PMII dan Warga Silo Jember Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon TP Usai TNI Pasang Patok Tanah

Friday, 18 September 2026 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember,  Muhammad Fawait, (baju hitam) saat sedang membacakan surat pakta integritas persetujuan penyelesaian konflik rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP). (Foto: Fadli/Frensia).

Bupati Jember, Muhammad Fawait, (baju hitam) saat sedang membacakan surat pakta integritas persetujuan penyelesaian konflik rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP). (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – PC PMII Jember bersama Warga Desa Silo, Kecamatan Silo, Jember, menggelar aksi demo penolakan rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP), pada Jum’at (18/9/2026).

Berjalannya aksi ini dimulai sejak pukul 14.55 WIB dari Double W Universitas Jember (UNEJ) berlanjut berhenti di Kantor DPRD Jember dan kemudian menuju ke Kantor Bupati Jember, pukul 16.15 WIB.

Jumlah massa aksi kurang lebih diikuti oleh ratusan kader PMII se-Jember dan warga Desa Silo.

Aksi tersebut merespons atas tindakan represif dari TNI Angkatan Darat Komando Distrik Militer (Kodim) 0824 Jember, yang melakukan pemasangan patok tanah secara paksa pada batas-batas rencana pembanguan Batalyon, pada Kamis (17/9/2026) kemarin hari.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Demo, Zulfan Robert Maulana Azzamani, menyampaikan bahwa aksi tersebut untuk menagih janji DPRD dan Pemkab Jember atas komitmennya dalam kesepakatan penangguhan rencana pembangunan Batalyon.

Baca Juga :  Laka Shogun Tertabrak Pengemudi Motor Supra di Tanggul Jember, 1 Orang Meninggal

“Karena pada saat hearing, kami mendapatkan kesepakatan bahwasanya, seluruh pergerakan yang ada di lahan Kecamatan Silo itu tidak boleh dilakukan sampai ada keputusan dari pihak tertentu atau yang berwenang,” kata Zulfan.

Kata Zulfan, pihaknya akan terus mengawal dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember serta petani, agar permasalahan pembangunan Batalyon tidak lagi berlanjut.

Zulfan menegaskan bahwa konflik rencana pembangunan Batalyon, sebenarnya karena tidak adanya kejelasan legalitas hukum atas kewenangan pembangunan tersebut.

“Ketika memang nantinya ada semacam regulasi, ataupun keputusan jelas mengenai legitimasi hukum yang dimiliki oleh Gabungan Kelompok Tani Hutan Jati Jaya Silo. Maka secara wajarnya dan sukarelanya perlu kita terima,” tuturnya.

Baca Juga :  Anak SD Hilang di Jember Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Sawah

Dalam aksi demo tersebut, massa ditemui oleh Bupati Jember, Muhammmad Fawait.

Dia mengatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam memutuskan kelanjutan rencana pembangunan Batalyon.

“Kalau saya disuruh memutuskan, saya tidak punya kewenangan langsung,” tuturnya.

Oleh karena itu, bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu, akan membentuk tim gabungan untuk penyelesaian masalah rencana pembangunan Batalyon, yang terdiri dari unsur perwakilan mahasiswa, petani, dan Pemerintah Kabupaten Jember.

Tim gabungan tersebut, nantinya akan menindaklanjuti keputusan pembangunan Batalyon pada Kementerian Kehutanan RI.

“Karena usul saya, kita memimpin bersama. Baik dari Pemerintah Kabupaten Jember, perwakilan petani, mahasiswa, dan masyarakat, kita bersama-sama berangkat untuk menyampaikan kepada yang punya kewenangan,” tegasnya.***

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kereta Api Ijen Express Tabrak Mobil Fortuner hingga Terseret 750 Meter, 1 Orang Meninggal
GMNI Jember bersama Pedagang Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Tata Kelola Pasar Tanjung
LBH PKC PMII Jatim Dorong Ada Pembaruan Struktur Forum CSR di Jember
LBH PKC PMII Jatim Gelar FGD Soroti Pengawasan Distribusi CSR di Jember
Sebanyak 46 Dapur SPPG di Jember Diberhentikan Sementara
Puluhan Sound Horeg Beraksi di Lokasi Wisata Dira Kafe
Akhmad Nizar, Pelari Asal Mayang Jember Cetak Rekor di UTMB 2026
Kasatkorcab Banser Kencong Mengecam Keras Ucapan Bos Sound Horeg

Baca Lainnya

Friday, 18 September 2026 - 20:13 WIB

PMII dan Warga Silo Jember Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon TP Usai TNI Pasang Patok Tanah

Tuesday, 15 September 2026 - 23:27 WIB

GMNI Jember bersama Pedagang Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Tata Kelola Pasar Tanjung

Tuesday, 15 September 2026 - 20:30 WIB

LBH PKC PMII Jatim Dorong Ada Pembaruan Struktur Forum CSR di Jember

Tuesday, 15 September 2026 - 15:44 WIB

LBH PKC PMII Jatim Gelar FGD Soroti Pengawasan Distribusi CSR di Jember

Saturday, 12 September 2026 - 19:09 WIB

Sebanyak 46 Dapur SPPG di Jember Diberhentikan Sementara

TERBARU

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Humas UIN KHAS).

Educatia

Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor

Friday, 18 Sep 2026 - 14:41 WIB

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achamd Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Foto Pribadi).

Educatia

Ketua IKA UIN KHAS Jember Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Friday, 18 Sep 2026 - 14:35 WIB

Ilustrasi Nietzsche dan pernikahan (Sumber: AI)

Kolomiah

Pandangan Nietzsche Agar Pernikahan Tidak Berujung Cerai

Friday, 18 Sep 2026 - 13:28 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading