Frensia.Id- Mayat seorang pria ditemukan di sebuah rumah kosong di Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, Jember. Polisi berhasil menangkap pelaku yang ternyata merupakan anak dari pemilik rumah kosong tersebut.
Motif pembunuhan dipicu dendam lama karena pelaku sering dirundung (bully) oleh korban sejak kecil.
Kanit Pidum Ipda Andry Yunni Prasetiyo menjelaskan, pengungkapan ini bermula dari laporan pemilik rumah (orang tua pelaku) yang menemukan sesosok mayat pada Selasa (9/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi, kecurigaan polisi mengerucut kepada anak pemilik rumah.
“Kami langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan pelaku pada Rabu (10/6) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB di sekitar wilayah Gumukmas atau Kencong. Pelaku telah mengakui perbuatannya,” katanya saat diwawancarai pada Rabu (10/6/2026).
Selanjutnya kata dia, berdasarkan hasil pemeriksaan. Pihaknya menemukan fakta-fakta terkait peristiwa pembunuhan tersebut.
“Pelaku yang berinisial RA (25) dan korban bernama SA (23) warga Purwoasri, Kecamatan Gumukmas adalah teman bermain. Pelaku menyimpan sakit hati karena sering dibully oleh korban saat kecil,” ujarnya.
Pelaku awalnya, kata dia, mengajak korban untuk minum kopi bersama. Di tengah obrolan, korban melontarkan candaan yang mengingatkan pelaku pada masa lalunya yang kelam, sehingga pelaku tersinggung.
“Pelaku kemudian membawa korban ke rumah milik orang tuanya yang sudah lama terbengkalai. Di sana, keduanya terlibat cekcok hingga berujung perkelahian fisik,” paparnya.
“Saat korban meronta dalam perkelahian, pelaku mengikatnya. Dalam kondisi lemas dan terikat, pelaku kembali melakukan kekerasan hingga korban tewas. Pelaku diketahui mengeksekusi korban sendirian menggunakan toples kaca dan senjata tajam,” tambahnya.
Andry menegaskan bahwa korban sehari-hari bekerja sebagai kurir ekspedisi. Namun, peristiwa ini sama sekali tidak berkaitan dengan pekerjaan korban.
“Korban memang bekerja sebagai kurir, namun kaitan dengan permasalahan ini tidak ada sangkut pautnya. Ini murni masalah pribadi,” tandasnya.
Sebagai informasi, saat ditemukan, jasad korban diperkirakan sudah berada di lokasi selama lima hari sejak dieksekusi pada tanggal 1 lalu. Polisi saat ini masih menunggu hasil autopsi dari tim kedokteran untuk memastikan penyebab utama kematian korban, serta mendalami unsur perencanaan dalam kasus ini.






