Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jember, Pemkab Bersama BI dan OJK Perkuat Kolaborasi Sektor Perbankan

Tuesday, 18 August 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember, Muhammad Fawait (tengah) saat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dalam acara high level dialogue dengan pimpinan perbankan se-Kabupaten Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Bupati Jember, Muhammad Fawait (tengah) saat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dalam acara high level dialogue dengan pimpinan perbankan se-Kabupaten Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.Id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) menggelar high level dialogue dengan pimpinan perbankan se-Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut berlangsung di kantor OJK Jember, pada Selasa (18/8/2026) siang hari.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengungkapkan bahwa potensi perekonomian di Kabupaten Jember sangat besar. Hal itu dibuktikan dari angka pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2026 yang menembus angka 6,32 persen.

“Jember ini merupakan kabupaten dengan pertumbuhan tertinggi di wilayah Sekarkijang, 6,32%. Forum ini adalah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap tinggi, namun juga bukan hanya tinggi tapi juga inklusif dan berkelanjutan,” katanya, Selasa (18/8/2026).

Selanjutnya dia menekankan bahwa selain belanja pemerintah (APBD dan APBN), sektor investasi menjadi kunci utama pendorong laju ekonomi daerah. Apalagi, Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan wilayah Jember mencatatkan angka tertinggi di kawasan Sekarkijang.

“Ada potensi dana pihak ketiga yang bisa dioptimalkan di Kabupaten Jember, karena DPK di sini paling tinggi di Sekarkijang. Kita dorong supaya disalurkan lebih optimal pada semester kedua demi pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Jember Tekankan Pentingnya Persatuan dan Peningkatan Layanan Publik saat Peringati HUT ke 81 RI

Untuk menjaga keberlanjutan kerja sama, Pemkab Jember berencana membentuk forum rutin hingga grup komunikasi khusus antara perbankan, Pemkab, BI, dan OJK. Langkah ini dilakukan untuk menjembatani potensi investasi serta menyelesaikan berbagai kendala di lapangan, seperti penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Soal tata ruang, kita berkomitmen menjaga ketahanan pangan melalui Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang jumlahnya justru bertambah. Kita siap menyukseskan program nasional tanpa mengorbankan program strategis lain seperti pembangunan 3 juta rumah,” paparnya.

“Akhir tahun nanti insyaAllah kita akan kemasukan investor sekitar Rp 1,5 triliun sampai Rp 2 triliun di sektor penanganan sampah,” tambahnya.

Selain investasi swasta, adanya wacana pemanfaatan pinjaman/dana talangan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) turut menambah optimisme percepatan pembangunan di Jember. Dana tersebut rencananya bakal dialokasikan untuk pemenuhan infrastruktur dasar secara masif.

“Daripada kita membangun infrastruktur dicicil setiap tahun di 2027, 2028, 2029, sampai 2030, lebih baik kita tarik semua ke 2027. Sehingga kebutuhan sektor ekonomi riil—seperti jalan, penerangan jalan, air, hingga listrik dari pengolahan sampah—bisa cepat terpenuhi dan investor makin optimistis menanamkan modalnya di Jember,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pidato Ketua The Fed, Dianggap Memicu Penurunan Bitcoin hingga $77.000

Sementara itu, kepala OJK Jember, Aris Budiman menyampaikan, bahwa dialog tingkat tinggi ini dirancang khusus untuk membangun komunikasi langsung. Antara sektor perbankan, Pemkab Jember, serta regulator keuangan.

“High-level dialogue ini memang sengaja diselenggarakan untuk mempertemukan para bankers dan pimpinan perbankan di wilayah Jember, baik Himbara, BPD, maupun bank swasta. Kita kumpulkan untuk bertemu langsung dengan Pemkab Jember, BI, dan OJK guna menyamakan persepsi,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, kepala BI Jember, Iqbal Reza Nugraha menambahkan, sinergi ini memiliki dua sasaran utama. Pertama, untuk meningkatkan kinerja industri perbankan di daerah.

“Kedua, ialah memastikan perbankan dapat berfokus mendukung Pemkab Jember dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026 Berkat Konsisten Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Menjadi Paus di Pasar Saham, Apa Saja Portofolio Blackrock?
Pidato Ketua The Fed, Dianggap Memicu Penurunan Bitcoin hingga $77.000
Emas hingga Daging Sapi Jadi Penyumbang Andil Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026
BPS Catat Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026 Capai 2,53 Persen
Peringati Hari Koperasi Ke-79, Dekopinda Jember Gelar Jalan Sehat hingga Gaet Puluhan UMKM
Dewan Komisioner OJK: Industri Keuangan adalah Industri Kepercayaan
Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih

Baca Lainnya

Monday, 31 August 2026 - 17:44 WIB

BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026 Berkat Konsisten Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Monday, 31 August 2026 - 07:01 WIB

Menjadi Paus di Pasar Saham, Apa Saja Portofolio Blackrock?

Sunday, 30 August 2026 - 07:19 WIB

Pidato Ketua The Fed, Dianggap Memicu Penurunan Bitcoin hingga $77.000

Tuesday, 18 August 2026 - 16:26 WIB

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jember, Pemkab Bersama BI dan OJK Perkuat Kolaborasi Sektor Perbankan

Wednesday, 5 August 2026 - 17:30 WIB

Emas hingga Daging Sapi Jadi Penyumbang Andil Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026

TERBARU

Ahli Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Prof. Zainal Arifin Mochtar. (Foto: Tangkapan Layar YouTube @uchange).

Educatia

Uceng Buka “Minggu Buku”: Bahan Bakar Perubahan adalah Buku

Wednesday, 2 Sep 2026 - 22:57 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading