BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi

Monday, 25 May 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pegawai Bank BRI saat meluncurkan KUR (Foto: Istimewa).

Pegawai Bank BRI saat meluncurkan KUR (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Branch Office (BO) Jember terus memperkuat perannya dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Hingga April 2026, BRI BO Jember tercatat telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 363,6 miliar.

Branch Office Head BRI BO Jember, Adhitya Narotama mengungkapkan bahwa mayoritas penyaluran KUR tersebut mengalir ke sektor produktif, dengan dominasi pada sektor pertanian.

“Sebagian besar penyaluran KUR didominasi oleh KUR Sektor Pertanian yang tercatat sebesar Rp 180 Miliar atau sebesar 49,50 persen dari total penyaluran hingga April 2026,” kata Adhitya dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).

Adhitya menjelaskan, sektor produksi yang dibidik ini mencakup bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga industri jasa lainnya. Sektor-sektor tersebut selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Jember.

Baca Juga :  Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah

Melalui akses permodalan yang lebih mudah, pelaku usaha di Jember diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usaha, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah.

“Langkah ini juga sejalan dengan Astacita Pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM,” ujarnya.

“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Jember melalui penyaluran pendanaan usaha. Kami melihat ada banyak potensi di wilayah Jember, mulai dari bidang pertanian tebu hingga pertanian palawija,” tambahnya.

Lebih lanjut, Adhitya menegaskan dukungan BRI tidak hanya berhenti pada penyaluran dana. Pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan usaha dan edukasi finansial berkelanjutan agar para debitur dapat mengelola usahanya secara bertanggung jawab.

Baca Juga :  Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik

Strategi yang berfokus pada sektor produktif ini diharapkan mampu menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal. Pelaku UMKM juga didorong untuk mulai melek digital agar pasarnya semakin luas.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya,” paparnya.

“Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih
Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah
Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik
Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah
Harga Minyakita Naik, Pedagang di Jember Stop Penjualan
Gas Elpiji 3 Kg di Jember Langka-Mahal, Pertamina Gelar Operasi Pasar
Perajin Tahu di Mangli Jember Keluhkan Efek Domino Naiknya Harga Kedelai
Kepala BGN Resmikan Dapur MBG di Ponpes Nurul Chotib Jombang Jember

Baca Lainnya

Thursday, 4 June 2026 - 10:36 WIB

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih

Monday, 25 May 2026 - 14:00 WIB

BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi

Friday, 22 May 2026 - 19:32 WIB

Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah

Friday, 22 May 2026 - 18:34 WIB

Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik

Thursday, 21 May 2026 - 14:25 WIB

Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading