Harga Minyakita Naik, Pedagang di Jember Stop Penjualan

Thursday, 23 April 2026 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deretan merk minyak di salah satu toko yang berada di dekat Pasar Tanjung, Jember, (Foto: Istimewa).

Deretan merk minyak di salah satu toko yang berada di dekat Pasar Tanjung, Jember, (Foto: Istimewa).

Frensia.id – Kenaikan harga MinyaKita mulai dirasakan para pelaku usaha di Kabupaten Jember.

Harga MinyaKita yang semula Rp 18 ribu, kini naik menjadi Rp 23 ribu.

Salah satu pelaku usaha, Yunarika, asal Kecamatan Sukowono, Jember, mengatakan bahwa sejak kenaikan harga Minyakita, dirinya sudah tidak lagi menstok di tokonya.

“Minyak kita di pasaran Rp 240.000 an itu, cuma saya lama sudah nggak ngambil soalnya naik. Nah, Rp 240.000 satu karton,” kata dia, pada Kamis (23/4/2026).

Selain itu, Yuna menyebut bahwa sejumlah merek lain juga naik, seperti Minyak Fortune dengan per liter berharga Rp 21.600.

Baca Juga :  Akademisi Ekonomi UNEJ Tawarkan Solusi untuk Pemerintah dan UMKM saat Harga Plastik Naik

Sementara itu, menanggapi naiknya harga minyak. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag), Jember, Sartini, menyampaikan bahwa kenaikan harga karena para pedagang banyak yang tidak memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Sebab, kata dia, sebagaimana Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat, pedagang yang ingin mengambil distribusi minyak bersubsidi harus memiliki NIB.

Baca Juga :  Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah

“Saat akan kita bantu membuat NIB, pedagang kan harus punya (HP) Android. Nah, pedagang rata-rata tidak punya HP Android,” kata dia.

Kata Sartini harga minyak naik juga dipicu adanya tren kenaikan harga plastik.

Sementara bahan baku plastik berasal dari minyak yang diimpor dari Timur Tengah. Pihaknya, kini sedang berusaha mencari solusi agar harga minyak kembali normal.

Dia berharap dengan naiknya harga minyak, masyarakat bisa terbiasa mengonsumsi makanan yang dikukus.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi
Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah
Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik
Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah
Gas Elpiji 3 Kg di Jember Langka-Mahal, Pertamina Gelar Operasi Pasar
Perajin Tahu di Mangli Jember Keluhkan Efek Domino Naiknya Harga Kedelai
Kepala BGN Resmikan Dapur MBG di Ponpes Nurul Chotib Jombang Jember
Intervensi Harga Pangan, Pertamina Gelar Pasar Murah Sembako Rp 30 Ribu di Jember

Baca Lainnya

Monday, 25 May 2026 - 14:00 WIB

BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi

Friday, 22 May 2026 - 19:32 WIB

Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah

Friday, 22 May 2026 - 18:34 WIB

Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik

Thursday, 21 May 2026 - 14:25 WIB

Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah

Thursday, 23 April 2026 - 16:40 WIB

Harga Minyakita Naik, Pedagang di Jember Stop Penjualan

TERBARU

Camat Semboro, Kabupaten Jember, Ahmad Fauzi saat ditemui di kantor kecamatan (Foto: Sigit/Frensia).

Politia

Ini Hasil Sidak-Supervisi Satgas MBG Jember di Kecamatan Semboro

Saturday, 30 May 2026 - 00:16 WIB