FRENSIA.ID– Konvoi suporter turnamen futsal Wabup Cup di Banyuwangi berujung maut. Seorang pembonceng sepeda motor Honda Scoopy bernama SM (48), warga Kabupaten Jembrana, Bali, tewas setelah tertabrak dan terlindas dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan rombongan konvoi di Jalan Raya Banyuwangi–Jember, Sabtu (31/10/26) sore.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Tri Pepri Alfian membenarkan insiden maut yang terjadi sekitar pukul 15.10 WIB tersebut. Menurutnya, kecelakaan di depan EL Hotel, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, ini dipicu oleh laju rombongan kendaraan konvoi suporter yang tidak terkendali saat korban hendak berbelok.
“Betul, kecelakaan melibatkan pengendara Honda Scoopy yang ditabrak oleh rombongan kendaraan konvoi suporter dari arah belakang. Akibatnya, penumpang Scoopy terjatuh dan tertabrak kendaraan lain di belakangnya,” ujar Ipda Tri Pepri saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10/26).
Tri Pepri menjelaskan, insiden bermula ketika sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi DK-3517-ZU yang dikendarai oleh MSI (50) berboncengan dengan SM (48) melaju dari arah utara ke selatan. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), motor korban berniat berbelok ke arah kanan jalan.
Namun, secara bersamaan dari arah yang sama di belakang korban, melaju rombongan kendaraan sepeda motor peserta konvoi suporter (didahului beberapa motor tak dikenal). Rombongan tersebut menabrak bagian belakang motor korban hingga membuat SM terjatuh ke badan jalan.
Nahas, seketika itu pula sebuah sepeda motor Yamaha Nmax berpelat nomor P-5295-QBT yang dikendarai oleh AAA (16) berboncengan dengan AAS (16) yang juga bagian dari rombongan melintas dan langsung melindas korban.
“Korban Sdri. SM mengalami luka berat pada bagian kepala. Sementara penumpang Yamaha Nmax atas nama AAS (16) juga mengalami luka pada perut sebelah kanan,” tambah Tri Pepri.
Kedua korban luka maupun korban tewas segera dilarikan oleh warga dan petugas ke RS Fatimah Banyuwangi untuk mendapatkan penanganan medis. Namun sayang, nyawa SM tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit akibat luka parah yang dideritanya.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden maut ini, termasuk memintai keterangan dari sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, yakni GU (26) dan DIB (22).
Pihak Satlantas Polresta Banyuwangi turut menyayangkan aksi konvoi suporter yang kerap mengabaikan keselamatan berlalu lintas dan kembali mengimbau masyarakat agar senantiasa tertib serta mengutamakan keselamatan di jalan raya demi menghindari jatuhnya korban jiwa. (Qhobid Z)






