Frensia.id – Kenaikan harga MinyaKita mulai dirasakan para pelaku usaha di Kabupaten Jember.
Harga MinyaKita yang semula Rp 18 ribu, kini naik menjadi Rp 23 ribu.
Salah satu pelaku usaha, Yunarika, asal Kecamatan Sukowono, Jember, mengatakan bahwa sejak kenaikan harga Minyakita, dirinya sudah tidak lagi menstok di tokonya.
“Minyak kita di pasaran Rp 240.000 an itu, cuma saya lama sudah nggak ngambil soalnya naik. Nah, Rp 240.000 satu karton,” kata dia, pada Kamis (23/4/2026).
Selain itu, Yuna menyebut bahwa sejumlah merek lain juga naik, seperti Minyak Fortune dengan per liter berharga Rp 21.600.
Sementara itu, menanggapi naiknya harga minyak. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag), Jember, Sartini, menyampaikan bahwa kenaikan harga karena para pedagang banyak yang tidak memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Sebab, kata dia, sebagaimana Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat, pedagang yang ingin mengambil distribusi minyak bersubsidi harus memiliki NIB.
“Saat akan kita bantu membuat NIB, pedagang kan harus punya (HP) Android. Nah, pedagang rata-rata tidak punya HP Android,” kata dia.
Kata Sartini harga minyak naik juga dipicu adanya tren kenaikan harga plastik.
Sementara bahan baku plastik berasal dari minyak yang diimpor dari Timur Tengah. Pihaknya, kini sedang berusaha mencari solusi agar harga minyak kembali normal.
Dia berharap dengan naiknya harga minyak, masyarakat bisa terbiasa mengonsumsi makanan yang dikukus.






