Frensia.Id- PT Pertamina Patra Niaga menggelar operasi pasar untuk menekan harga yang sempat menyentuh angka Rp25 ribu di tingkat pengecer.
Hal ini dilakukan untuk menyikapi isu kelangkaan dan meroketnya harga elpiji 3 kg di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyebut operasi pasar ini dilakukan bersama Pemkab Jember secara bertahap. Targetnya, seluruh kecamatan akan disisir untuk memastikan stok aman.
“Kami bersama Pemkab Jember melaksanakan operasi pasar di 31 kecamatan. Hingga kini sudah terealisasi di lima kecamatan,” katanya, Rabu (22/4/2026).
Selanjutnya kata dia, operasi pasar ini akan menyasar 10 titik di Jember. Dalam tahap awal di lima kecamatan, Pertamina telah menyalurkan 1.500 tabung gas melon.
“Tiap titik rata-rata mendapatkan alokasi 300 tabung, namun jumlah ini bersifat fleksibel mengikuti kondisi di lapangan. Kami imbau masyarakat tetap tenang karena stok elpiji 3 kg dipastikan aman,” ujarnya.
Ahad menegaskan bahwa stok dari level SPPBE hingga pangkalan sebenarnya berjalan normal. Ia pun meminta masyarakat untuk membiasakan diri membeli langsung di pangkalan resmi.
“Kami imbau masyarakat beli di pangkalan resmi agar dapat harga sesuai HET Rp18 ribu. Kualitas dan kuantitasnya pun terjamin,” paparnya.
Sementara itu, salah satu warga Jombang yang ikut mengantre, Ely menyebutkan, kondisi di lapangan memang sempat meresahkan warga. Di tingkat toko atau pengecer, harga elpiji subsidi ini melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kalau beli di toko Rp23 ribu per tabung. Di operasi pasar ini cuma Rp18 ribu, sangat membantu,” ungkapnya.
Sebagai informasi, berdasarkan pantauan di lapangan, harga di tingkat pengecer di Jember terpantau berada di kisaran Rp23 ribu hingga Rp25 ribu. Meski mahal, warga terpaksa membeli demi kebutuhan dapur.






