Frensia.id – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kencong bersama Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kencong, menggelar acara Ngaji Mocopat dan Manuskrip Pesantren, di Gedung Nusantara Jember, pada Sabtu (18/7/2026) malam hari.
Digelarnya acara ini sebagai upaya melestarikan budaya Indonesia dengan mengkaji dan melantunkan naskah-naskah kuno.
Acara ini turut dihadiri sejumlah pegiat seni budaya serta akademisi dari FKIP UNEJ dan UIN KHAS Jember.
Adapun untuk awal acara, dimulai dengan pembacaan naskah “Babad 100 tahun NU”, yang dibacakan oleh Abdul Rosid atau Cak Cid, seorang Pelestari Mocopat dan Budayawan asal Desa Biting, Kecamatan Arjasa Jember, dalam lagu tembang dengan Laras Jember.
Pembacaan Mocopat ini diiringi dengan alunan siter bambu buatan tangan asli Arek Jember, Visnu Arjasa.
Dilanjutkan dialog Naskah Kuno Pesantren, dimoderatori Pengurus Ansor Kencong, Hariyono, dengan narasumber Cak Cid dan Y. Setiyo Hadi atau Mas Yopi, selaku pelopor ‘Ngaji Manuskrip Bebrayan Pugeran’.
Ketua Pelaksana, Sayid Abdulloh, mengatakan acara ngaji tersebut, merupakan penutup dari rangkaian Muharram Art Fest yang diselenggarakan mulai tanggal 13 hingga 16 Juli 2026 di Gedung Nusantara Jember.
Sementara itu, Agus Nuryasin, Ketua PC GP Ansor Kencong, menyampaikan dengan ngaji Mocopat dan Manuskrip, menandakan bahwa tradisi pesantren sebagai basis Nahdlatul Ulama (NU) dan tulang punggung keberadaan bangsa dan negara Indonesia.
“Melalui Mocopat dan Manuskrip, mari kita lestarikan dan kembangkan warisan leluhur bangsa Indonesia, untuk mewujudkan peradaban Indonesia yang luhur,” tutur Agus.***






