Frensia.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, telah menemukan sebanyak 271 orang terdiagnosa penderita Tuberkulosis (TBC) per Juni 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Rita Wahyuningsih, menyampaikan bahwa dalam menemukan penderita TBC tersebut, pihaknya melalukan kegiatan Active Case Finding (ACF).
“Metodenya adalah melakukan pemeriksaan radiologis atau pemeriksaan rontgen,” kata Rita, saat dihubungi melalui WhatsApp, pada Jum’at (31/7/2026).
Kata Rita ada sekitar 17.000 orang yang sudah dilakukan skrining TBC dengan pemeriksaan rontgen dari seluruh lokus atau puskesmas di Kabupaten Jember.
Lebih lanjut, dia mengatakan dari jumlah total 17.000, pihaknya menemukan sekitar 304 orang yang terduga penderita TBC.
Setelah itu pihaknya melakukan pemeriksaan kembali, untuk menemukan jumlah orang yang positif penderita TBC.
“Nah dari 304 orang terduga TBC itu, akhirnya kita lakukan pemeriksaan lanjutan dengan tes dahak, kita mendapatkan sekitar 271 orang terdiagnosa TBC begitu,” tuturnya.
Menurut Rita, tren dari jumlah penderita TBC di Kabupaten Jember selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Kalau berbicara penemuan itu setiap tahunnya Kabupaten Jember ini pasti trennya meningkat begitu,” ujarnya.
Rita juga menyampaikan dengan hadirnya Program Home Care di Kabupaten Jember, yang melayani pasien langsung ke rumahnya, bisa sekaligus memudahkan dalam pemantauan penderita TBC.
“Malah dengan adanya home care ini akan lebih baik lagi, karena ada kemudahan akses juga iya kan,” tuturnya.
Sebab menurut Rita, Program Home Care tidak hanya tidak hanya untuk melayani ibu hamil, balita stunting, tetapi juga untuk masyarakat dengan penyakit tidak kronik yang mengalami kendala akses ke rumah sakit.
Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara nomor 2 kasus tuberkulosis (TBC) di dunia.
Menurutnya, dengan adanya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jember, dia meminta khusus untuk penderita TBC agar menyertakan foto rontgen saat periksa di rumah sakit.
“Maka program dari pada presiden melakukan cek kesehatan gratis khusus yang tuberkulosis ditambahin foto rontgen,” kata dia, saat peluncuran Program Home Care di Puskesmas Sumbersari, Jember, pada Jum’at (24/7/2026), pekan lalu.
Lebih lanjut, dia juga mengatakan pihaknya akan melakukan kegiatan tracing untuk memeriksa kesehatan paru-paru anggota keluarga di setiap daerah, khususnya di Kabupaten Jember.
“Kami menyiapkan anggarannya ini baik untuk yang melakukan pekerjaan ini, sehingga bisa dikerjakan di desa-desa. Sehingga kasus TBC di Jember bisa turun,” tuturnya.
Dia berharap dengan kegiatan tracing tersebut, kasus TBC di Kabupaten Jember pada tahun 2028 hingga 2029 bisa turun drastis.






