di RSD dr. Soebandi Jember. (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Gus Fawait Respons ‘Surat Cinta’ MUI Jember soal Sound Horeg

Saturday, 17 Oct 2026 - 23:50 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading