Frensia.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait, memastikan bahwa program revitalisasi bangunan sekolah di Kabupaten Jember pada tahun 2026 meningkat 100 persen, dibandingkan tahun 2025.
Pernyataan itu, dia sampaikan saat setelah menghadiri Rapat Paripurna ke IV DPRD Jember, dalam agenda Persetujuan bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Kantor DPRD Jember, pada Senin (14/9/2026) siang.
“(Tahun) 2025 itu sudah pecah rekor selama Jember berdiri. Hari ini insyaallah akan lebih banyak lagi. Baik sekolah negeri, bahkan angkanya lebih banyak untuk sekolah-sekolah swasta,” kata dia.
Revitalisasi sekolah akan menyasar beberapa jenjang pendidikan, di antaranya; PAUD, TK, SD, SMP.
Menurut bupati yang sering disapa Gus Fawait itu, menyampaikan program revitalisasi tersebut, merupakan bentuk keadilan dan komitmen dari Pemerintah Kabupaten Jember untuk bersinergi dengan pemerintah pusat.
Kata Gus Fawait, di era Presiden Prabowo Subianto, program revitalisasi sekolah tersebut ingin menjadi yang terbesar dalam sejarah.
“Tapi kan kabupaten di Indonesia banyak. Nah, kita perlu jemput,” tuturnya.
Oleh karena itu, dia meminta kepada anggota DPRD Jember, apabila berkunjung ke pemerintah pusat di Jakarta, bisa membawa bantuan anggaran yang berlipat-lipat untuk Kabupaten Jember.
Gus Fawait berharap dengan sinergi kinerja antara eksekutif dan legislatif di daerah, sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan dan menaikkan pertumbuhan ekonomi.
“Nanti istilah Jember baru Jember maju tidak hanya menjadi slogan tapi pembuktian,” ucapnya.
Lebih lanjut, menanggapi dengan masih adanya pihak mengkritik terkait kinerjanya selama menjadi Bupati, menurut dia, hal itu merupakan bagian dari sistem demokrasi.
“Kalau kritik-kritik membangun beda dengan mencaci maki ya. Kalau mencaci maki itu bukan budaya kita lah. Kalau mengkritik, mengkritik itu ada dasarnya biasanya. Dasarnya teori, data, dan kalau kritik membangun, bahkan kasih solusi,” tegasnya.***






