Kenaikan Indeks Dollar Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah

Thursday, 17 September 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi kenaikan indeks dollar (sumber: Pixabay)

ilustrasi kenaikan indeks dollar (sumber: Pixabay)

Frensia.id- Stockbit menilai kenaikan indeks dollar (DXY) mempunyai potensi untuk menekan nilai tukar rupiah, sehingga dapat memberikan beban terhadap IHSG. Hal tersebut sebagaimana dirilis pada Kamis (17/09/26) setelah Bank Sentral AS, The Fed menaikkan suku bunga.

“Kami menilai kenaikan DXY berpotensi menekan nilai tukar rupiah, sehingga dapat membebani IHSG,” papar Sekuritas Saham Indonesia tersebut.

Seperti yang telah diketahui bahwa Bank Sentral AS, The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar +25 bps ke kisaran 3,75–4% pada Rabu (16/9) waktu setempat, menandai kenaikan suku bunga AS yang pertama sejak 2023.

Keputusan untuk menaikkan suku bunga, diambil oleh The Fed dalam rangka menangani tekanan inflasi yang masih tinggi dan ekonomi AS yang dinilai masih kuat.

Baca Juga :  Peringati Hari Koperasi Ke-79, Dekopinda Jember Gelar Jalan Sehat hingga Gaet Puluhan UMKM

Lebih lanjut sekuritas saham Indonesia paling populer di kalangan trader ritel ini memberikan komentar bahwa tekanan terhadap IHSG bisa saja relative terbatas dikarenakan multiple rate hikes sudah diekspektasikan sebelumnya.

“Namun, mengingat bahwa multiple rate hikes sudah diekspektasikan sebelumnya, tekanan pada IHSG bisa saja relatif terbatas. Bursa Asia sendiri dibuka menguat tipis pada perdagangan hari ini, Kamis (17/9), dengan Nikkei dan Kospi masing–masing naik +0,6% dan +0,3% secara intraday,” jelas Stockbit.

Kebijakan moneter AS, untuk menurunkan inflasi dengan target 2% dianggap sebagai langkah yang diperlukan, ternyata mempunyai dampak terhadap pasar per penutupan Rabu (16/09/26).

Baca Juga :  BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026 Berkat Konsisten Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Diantara respon pasar atas tindakan yang dilakukan oleh Kevin Warsh, selaku Gubernur The Fed adalah harga emas ditutup turun -0,7% ke level US$4.263/oz, setelah sempat menguat sekitar +1,7% secara intraday, Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun AS naik sekitar +2 bps, Indeks dolar AS (DXY) naik +0,6% ke level 100,3, Indeks S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones masing–masing turun -0,45%, -0,01%, dan -1,2%.

Dollar yang merupakan bosnya uang dunia, maka setiap kebijakan moneter yang mengikatnya akan berimbas kepada kondisi pasar global, termasuk rupiah. Oleh karena itu agar tidak tertekan dan tertawan kebijakan AS, maka harus ada antisipasi dari pemerintah Indonesia.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Keluhan Pedagang Pasar Tanjung Jember soal Pembiaran Penataan Lapak Dagang
Bitcoin Melonjak Hingga 4,76 %, Apa Sebabnya?
BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026 Berkat Konsisten Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Menjadi Paus di Pasar Saham, Apa Saja Portofolio Blackrock?
Pidato Ketua The Fed, Dianggap Memicu Penurunan Bitcoin hingga $77.000
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jember, Pemkab Bersama BI dan OJK Perkuat Kolaborasi Sektor Perbankan
Emas hingga Daging Sapi Jadi Penyumbang Andil Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026
BPS Catat Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026 Capai 2,53 Persen

Baca Lainnya

Thursday, 17 September 2026 - 12:01 WIB

Kenaikan Indeks Dollar Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah

Wednesday, 16 September 2026 - 19:15 WIB

Keluhan Pedagang Pasar Tanjung Jember soal Pembiaran Penataan Lapak Dagang

Friday, 4 September 2026 - 12:45 WIB

Bitcoin Melonjak Hingga 4,76 %, Apa Sebabnya?

Monday, 31 August 2026 - 17:44 WIB

BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026 Berkat Konsisten Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Monday, 31 August 2026 - 07:01 WIB

Menjadi Paus di Pasar Saham, Apa Saja Portofolio Blackrock?

TERBARU

ilustrasi kenaikan indeks dollar (sumber: Pixabay)

Economia

Kenaikan Indeks Dollar Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah

Thursday, 17 Sep 2026 - 12:01 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading