Frensia.Id- Seorang pria paruh baya bernama Muhamad Anas (41) mengamuk sambil membawa sebilah celurit dan menyerang para karyawan provider internet Lumajang Vision secara membabi buta.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Desa Gumukmas, Kecamatan Gumukmas, Jember
Kapolsek Gumukmas Iptu Edi Santoso membenarkan adanya peristiwa tersebut. Petugas kepolisian dari Polsek Gumukmas dan Polsek Kencong langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melumpuhkan pelaku.
“Tadi benar ada peristiwa pembacokan yang dilakukan oleh pemuda depresi atau gangguan jiwa. Langkah kami yaitu amankan pelaku bersama barang bukti celurit,” katanya, Kamis (4/6/2026).
Edi menambahkan, akibat aksi brutal pria yang diduga mengalami depresi tersebut, seorang karyawan dilaporkan menjadi korban pembacokan. Korban diketahui bernama Joni (41), karyawan asal Kecamatan Kencong.
“Korban mengalami luka di bagian punggung dan siku akibat sabetan celurit yang diayunkan oleh pelaku,” ujarnya.
Pihak kepolisian menegaskan tidak mau gegabah dan akan mendalami motif serta kondisi mental pelaku yang sebenarnya. Saat ini, Polsek Gumukmas tengah berkoordinasi dengan pihak medis terkait.
“Untuk kejelasan kasus ini kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait perihal pelaku atau yang bersangkutan,” paparnya.
Polisi ingin memastikan apakah aksi nekat pelaku murni karena gangguan jiwa atau ada faktor kesengajaan lainnya.
“Apakah benar-benar depresi atau ada hal lain, karena yang bersangkutan sudah membawa senjata tajam dan sudah ada korban terluka,” pungkasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian, aksi teror pelaku terbilang sangat mengerikan. Pelaku nekat mengamuk di tempat umum dalam kondisi telanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek.
Sambil berteriak-teriak histeris, pelaku mengayunkan celuritnya berulang kali ke arah siapa saja yang ada di dekatnya. Ia bahkan sempat mengejar sekitar enam karyawan lain yang berada di dalam kantor provider wifi tersebut.
Melihat pelaku yang kalap mata memegang senjata tajam, para karyawan yang berada di dalam kantor langsung panik bukan main. Mereka lari tunggang langgang berhamburan keluar ruangan menuju jalan raya untuk menyelamatkan diri.






