Dewan Komisioner OJK: Industri Keuangan adalah Industri Kepercayaan

Saturday, 27 June 2026 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, Dicky Kartikoyono, saat sambutan di acara pengukuhan kepala OJK Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, Dicky Kartikoyono, saat sambutan di acara pengukuhan kepala OJK Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, Dicky Kartikoyono, menyampaikan bahwa OJK merupakan lembaga yang tidak hanya mengurusi keuangan, tapi juga memberikan kepercayaan pada masyarakat dalam perlindungan konsumen.

“Karena industri keuangan adalah industri kepercayaan,” kata Dicky, saat sambutan dalam acara pengukuhan kepala OJK Jember, di Hotel Aston, pada Jum’at (26/6/2026).

Dicky mengatakan bahwa rasa kepercayaan sekarang telah tergantikan dengan petaka digital.

“Sekarang semua tingkat kehati-hatian yang sehat akan semakin tinggi, yang ilegal makin menjadi-jadi,” ujarnya.

Baca Juga :  BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi

Menurutnya, hal itu karena kondisi masyarakat kini sudah memasuki fase krisis jeratan pinjaman online (Pinjol) dan judi online (Judol).

Kata Dicky tugas dari OJK dalam menangani masalah tersebut, yaitu dengan memberikan pemahaman pada masyarakat agar mereka sadar dampak dari judol dan pinjol.

“Karena salah satu tugas kami yang terberat adalah melakukan literasi dan perlindungan konsumen,” kata dia.

Lebih lanjut, dia menyoroti kondisi masyarakat yang kini tidak mempunyai kendali, ketika dihadapkan dengan sebaran tautan link pada layar ponselnya.

“Ketika semua pembiayaan enjoy fingerprint, tapi tidak punya kendali. Mereka klik, klik, klik, ini itu nggak tahunya sudah terjerat,” tuturnya.

Baca Juga :  Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih

Dicky menyebut bahwa kondisi yang demikian, disebut dengan Compounded Interest Rate atau suku bunga majemuk.

“Padahal itu bunga harian, bunga berbunga. Yang semuanya, akhirnya mengharapkan pada gali lubang tutup lubang,” kata dia.

Dicky menegaskan bahwa hal itu sama halnya pembayaran hutang dengan menambah hutang lagi.

“Pinjamannya luar biasa. Pembayaran hutang dengan hutang yang lain, yang lebih berat,” tuturnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih
BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi
Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah
Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik
Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah
Harga Minyakita Naik, Pedagang di Jember Stop Penjualan
Gas Elpiji 3 Kg di Jember Langka-Mahal, Pertamina Gelar Operasi Pasar
Perajin Tahu di Mangli Jember Keluhkan Efek Domino Naiknya Harga Kedelai

Baca Lainnya

Saturday, 27 June 2026 - 16:44 WIB

Dewan Komisioner OJK: Industri Keuangan adalah Industri Kepercayaan

Thursday, 4 June 2026 - 10:36 WIB

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih

Monday, 25 May 2026 - 14:00 WIB

BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi

Friday, 22 May 2026 - 19:32 WIB

Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah

Friday, 22 May 2026 - 18:34 WIB

Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik

TERBARU

Regionalia

Prof. Hefni: Rektor Tawadhu yang Membumi

Friday, 26 Jun 2026 - 13:12 WIB

Dicky Kartikoyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen saat sambutan di acra pengukuhan kepala OJK Jember (Foto: Fadli/Frensia).

News

OJK akan Luncurkan Aplikasi 157 untuk Cegah Scam

Friday, 26 Jun 2026 - 13:00 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading