Frensia.Id- Sebuah perahu nelayan jenis jaringan bernama ‘Pantes’ terbalik usai dihantam ombak besar di Perairan Meleman, Kecamatan Puger, Jember. Akibat peristiwa ini, satu orang nelayan ditemukan meninggal dunia, tiga lainnya masih dalam pencarian, dan sang nakhoda selamat.
“Peristiwa naas tersebut bermula saat kapal berawak lima orang itu berangkat mencari ikan dari Pelabuhan Perikanan Puger pada Selasa (18/8) sekitar pukul 13.00 WIB. Kapal dinakhodai oleh Samino (65) menuju ke arah Perairan Meleman,” kata Kasat Polairud Polres Jember, AKP Hari Pamuji, Rabu (19/8/2026).
Selanjutnya, dia menjelaskan, kecelakaan laut terjadi pada Rabu (19/8) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, perahu hendak perjalanan pulang.
“Saat hendak pulang sekitar pukul 02.00 WIB, nakhoda melihat titik cahaya yang diperkirakan berasal dari perahu nelayan lain. Namun ternyata itu bukan perahu sesama nelayan, melainkan lampu dari arah tambak,” ujarnya.
Lantaran terkecoh sorot lampu tersebut, perahu berlayar terlalu dekat ke tepi pantai. Seketika, ombak besar menghantam lambung kanan perahu hingga mengalami kebocoran dan terbalik.
“Perahu yang terlalu ke tepi dihantam ombak dari sebelah kanan. Akibatnya lambung kanan bocor dan kapal terbalik,” paparnya.
Kata Hari, laporan kecelakaan laut ini diterima Satpolairud Polres Jember pada Rabu siang sekitar pukul 13.00 WIB. Polisi dan tim gabungan kemudian bergerak ke lokasi kejadian di titik koordinat 8.281720, 113.192772 (sekitar 13 mil laut).
“Dari lima orang di atas kapal, sang nakhoda Samino (65) dinyatakan selamat. Sementara satu ABK bernama Sahwiyanto (56), warga Desa Puger Wetan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” tambahnya.
“Adapun tiga ABK lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian, yakni Mujai (58), warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger. Moh. Sholihin (34), warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger dan Samsul (45), warga Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger,” tandasnya.







