Frensia.id – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali mengukuhkan 4 Guru Besar, di Gedung Kuliah Terpadu (GKT), pada Kamis (17/9/2026) siang hari.
Keempat guru besar tersebut, diantaranya Prof. Busriyanti, sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Hukum Keluarga Islam.
Prof. Abdul Kholiq Syafa’at, sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pemikiran Hukum Islam Indonesia.
Prof. Abdul Mu’is, sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam.
Prof. Abdul Rokhim, sebagai Guru Besar dalam Bidang dalam Bidang Ilmu Ekonomi Syariah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Phil. Sahiron, menyampaikan, agar para profesor untuk terus menyebarkan ilmunya lebih luas, bukan hanya untuk mahasiswa tetapi juga masyarakat secara luas.
“Jadi misalnya selain mengajar di perguruan tinggi, bisa memberikan ilmunya ke di dunia pesantren atau ke madrasah, majelis taklim dan juga pengabdian pada masyarakat,” kata dia.
Selain itu, dia juga berpesan untuk para guru besar agar terlibat dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
“Jadi ilmu pengetahuan jangan mandek. Misalnya dalam bidang keislaman terus dikembangkan. Kita punya prinsip mempertahankan pemikiran lama dari para ulama terdahulu, tetapi dalam waktu yang bersamaan, juga kita mengambil teori-teori baru, ilmu-ilmu baru yang lebih relevan untuk masa sekarang,” tuturnya.
Menurutnya, hal itu diperlukan dalam dunia ilmu pengetahuan agar lebih maslahat lagi di era digital.
“Dengan cara mengembangkan melalui integrasi keilmuan. Digabungkan berbagai macam ilmu,” ucapnya.
Lebih lanjut, Prof. Sahiron, menyampaikan jumlah profesor di seluruh PTKIN dan PTKIS di Kementerian Agama kurang lebih masih 1.730-an.
Menurutnya, jumlah tersebut tidak sebanding dengan total perguruan tinggi yang sekitar lebih dari 800-an.
“Kalau profesornya itu hanya 1.700 sekian ini masih sangat sedikit,” ujarnya.
Dia mengimbau kepada dosen yang sudah bergelar doktor baik di kampus negeri maupun swasta, untuk segera mengurus jabatan fungsionalnya.
“Supaya jumlahnya lebih banyak lagi dan kita menyongsong Indonesia emas ya tahun 2045,” tegasnya.***






