Gus Fawait Usul Setiap Anggota DPRD Jember Punya Tenaga Ahli

Tuesday, 1 September 2026 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember, Muhammad Fawait  setelah menghadiri Rapat Paripurna Perubahan APBD 2026 di Gedung DPRD Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Bupati Jember, Muhammad Fawait setelah menghadiri Rapat Paripurna Perubahan APBD 2026 di Gedung DPRD Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengusulkan agar setiap anggota DPRD Jember mempunya tenaga ahli (TA), agar dalam menjalankan fungsi legislatif bisa lebih presisi dan kredibel.

“Saya ingin bahwa ada penguatan lagi di DPRD. Jadi, mungkin nanti kita bisa wacanakan setiap anggota DPRD punya staf ahli, sehingga nanti beliau-beliau (anggota dewan), bisa menyampaikan fungsi-fungsinya lebih kuat lagi,” kata dia, setelah menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jember dalam acara Penyampaian Nota Pengantar Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, di DPRD Jember, Selasa (1/9/2026).

Alasan munculnya usulan tersebut, mengingat bahwa dirinya sebelum menjabat sebagai Bupati, merupakan seorang anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.

“Karena saya juga 10 tahun, jadi anggota DPRD merupakan sesuatu yang sangat sehat. Bahwa ada pemikiran-pemikiran dan DPRD menjalankan 3 fungsi, salah satunya adalah controlling,” kata dia.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu, menyoroti masih adanya miskomunikasi dalam setiap rapat baik komisi, Badang Anggaran (Banggar), maupun Kebijakan Umum Angaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Baca Juga :  Semarak HUT ke-81 RI di Jember: Gus Fawait Gelar Konser Gratis Ndarboy Genk hingga Doa 7 Agama

Gus Fawait mencontohkan ketika ada sebuah program Pemkab Jember, yang masih bersifat sementara dan perlu diajukan serta didiskusikan lebih lanjut di DPRD, namun fatalnya hal itu sudah disampaikan kepada publik, saat rapat Kebijakan Umum Angaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

“Kalau masih di KUA PPAS, S-nya kan sementara. Jadi, itu masih bisa didiskusikan dan memberi kesempatan kepada DPRD untuk menjalankan fungsi sebagai pengawas atau kontrol dari eksekutif,” tuturnya.

Menurut dia, forum rapat tersebut, akan berbeda lagi, ketika sudah masuk pembahasan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

“Kalau sudah di DPA itu berarti kan sudah fix anggarannya, fix programnya,” ucapnya.

Kata Gus Fawait, dengan adanya tenaga ahli bisa memudahkan untuk diajak berdiskusi terkait masalah APBD, sehingga tidak sampai terjadi miskomunikasi.

“Tapi ketika ada unsur staf ahli atau tenaga ahli. Tentu itu tidak bisa kita putuskan di Jember. Itu harus diajukan juga pada kementerian terkait, apakah diperbolehkan DPRD Jember itu punya tenaga ahli atau staf ahli,” ujarnya.

Baca Juga :  Soroti Dana Talangan Rp 786 M, PKB Jember: TAPD Gagal Yakinkan DPRD

Lebih lanjut, Gus Fawait menjelaskan ketika pembahasan APBD antara Badan Anggaran (Banggar) dengan Tim Angggaran Pemerintah Daerah (TAPD), maka tidak perlu ada rekomendasi dari komisi DPRD kepada eksekutif.

“Nah, nanti pembahasan lebih detailnya ketika sudah jadi RKA (Rencana Kerja dan Anggaran) baru di komisi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, menyampaikan bahwa sebenarnya di DPRD Jember sudah ada tenaga ahli.

Hanya saja, kata Halim ternyata saat Gus Fawait di DPRD provinsi, masing-masing anggota mendapatkan satu orang tenaga ahli.

Menurutnya, dengan adanya usulan tersebut, pihaknya akan berkonsultasi untuk mengkajinya kembali, apakah telah memenuhi syarat peraturan perundang-undangan.

“Bupati mengusulkan agar setiap anggota DPRD didampingi satu orang tenaga ahli. Dalam hal apa? Karena memang rata-rata anggota dewan itu kan pejabat politis, bukan pejabat teknis. Tidak punya keahlian khusus,” tegasnya.

Oleh karena itu, kata Halim, orang yang mempunyai keahlian khusus dimiliki oleh tenaga profesional. (***)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Resmikan Kantor Baru Jember, PSI Bagikan Sembako ke 100 Ojol
Bupati Jember Gus Fawait Resmikan Jembatan Gantung Lembung Lanjheng di Sukowiryo-Jelbuk
Tanggapan Bakesbangpol Jember Soal Isu Eks Pegawai Bolos Kerja 13 Hari Malah Naik Jabatan
“NU Kuat, Indonesia Kuat; NU Berkhidmat, Indonesia Bermartabat”, Pesan Prabowo di Muktamar ke-35 NU
Prabowo Ingin Kartu NU di Muktamar ke-35, Gus Yahya Disebut Masih “Berutang”
Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo: “Saya Tidak Mengatur Ini Semua”
PSI Jember Tegaskan Kantor Baru Hasil Gotong Royong Kader, Tak Gunakan Aset Pemkab
Pertaruhkan Jabatan, Pimpinan DPR Janji RUU Perampasan Aset Diketok 15 Desember 2026

Baca Lainnya

Tuesday, 1 September 2026 - 20:28 WIB

Gus Fawait Usul Setiap Anggota DPRD Jember Punya Tenaga Ahli

Monday, 31 August 2026 - 16:59 WIB

Resmikan Kantor Baru Jember, PSI Bagikan Sembako ke 100 Ojol

Friday, 28 August 2026 - 17:55 WIB

Bupati Jember Gus Fawait Resmikan Jembatan Gantung Lembung Lanjheng di Sukowiryo-Jelbuk

Friday, 28 August 2026 - 15:41 WIB

Tanggapan Bakesbangpol Jember Soal Isu Eks Pegawai Bolos Kerja 13 Hari Malah Naik Jabatan

Thursday, 27 August 2026 - 23:44 WIB

“NU Kuat, Indonesia Kuat; NU Berkhidmat, Indonesia Bermartabat”, Pesan Prabowo di Muktamar ke-35 NU

TERBARU

Bupati Jember, Muhammad Fawait  setelah menghadiri Rapat Paripurna Perubahan APBD 2026 di Gedung DPRD Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Gus Fawait Usul Setiap Anggota DPRD Jember Punya Tenaga Ahli

Tuesday, 1 Sep 2026 - 20:28 WIB

Gambar Rumah di Kembiritan Banyuwangi Diamuk Si Jago Merah Siang Bolong (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Rumah di Kembiritan Banyuwangi Diamuk Si Jago Merah Siang Bolong

Tuesday, 1 Sep 2026 - 19:54 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading