Frensia.id – Kondisi carut marutnya penataan lapak dagang di Pasar Tanjung, Kecamatan Kaliwates, Jember, berujung mendapat banyak keluhan dari sejumlah pedagang.
Salah satu pedagang yang berada di lantai 2 Pasar Tanjung, Luluk Maesaroh, mengeluh bahwa selama ini banyak lapak yang berdiri secara sembarangan di sekitar atau bagian bawah Pasar Tanjung.
“Kan sudah ada undang-undang dari dulu pasar itu jarak 10 m (meter) dari pasar yang induk itu, seharusnya tidak ada pasar gitu loh,” kata Luluk, saat ditemui pada Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, keberadaan lapak dagang yang terlalu dekat dengan Pasar Tanjung dinilai tidak etis, karena mengganggu siklus penjualan pedagang yang berada di lantai atas.
“Tidak asal ada orang jual di situ oke, retribusi jalan, dibiarkan, semakin menjamur, semakin ke mana-mana,” tuturnya.
Lebih lanjut, Luluk juga mengeluh terkait waktu operasional pedagang yang berjualan di luar jam normal.
“Sudah dua kali ada aturan. Kalau jam segini tutup, jam segini buka. Tidak jalan, jalan seminggu habis gitu kembali lagi. Enggk main disiplin waktu. Kita tidak dikasih kesempatan untuk jualan,” keluhnya.
Lapaknya yang berada di lantai 2 Pasar Tanjung, dia buka mulai pukul 07.00 WIB dan tutup sekitar pukul 20.00 WIB.
Namun, waktu operasional tersebut, terganggu karena ada pedagang yang berada di bawah Pasar Tanjung, saat siang hari sudah mulai bersiap berjualan untuk waktu malam.
“Nah, nanti jam 12.00 WIB kita belum tutup, sudah buka lagi yang mau jual malam,” tuturnya.
Luluk menyarankan Pemkab Jember agar bersikap tegas dalam mengatasi masalah penataan lapak yang sembarangan berada di bagian bawah Pasar Tanjung.
“Kalau memang ada pasar di situ harus dinaikkan, disatukan. Kalau tidak muat, Pak Bupati harus bisa mengatur ya bagaimana menggabungkan,” ucapnya.
Selain itu, dia juga mengusulkan apabila masih tetap tidak muat jika digabungkan dengan Pasar Tanjung, maka Pemkab Jember dapat membangun pasar baru lagi.
“Ya bagaimana caranya Bupati. Entah dibuatkan pasar baru khusus untuk apa, kan harus ada ide seperti itu. Enggak cuma, enggak muat terus dibiarkan ke bawah,” tegasnya.***






