Frensia.id – Setiap tahunnya, Umat Islam di seluruh dunia menjalankan suatu kewajiban yang termasuk dalam rukun Islam, yakni berpuasa selama bulan Ramadhan.
Sebagai salah satu rukun Islam berpuasa selama bulan Ramadhan juga menempati posisi penting seperti sholat, zakat, dan pergi haji.
Akan tetapi, tidak ada hikmah dari semua ibadah-ibadah tersebut seistimewa puasa Ramadhan.
Puasa Ramadhan, telah dipercaya memiliki sekian dimensi manfaat secara langsung maupun tidak langsung.
Telah banyak pendapat bahwa shalat dapat berdampak bagi kesehatan, tapi sentuhan secara sosial tidak maksimal.
Demikian juga zakat, telah banyak yang berpendapat hikmah zakat sangat luar biasa dalam dimensi sosial kemasyarakatan, tapis ama sekali tidak berhubungan secara langsung dengan kesehatan fisik seorang yang menunaikannya.
Namun, dua dimensi ini secara spontan dan sekaligus di dapat dalam puasa Ramadhan.
Puasa mempunyai dampak langsung bagaimana seseorang yang berpuasa merasakan lapar, sebagaimana orang-orang yang memiliki kekurangan dalam ekonomi merasakan lapar.
Bagi kesehatan, telah banyak penilitian bahwa berpuasa memiliki dampak secara langsung bagi kesehatan fisik orang yang melaksanakannya.
Salah satunya, penilitian seorang ahli dari Amerika, Allan Cott yang telah menghimpun hasil penelitiaanya dalam satu buku yang berjudul, “Fasting as a Way of Life”.
Buku tersebut merupakan hasil pengamatan, hasil penelitian para ilmuwan dari berbagai negara, dan hasil praktiknya sendiri selama bertahun-tahun.
Dalam buku tersebut, ia membeberkan beberapa hikmah dari seorang yang menjalankan puasa, antara lain:
- To feel better phsysically and mentally (merasa lebih baik secara fisik dan mental)
- To look and feel younger (terlihat dan merasa lebih muda)
- To clean out the body (membersihkan tubuh fisik)
- To Lower blood pressure and cholesterol levels (menurunkan tekanan darah dan kadar lemak jahat)
- To get more out of sex (lebih mampu mengendalikan sex)
- To let the body health itself (membuat badan sehat dengan sendirinya)
- To relieve tension (mengendorkan ketegangan jiwa)
- To sharp the senses (menajamkan fungsi indrawi)
- To gain control oneself (memperoleh kemampuan mengendalikan diri sendiri)
- To slow the aging process (memperlambat proses penuaan).