Frensia.Id- Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Gumukmas mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gumukmas 02 di Dusun Jatiagung, Desa/Kecamatan Gumukmas, Jember. Langkah ini diambil usai puluhan siswa mengalami gejala dugaan keracunan.
Insiden tersebut terjadi pada Selasa (22/9/2026) kemarin hari. Sejumlah siswa mendadak mengeluh sakit usai menyantap menu program MBG. Minuman sari kedelai yang disajikan dalam menu tersebut diduga kuat menjadi pemicu munculnya keluhan para siswa.
Sidak dipimpin langsung oleh Camat Gumukmas Chairul Dwi Tjahjanto bersama Sekretaris Kecamatan Eko Wahyu Septantono, Kapolsek Gumukmas AKP Edi Santoso, serta jajaran anggota Koramil 0824/20.
Di lokasi, tim Satgas berkoordinasi langsung dengan Pengawas SPPG dari Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur dan tim Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jember.
Camat Gumukmas Chairul Dwi Tjahjanto menegaskan, kedatangan mereka merupakan bentuk respons cepat pemerintah untuk memastikan fakta di lapangan dan mengawal penanganan kasus.
“Kami datang untuk menindaklanjuti kejadian kemarin. Kami ingin memastikan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar persoalan ini terang benderang,” katanya, pada Kamis (24/9/2026).
Chairul menambahkan, seluruh proses investigasi diserahkan kepada instansi yang berwenang, termasuk BGN dan BPOM. Dia menekankan pentingnya evaluasi total agar standar kelayakan pangan pada program MBG tetap terjaga.
“Kami berharap hasil pemeriksaan bisa segera memberikan kejelasan penyebabnya. Yang terpenting, keamanan dan kesehatan anak-anak harus jadi prioritas utama,” ujarnya.
Sebelumnya, keracunan massal tersebut diduga dipicu oleh hidangan susu kedelai yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatiagung Gumukmas 2 di bawah naungan Yayasan Berkah Sugih Rezeki.
Kapolsek Gumukmas AKP Edi Santoso membenarkan insiden tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian begitu menerima laporan serta beredarnya video keracunan di media sosial.
“Kejadian bermula saat pendistribusian makanan MBG dilakukan sekitar pukul 07.00 WIB kepada siswa. Namun, menu susu kedelai baru datang belakangan sekitar pukul 09.30 WIB,” ungkapnya.
Satu jam setelah menu susu kedelai dikonsumsi, atau sekitar pukul 10.30 WIB. Puluhan siswa mulai mengeluhkan sakit perut, pusing, hingga muntah-muntah.
Dari total 28 anak yang terdampak, sebanyak 12 siswa terpaksa dilarikan dan menjalani pemeriksaan intensif di Puskesmas Gumukmas.
Sementara itu, 16 siswa lainnya mendapatkan pertolongan pertama dari pihak sekolah dan asisten lapangan dengan diberi minum air kelapa muda serta obat ringan dari Puskesmas sebelum akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
“Ada 12 anak yang dibawa ke Puskesmas Gumukmas untuk perawatan, sedangkan 16 anak lainnya mendapat pertolongan pertama berupa air kelapa muda dan obat, kemudian dipulangkan,” tandasnya.












