Gus Fawait Sampaikan Nota Pengantar Perubahan APBD 2026, Fokuskan Anggaran Program Prioritas dan Pembangunan

Wednesday, 2 September 2026 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember, Muhammad Fawait, setelah menghadiri sidang Paripurna pembacaan Nota Pengantar Perda Perubahan APBD 2026. (Foto: Fadli/Frensia).

Bupati Jember, Muhammad Fawait, setelah menghadiri sidang Paripurna pembacaan Nota Pengantar Perda Perubahan APBD 2026. (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa akan memfokuskan alokasi anggaran pada perubahan APBD 2026 untuk program prioritas dan pembangunan infrastruktur.

“Anggaran 2026 kita fokus di beberapa hal. Yang pertama adalah perbaikan pelayanan publik dan kebutuhan dasar, termasuk pengentasan kemiskinan, perlindungan sosial, kemudian juga mewujudkan sumber daya manusia yang tinggi dan setara,” kata dia, saat Rapat Paripurna dalam acara pembacaan Nota Pengantar Raperda Perubahan APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2026, di Gedung DPRD Jember, pada Selasa (1/9/2026).

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu, mengatakan bahwa anggaran yang digelontorkan, telah sesuai sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Menurut Gus Fawait, tujuan dari alokasi anggaran tersebut untuk membangun demokrasi yang profesional dan mewujudkan infrastruktur yang berkualitas serta penataan kota berlandaskan pembangunan berkelanjutan.

Kata dia, perubahan anggaran untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan pembangunan pertanian pangan.

“Itu menjadi fokus di tahun 2026 dan itu sudah ada dalam RPJMD dan RKPD kita, sehingga insyaallah sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku,” tuturnya.

Baca Juga :  Sapa Masyarakat, David Handoko Seto Ajak Warga Kawal Proyek Infrastruktur hingga Makan Bergizi Gratis

Lebih lanjut, Gus Fawait mengatakan kapasitas fiskal atau kemampuan keuangan untuk perubahan APBD Kabupaten Jember tahun 2026 telah mengalami defisit senilai Rp 648,22 miliar.

“Defisit ini bukan hutang ya. Jadi berbeda. Defisit itu bukan kekurangan uang. Bukan berarti Jember APBD-nya kurang, tetapi ini bagian dari strategi kita untuk mengakomodir atau menyeimbangkan tahun sebelumnya,” ucapnya.

Sebab, rata-rata anggaran yang diserap oleh Pemkab Jember hanya sebanyak 90 persen.

“Kalau 90 persen berarti akan kami simpan 10 persen, dari total anggaran. Sehingga untuk mengantisipasi itu, maka ada istilah defisit di tahun 2026 akan ditutupi SiLPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) tahun 2025,” ujarnya.

Gus Fawait juga menyampaikan bahwa Kabupaten Jember akan dapat tambahan transfer keuangan daerah sebanyak Rp 223 miliar, melalui Dana Bagi Hasil (DBH) maupun Dana Alokasi Umum (DAU) di tahun 2026.

“Jadi Jember tidak pernah kekurangan uang dan saya yakin atas lobi-lobi bapak-Ibu anggota DPRD insyaallah dana transfer dari pusat tahun 2027, akan jauh lebih besar lagi dari tahun 2026,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab Jember akan Optimalkan Dana Investasi untuk Pembangunan Daerah

Sementara itu, Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, menyampaikan untuk proses pembahasan perubahan anggaran APBD 2026, sudah di tahap pembacaan nota pengantar bupati.

“Sebelumnya itu ada pembahasan namanya KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Angaran Sementara) antara TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dengan badan anggaran. Ada beberapa program prioritas yang akan disesuaikan dengan RPJMD maupun RKPD,” kata Halim.

Lebih lanjut, Halim berkata bahwa target yang dicapai dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah kesejahteraan.

Oleh karena itu, untuk mencapai kesejahteraan, pihak eksekutif mempunyai strategi, salah satunya melalui adanya program atau kegiatan.

“Misalkan adalah strategi pendidikan. Bagaimana pendidikan meningkatkan nilai IPM (Indeks Pembangunan Manusia),” tuturnya.

Sebab, penentu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di suatu daerah, dapat dilihat dari IPM-nya sudah tinggi atau rendah. (***)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Mantan Kepala BKPSDM Jember Ngaku 2 Kali Surati Inspektorat Usut Polemik ASN 13 Hari Bolos Kerja
Mangkir Kerja 13 Hari Pejabat Pemkab Jember Dilaporkan ke BKN, Rupanya Bermasalah Sejak di Bawaslu
Bupati Jember Bagikan Makanan ke Warga saat Tinjau Antrean BBM di SPBU
Tinjau Antrean BBM di SPBU, Bupati Jember Minta Pertamina Buka Rute Cadangan
Pemkab Jember dan DPRD Setujui KUA PPAS 2027
Gus Fawait: Atasi Masalah Kemiskinan Harus dengan Data
Antrean SPBU Jember Mengular Gus Fawait Panggil Pertamina
Pemkab Jember Kawal Pemulangan Jenazah PMI Asal Arjasa yang Meninggal di Malaysia

Baca Lainnya

Friday, 11 September 2026 - 20:44 WIB

Mantan Kepala BKPSDM Jember Ngaku 2 Kali Surati Inspektorat Usut Polemik ASN 13 Hari Bolos Kerja

Thursday, 10 September 2026 - 21:33 WIB

Mangkir Kerja 13 Hari Pejabat Pemkab Jember Dilaporkan ke BKN, Rupanya Bermasalah Sejak di Bawaslu

Wednesday, 9 September 2026 - 00:46 WIB

Bupati Jember Bagikan Makanan ke Warga saat Tinjau Antrean BBM di SPBU

Tuesday, 8 September 2026 - 22:46 WIB

Tinjau Antrean BBM di SPBU, Bupati Jember Minta Pertamina Buka Rute Cadangan

Tuesday, 8 September 2026 - 16:32 WIB

Pemkab Jember dan DPRD Setujui KUA PPAS 2027

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading