Kesaktian Jerome Powell, Satu Kata dari Bos The Fed ini Rubah Situasi Ekonomi Global

Wednesday, 22 January 2025 - 04:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua dewan gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell

Ketua dewan gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell

Frensia.id – Jerome Powell, Ketua Federal Reserve Amerika Serikat, baru-baru ini menjadi sorotan global setelah salah satu pidatonya viral di media sosial. Video singkat yang menampilkan Powell membuka pidatonya dengan ucapan sederhana, “Good afternoon, ladies and gentlemen,” memicu diskusi luas di kalangan pengamat ekonomi, pelaku pasar, hingga masyarakat awam.

Meskipun sepintas terdengar biasa, sapaan tersebut ternyata membawa implikasi besar terhadap pergerakan pasar dan membuka ruang untuk berbagai spekulasi.

Pidato Powell kali ini berlangsung di tengah situasi ekonomi yang cukup kompleks. Pasar sedang berada di persimpangan, dengan tingkat inflasi yang mulai terkendali tetapi masih jauh dari target Federal Reserve. Dalam sambutannya, Powell kembali menegaskan bahwa misi utama bank sentral adalah memastikan inflasi tetap terkendali, bahkan jika itu berarti mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama.

Baca Juga :  Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah

Sapaan pembuka “Good afternoon, ladies and gentlemen” sebenarnya adalah bagian formal dari pidato. Namun, dengan adanya dinamika pasar yang begitu sensitif terhadap pernyataan dari Federal Reserve, bahkan kata-kata sederhana pun sering kali ditafsirkan sebagai sinyal tertentu oleh pelaku pasar.

Setelah pidato tersebut, berbagai aset keuangan langsung merespons. Beberapa aset kripto utama seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP mengalami penurunan tajam. Penurunan ini terkait erat dengan pernyataan Powell yang mengindikasikan pendekatan hati-hati Federal Reserve terhadap inovasi aset digital, yang dinilai belum sepenuhnya aman untuk stabilitas ekonomi.

Sementara itu, pasar saham juga mengalami volatilitas tinggi. Indeks-indeks utama seperti S&P 500 dan Nasdaq menunjukkan fluktuasi signifikan setelah Powell mengisyaratkan bahwa kebijakan suku bunga tinggi mungkin masih diperlukan dalam beberapa waktu mendatang untuk menekan inflasi. Hal ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap setiap pernyataan yang keluar dari mulut Powell, termasuk kata-kata pembukaannya yang viral.

Baca Juga :  Harga Minyakita Naik, Pedagang di Jember Stop Penjualan

Fenomena viral ini juga memicu gelombang komentar dan analisis di media sosial. Beberapa kalangan menilai ucapan Powell sebagai cerminan pendekatan tegas Federal Reserve terhadap situasi ekonomi global. Ada pula yang menganggap bahwa pilihan kata sederhana seperti “Good afternoon, ladies and gentlemen” justru menunjukkan sikap Powell yang tetap tenang di tengah tekanan global.

Namun, tidak sedikit juga yang menganggap bahwa respons berlebihan terhadap sapaan pembuka ini mencerminkan kondisi pasar yang terlalu spekulatif. Bahkan, beberapa humor di internet menyebut Powell sebagai “pria yang mampu menggerakkan pasar hanya dengan sapaan formal.”

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih
BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi
Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah
Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik
Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah
Harga Minyakita Naik, Pedagang di Jember Stop Penjualan
Gas Elpiji 3 Kg di Jember Langka-Mahal, Pertamina Gelar Operasi Pasar
Perajin Tahu di Mangli Jember Keluhkan Efek Domino Naiknya Harga Kedelai

Baca Lainnya

Thursday, 4 June 2026 - 10:36 WIB

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih

Monday, 25 May 2026 - 14:00 WIB

BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi

Friday, 22 May 2026 - 19:32 WIB

Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah

Friday, 22 May 2026 - 18:34 WIB

Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik

Thursday, 21 May 2026 - 14:25 WIB

Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah

TERBARU

Politia

Dugaan Korupsi Program MBG Kembali Menyeret Tersangka Baru

Thursday, 11 Jun 2026 - 20:40 WIB

Anggota Serikat Tani Independen (Sekti) Kabupaten Jember, saat foto bersama salah satu anggota Komisi A DPRD Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Sekti Jember Usulkan Petani Masuk Bagian GTRA

Thursday, 11 Jun 2026 - 17:23 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading