Frensia.id – Aktris Aurelie Moeremans membantah tudingan bahwa dirinya pernah menjadi pendukung Prabowo Subianto. Bantahan itu ia sampaikan lewat video Reels di akun Instagram pribadinya, Minggu (23/8/2026), sekaligus meluruskan sebuah foto lama yang selama ini dijadikan bukti oleh warganet.
“Aku nggak pernah dukung Pak Prabowo, aku nggak pernah ikut kampanyenya, dan aku nggak pernah ngajak orang untuk pilih dia,” katanya.
Video berdurasi beberapa menit itu langsung meledak. Hingga Minggu malam, unggahan bertagar #IndONEsia tersebut telah disukai 72,7 ribu akun, menuai 1.787 komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 1.600 kali.
Aurelie bukan wajah baru dalam percakapan politik. Setahun lalu ia sempat viral setelah membongkar tawaran masuk partai politik yang menurutnya datang lengkap dengan iming-iming bayaran besar. Video kali ini, sekali lagi, adalah responsnya atas keramaian di kolom komentar.
Ia mengaku paham mengapa publik salah tangkap. Ada satu foto di mana ia berpose bersama sejumlah selebritas yang saat itu memang mendukung Prabowo.
“Namun, itu acara pelepasan kapal kemanusiaan untuk Palestina, bukan kampanye. Dan kebetulan ada Pak Prabowo di situ karena memang dia masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan,” ujarnya.
satu-satunya urusan yang benar-benar menghubungkan dirinya dengan Prabowo, kata Aurelie, justru soal gajah.
Ia bercerita pernah ke Aceh bersama WWF dan mempelajari konflik antara manusia dan gajah Sumatera. Di wilayah itu ia mengetahui ada kawasan konsesi yang berkaitan dengan Prabowo. Aurelie lalu menghubungi beberapa kenalannya di BUMN untuk menjembatani WWF dengan pihak yang tepat.
“Aku cuma ikut meeting awal aja,” katanya. “Setelah itu tentu banyak yang bekerja, dan banyak percakapan yang terjadi yang aku nggak ada di dalamnya, jadi aku nggak mau ambil kredit untuk semuanya.”
Hasilnya, menurut Aurelie, ada 20 ribu hektare kawasan yang akhirnya dialokasikan untuk konservasi gajah.
Angka itu berkesesuaian dengan cerita yang pernah disampaikan Prabowo sendiri di depan publik. Dilansir dari Antara, Prabowo mengisahkan bahwa utusan WWF datang meminta 10 ribu hektare dari konsesi HTI miliknya di Takengon, Aceh, namun ia justru menawarkan dua kali lipat.
Kisah itu, kata Prabowo, sampai ke telinga Raja Charles III salah satu pembina WWF yang kemudian mengirimkan surat ucapan terima kasih melalui Duta Besar Inggris untuk Indonesia. Peran Aurelie sebagai pembuka pintu awal tidak pernah disebut dalam versi tersebut.
“Aku bangga sih pernah membuka pintu itu. Bukan karena siapa orangnya, tapi karena ada sesuatu yang baik yang terjadi untuk manusia dan gajah di sana,” kata Aurelie.
Soal Joko Widodo, ia justru mengaku tak pernah bersembunyi.
Dulu, kata Aurelie, ia terang-terangan mendukung dan merasa bangga diundang ke acara kepresidenan. Tapi ia menyebut dirinya waktu itu belum mengkritisi politik sedalam sekarang. Salah satu yang paling ia sesali adalah IKN.
“Waktu aku ke sana, sama beliau sendiri dijelasin tentang kota hutan, energi hijau, restorasi lingkungan. Ya siapa sih yang nggak seneng denger janji manis kayak gitu?” ujarnya. “Sekarang kalau aku ingat itu, aku mikir kok aku naif banget ya? Percaya aja gitu, aku nggak banyak nanya, aku nggak cari perspektif lain.”
Aurelie menutup videonya dengan ajakan agar publik berhenti saling menyalahkan atas pilihan politik masing-masing.
Kita nggak harus membenci seseorang hanya karena kita nggak memilih dia. Tapi kita juga nggak harus membela semua yang dilakukan seseorang hanya karena kita memilih dia,” katanya.
“Kalau ada kebijakan yang salah ya kritik kebijakannya. Tapi jangan malah kita sibuk berantem sama sesama rakyat,” pungkasnya.







