FRENSIA.ID– Kontestasi pemilihan Kepala Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, mulai menarik perhatian. Salah satu nama yang menyatakan siap maju sebagai bakal calon kepala desa adalah M. Ainur Ridlo, M.Si.
Di usianya yang masih 34 tahun, pria yang sehari-hari biasa dipanggil Ridlo ini membawa gagasan “Kedungrejo Ceria”. Ia menawarkan konsep desa yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan pendidikan, pelayanan masyarakat, kehidupan sosial, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Tagline yang diusung pun cukup sederhana, tetapi sarat makna: “Cerdas, Energik, Ramah, Indah, Amanah.”
Latar belakang Ridlo cukup beragam. Sebelum terjun lebih jauh dalam aktivitas organisasi dan kemasyarakatan, ia pernah menjadi fasilitator masyarakat pedesaan di Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 2015.
Setahun berselang, Ridlo masuk ke dunia pendidikan sebagai guru di SMAN 1 Sibolangit. Ia kemudian melanjutkan kiprahnya sebagai pendamping lokal desa.
Pengalaman bersentuhan langsung dengan masyarakat tersebut menjadi salah satu bekalnya ketika memutuskan maju dalam kontestasi kepala desa.
Tak hanya di lapangan, Ridlo juga aktif dalam berbagai organisasi. Di Muncar, ia pernah dipercaya menjadi Ketua GP Ansor Muncar periode 2023-2025. Ia juga tercatat sebagai Wakil Sekretaris MWC NU Muncar periode 2022-2027 dan Ketua IKSASS Muncar periode 2021-2026.
Aktivitas organisasinya kemudian berkembang di tingkat Kabupaten Banyuwangi. Ridlo tercatat menjadi Wakil Sekretaris Bidang Politik dan Pemerintahan GP Ansor Banyuwangi periode 2025-2029.
Ia juga aktif di LPNU Banyuwangi pada bidang Perencanaan dan Kajian serta BPC HIPMI Banyuwangi sebagai Kompartemen Kerja Sama Antar Daerah. Di bidang pendidikan dan sosial, Ridlo tercatat sebagai Wakil Ketua Yayasan Miftahul Ulum Muncar.
Berbekal pengalaman tersebut, Ridlo kini mencoba menawarkan gagasan baru untuk Kedungrejo.
Dalam konsep “Kedungrejo Ceria”, pendidikan, literasi dan teknologi menjadi salah satu fokus utama. Ia juga ingin mendorong pelayanan pemerintahan desa yang cepat dan tepat dalam merespons kebutuhan warga.
“Desa harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Pendidikan, literasi dan teknologi harus bisa berjalan beriringan dengan pelayanan publik yang cepat dan tepat,” ucap Ridlo, Senin (24/08/26).
Tak berhenti di sana, Ridlo juga memasukkan persoalan sosial dan lingkungan dalam misinya. Ia mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, nyaman dan harmonis serta pengelolaan sampah dan lingkungan yang lebih baik.
Menurut konsep yang ditawarkannya, pembangunan desa idealnya tidak hanya terlihat dari infrastruktur. Kualitas masyarakat, lingkungan yang terawat serta birokrasi yang melayani juga menjadi bagian penting.
Karena itu, peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), birokrasi yang solid dan tata kelola pemerintahan yang berintegritas turut menjadi bagian dari misi yang dibawanya.
“Kami ingin Kedungrejo menjadi desa yang cerdas, energik, ramah, indah dan amanah. Semangatnya adalah membangun desa bersama masyarakat, bukan hanya untuk masyarakat,” ujarnya.
Langkah Ridlo maju sebagai Bacakades Kedungrejo sekaligus menjadi babak baru dalam perjalanan aktivitasnya. Dari dunia pendidikan, pendampingan masyarakat hingga organisasi, pengalaman tersebut kini ia bawa ke ruang pemerintahan desa.
Dengan gagasan “Kedungrejo Ceria”, Ridlo berharap bisa ikut menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat jika mendapat amanah memimpin Desa Kedungrejo. (Qhobid Z)







