Luapan Sungai Gerus Plengsengan di Sempu Banyuwangi, Nyaris Hantam Bangunan Warga

Tuesday, 28 July 2026 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Luapan Sungai Gerus Plengsengan di Sempu Banyuwangi, Nyaris Hantam Bangunan Warga (Sumber: Istimewa)

Gambar Luapan Sungai Gerus Plengsengan di Sempu Banyuwangi, Nyaris Hantam Bangunan Warga (Sumber: Istimewa)

FRENSIA.ID– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Selasa (28/07/26) dini hari mengakibatkan debit air sungai di Dusun Klontang, Desa Gendoh, meluap. Derasnya arus menggerus plengsengan di tepi sungai hingga ambrol sepanjang sekitar tiga meter.

Beruntung, tidak ada bangunan yang ikut terbawa longsoran. Namun, lokasi plengsengan yang ambrol berada sangat dekat dengan bangunan warga sehingga sempat menimbulkan kekhawatiran jika gerusan terus meluas.

Salah seorang warga, Dany Sanjaya, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 05.30 WIB saat hujan deras masih mengguyur kawasan tersebut. Menurutnya, plengsengan tidak mampu menahan derasnya arus sungai yang membawa material dan tumpukan sampah.

Baca Juga :  Polresta Banyuwangi Amankan 2,1 Kg Sabu dan Puluhan Tersangka Hasil Operasi 3 Bulan

“Kejadiannya sekitar jam setengah enam pagi saat hujan deras. Air sungai besar, plengsengan akhirnya ketarik arus dan ambrol,” kata Dany.

Ia menjelaskan, bangunan yang berada di sekitar lokasi dalam kondisi aman. Namun, di sisi sungai terdapat bekas pondasi bangunan yang tidak pernah dilanjutkan pembangunannya. Struktur tersebut diduga ikut menghambat aliran air.

“Bangunannya aman. Di pinggir sungai memang ada bekas pondasi yang dulu rencananya mau didirikan bangunan, tapi tidak jadi. Bekas tiang itu membuat aliran air tersendat,” ujarnya.

Selain itu, tumpukan sampah yang tersangkut di sekitar pondasi semakin memperparah kondisi hingga tekanan air meningkat dan menggerus plengsengan.

Baca Juga :  Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik

“Sampah menumpuk di situ, akhirnya arus makin deras dan plengsengannya tidak kuat lalu terbawa banjir,” tambah Dany.

Lokasi plengsengan yang ambrol berada di sisi utara sebuah warung tahu lontong, tepat di tepi jembatan Dusun Klontang. Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan karena khawatir gerusan akan semakin meluas apabila kembali turun hujan dengan intensitas tinggi.

Hingga berita ini ditulis, warga bersama perangkat desa masih memantau kondisi lokasi untuk mengantisipasi longsoran susulan, mengingat posisi gerusan berada tidak jauh dari bangunan milik warga. (Qhobid Z)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kapolda Jatim Pimpin Aksi Tanam Pohon dan Bersih-bersih Pantai di Banyuwangi
Peringati Maulid Nabi & HUT RI ke-80, SDN Patemon 02 Gelar Pawai Parade Ancak
Xenia Terguling di Ladang Cabai Usai Hantam Drainase di Kalibaru Banyuwangi
BEM PTMAI Zona V Geruduk DPRD Jatim, Sampaikan Kritik Isu Tambang hingga MBG
Kuatkan Ekosistem Anti Bullying Pesantren, Dosen UIN KHAS Datangi SMP Nurul Islam Jember
GAPASDAP Minta Pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) Dievaluasi Total
UIN KHAS Lepas Kontingen PORSI JAWARA II 2026, 67 Atlet Siap Bertanding
Uceng Buka “Minggu Buku”: Bahan Bakar Perubahan adalah Buku

Baca Lainnya

Thursday, 10 September 2026 - 23:14 WIB

Kapolda Jatim Pimpin Aksi Tanam Pohon dan Bersih-bersih Pantai di Banyuwangi

Wednesday, 9 September 2026 - 22:00 WIB

Peringati Maulid Nabi & HUT RI ke-80, SDN Patemon 02 Gelar Pawai Parade Ancak

Wednesday, 9 September 2026 - 21:11 WIB

Xenia Terguling di Ladang Cabai Usai Hantam Drainase di Kalibaru Banyuwangi

Tuesday, 8 September 2026 - 22:17 WIB

BEM PTMAI Zona V Geruduk DPRD Jatim, Sampaikan Kritik Isu Tambang hingga MBG

Tuesday, 8 September 2026 - 18:02 WIB

Kuatkan Ekosistem Anti Bullying Pesantren, Dosen UIN KHAS Datangi SMP Nurul Islam Jember

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading