FRENSIA.ID– Kebakaran menghanguskan sebuah rumah milik Mujaini alias Jaini di Dusun Krajan 1, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Selasa (01/09/26) siang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Api diduga pertama kali muncul dari bagian atap rumah saat Mujaini tengah tertidur seorang diri di dalam kamar.
Ketua RT 03 RW 01 Dusun Krajan 1, Untung AS, mengatakan pemilik rumah baru menyadari adanya kebakaran setelah merasakan hawa panas dari kobaran api.
“Api pertama kali muncul dari bagian atap. Pak Mujaini waktu itu sedang tertidur pulas di kamar. Beliau baru sadar setelah merasakan hawa panas dari api. Begitu tahu rumahnya terbakar, beliau langsung bangun dan berlari keluar untuk menyelamatkan diri,” ujar Untung AS saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurut Untung, saat kebakaran terjadi Mujaini berada seorang diri di dalam rumah. Sementara anak-anaknya sedang berada di luar rumah untuk bekerja dan bersekolah.
“Memang saat kejadian Pak Mujaini sendirian di rumah. Anak-anaknya tidak ada, karena ada yang sedang bekerja dan ada yang sekolah,” jelasnya.
Untung menuturkan, kobaran api dengan cepat membesar. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat panik setelah melihat kepulan asap tebal membumbung dari rumah tersebut.
“Asapnya tebal sekali dan api cepat membesar. Warga langsung berdatangan setelah mengetahui ada kebakaran. Kami berusaha membantu semampunya sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran,” ungkapnya.
Cepatnya api merambat diduga turut dipengaruhi kondisi bangunan rumah yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar, seperti kayu. Selain itu, angin yang cukup kencang membuat kobaran api semakin cepat menjalar ke seluruh bagian rumah.
“Bangunannya banyak menggunakan kayu dan asbes. Ditambah angin saat itu cukup kencang, sehingga api cepat sekali merambat. Dalam waktu singkat hampir seluruh bagian rumah sudah terbakar,” kata Untung.
Warga kemudian berupaya melakukan penanganan awal untuk mencegah api merembet ke bangunan di sekitar lokasi. Petugas pemadam kebakaran bersama jajaran TNI-Polri dan masyarakat juga dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Hingga sekitar pukul 14.45 WIB, petugas masih melakukan proses pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian. Kondisi bangunan yang telah terbakar membuat petugas harus memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Yang paling penting Pak Mujaini selamat. Setelah berhasil keluar rumah, warga langsung membantu. Kami juga khawatir api merembet ke rumah warga lainnya,” imbuh Untung.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, bangunan rumah milik Mujaini dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga sebagian besar bangunan hangus terbakar.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Kerugian material akibat peristiwa tersebut juga masih dalam proses pendataan. (Qhobid Z)







