Emas hingga Daging Sapi Jadi Penyumbang Andil Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026

Wednesday, 5 August 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih (Foto: Humas BPS Jember).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih (Foto: Humas BPS Jember).

Frensia.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, telah merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2026, dengan komoditas penyumbang andil inflasi tahunan (year-on-year), yaitu emas perhiasan, beras, minyak goreng, bensin, daging sapi.

Adapun untuk komoditas emas perhiasan memberikan andil tertinggi, sebesar 0,60 persen dengan inflasi sebesar 35,31 persen.

Sedangkan komoditas penyumbang inflasi lainnya, yaitu beras dengan andil sebesar 0,24 persen, minyak goreng dengan andil sebesar 0,21 persen, bensin dengan andil 0,21 persen, dan daging sapi dengan andil sebesar 0,11 persen.

Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih, menyampaikan bahwa dari 5 komoditas tersebut, inflasi yang paling dirasakan masyarakat yaitu beras, minyak goreng, bensin, dan daging sapi.

Meskipun demikian, kata dia, komoditas emas memang memberikan andil inflasi terbesar secara statistik, tetapi perkembangan harganya, dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global dan tidak dikonsumsi secara rutin oleh seluruh rumah
tangga.

Baca Juga :  Kenaikan Indeks Dollar Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah

Menurutnya, pada Juli 2026, harga emas perhiasan meningkat sekitar 35,31 persen secara tahunan, sehingga memberikan andil inflasi sebesar 0,60 persen, dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya yaitu Juli 2025, dengan harga masih berada pada kisaran Rp 2,6 juta.

“Kenaikan ini memberikan andil yang cukup besar terhadap inflasi secara umum. Jadi, meskipun bukan kebutuhan pokok harian, lonjakan harga emas yang sangat tinggi mampu memberikan pengaruh besar terhadap inflasi tahunan,” kata Peni, saat dikonfirmasi pada Rabu (5/8/2026).

Lebih lanjut, Peni mengatakan bahwa beras juga masih menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi, baik secara bulanan (month-to-month), tahun kalender (year-to-date), maupun tahunan (year-on-year).

“Kenaikan harga beras dipengaruhi faktor berakhirnya masa panen raya, produksi gabah mulai menurun, sehingga harga gabah di tingkat petani cukup tinggi dan terus mengalami kenaikan,” tuturnya.

Baca Juga :  Pidato Ketua The Fed, Dianggap Memicu Penurunan Bitcoin hingga $77.000

Di sisi lain, inflasi tersebut, juga dipengaruhi adanya kenaikan biaya produksi, di mana sejumlah penggilingan mulai menghadapi kesulitan memperoleh pasokan gabah.

Selain itu, dari pihak petani mendorong kenaikan harga beras di pasaran.

BPS Jember mengimbau bahwa berdasarkan pola musiman beberapa tahun terakhir, komoditas yang perlu diwaspadai akan mengalami inflasi yaitu, beras, cabai, bawang merah, minyak goreng, bensin dan komponen pendidikan apabila masih terdapat penyesuaian biaya sekolah.

“Faktor cuaca, kelancaran distribusi, dan keseimbangan pasokan-permintaan akan menjadi penentu utama perkembangan inflasi pada bulan-bulan berikutnya,” tegasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kenaikan Indeks Dollar Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah
Keluhan Pedagang Pasar Tanjung Jember soal Pembiaran Penataan Lapak Dagang
Bitcoin Melonjak Hingga 4,76 %, Apa Sebabnya?
BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026 Berkat Konsisten Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Menjadi Paus di Pasar Saham, Apa Saja Portofolio Blackrock?
Pidato Ketua The Fed, Dianggap Memicu Penurunan Bitcoin hingga $77.000
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jember, Pemkab Bersama BI dan OJK Perkuat Kolaborasi Sektor Perbankan
BPS Catat Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026 Capai 2,53 Persen

Baca Lainnya

Thursday, 17 September 2026 - 12:01 WIB

Kenaikan Indeks Dollar Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah

Wednesday, 16 September 2026 - 19:15 WIB

Keluhan Pedagang Pasar Tanjung Jember soal Pembiaran Penataan Lapak Dagang

Friday, 4 September 2026 - 12:45 WIB

Bitcoin Melonjak Hingga 4,76 %, Apa Sebabnya?

Monday, 31 August 2026 - 17:44 WIB

BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026 Berkat Konsisten Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Monday, 31 August 2026 - 07:01 WIB

Menjadi Paus di Pasar Saham, Apa Saja Portofolio Blackrock?

TERBARU

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Humas UIN KHAS).

Educatia

Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor

Friday, 18 Sep 2026 - 14:41 WIB

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achamd Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Foto Pribadi).

Educatia

Ketua IKA UIN KHAS Jember Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Friday, 18 Sep 2026 - 14:35 WIB

Ilustrasi Nietzsche dan pernikahan (Sumber: AI)

Kolomiah

Pandangan Nietzsche Agar Pernikahan Tidak Berujung Cerai

Friday, 18 Sep 2026 - 13:28 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading