Kuatkan Ekosistem Anti Bullying Pesantren, Dosen UIN KHAS Datangi SMP Nurul Islam Jember

Tuesday, 8 September 2026 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Kuatkan Ekosistem Anti Bullying Pesantren, Dosen UIN KHAS Datangi SMP Nurul Islam Jember(Sumber: Istimewa)

Gambar Kuatkan Ekosistem Anti Bullying Pesantren, Dosen UIN KHAS Datangi SMP Nurul Islam Jember(Sumber: Istimewa)

FRENSIA.ID– Pesantren banyak diberitakan sebagai lembaga pendidikan rawan budaya Bullying. Karena hal tersebut, beberapa civitas akademika Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember ikut serta mengupayaka budaya pendidikan pesantren yang aman dan nyaman.

Sebagai bentuk nyata dedikasi tersebut, Dr. Moh. Nor Afandi, M.Pd.I., salah satu akademisi UIN KHAS, turun langsung ke SMP Nurul Islam Jember pada Selasa (08/09) pagi, guna menguatkan ekosistem pendidikan yang bebas dari perundungan atau bullying.

Dalam kegiatan edukatif yang dihadiri oleh lebih dari 30 peserta yang terdiri dari jajaran guru dan pengurus OSIS tersebut, Dr. Afandi mengapresiasi langkah SMP Nurul Islam yang berada di bawah naungan salah satu pesantren terbesar di Jember ini. Menurutnya, lembaga tersebut sebenarnya sudah sangat layak menjadi percontohan dalam upaya pembentukan budaya pendidikan yang ramah anak.

Baca Juga :  Uceng Buka "Minggu Buku": Bahan Bakar Perubahan adalah Buku

“Pesantren Nurul Islam ini cukup baik, utamanya dalam mengontrol psikis santri-santri. Misalnya, adanya program Stiffin bagi para siswa,” ujarnya saat memberikan pemaparan.

Untuk memperkuat pondasi tersebut, Dr. Afandi menekankan betapa pentingnya bagi seluruh elemen sekolah untuk memahami skala serta bentuk-bentuk potensi tindakan perundungan di lingkungan pesantren. Ia secara khusus memetakan potensi tersebut ke dalam beberapa tingkatan agar lebih mudah diidentifikasi dan dicegah secara dini.

“Setidaknya ada tiga kluster yang perlu diperhatikan untuk mencegahnya. Ada Kluster Mikrosistem, Mesosistem dan ekosistem,” tandasnya.

Ia kemudian menguraikan bahwa mikrosistem adalah skala pergaulan antar individu sehari-hari. Sementara itu, mesosistem kerap kali terlihat pada konflik yang melibatkan relasi kuasa seperti antara senior dan junior.

Baca Juga :  Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya

Adapun tingkat yang paling mengkhawatirkan adalah ekosistem, yakni ketika tindakan bullying telah dinormalisasi dan dilakukan oleh hampir seluruh aktor di dalam budaya pendidikan pesantren itu sendiri.

Hal menarik lain yang menjadi sorotan tajam dalam pemaparan tersebut adalah fenomena saling balas melakukan bullying. Sering kali, seseorang yang awalnya merupakan korban perundungan memendam dendam dan melampiaskannya dengan berbalik menjadi pelaku.

Terkait siklus balas dendam yang merusak ini, Dr. Afandi memberikan pandangan tegas bahwa tindakan tersebut sama sekali tidak bisa dibenarkan secara moral maupun agama.

“pelaku Bullying dan korban yang membalas sama-sama berdosa. Yang bijak, jika merasa jadi korban secepatnya melapor ke atasan pelakunya,” ungkapnya, sekaligus mengajak seluruh santri untuk memutus rantai perundungan dengan keberanian melapor secara berjenjang.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

GAPASDAP Minta Pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) Dievaluasi Total
UIN KHAS Lepas Kontingen PORSI JAWARA II 2026, 67 Atlet Siap Bertanding
Uceng Buka “Minggu Buku”: Bahan Bakar Perubahan adalah Buku
Respons Wakil Ketua Penjaringan Rektor terkait Guru Besar di UIN KHAS: 20 Potensi Nyalon, 9 Diskualifikasi, 4 Segera Dikukuhkan
Penjaringan Rektor UIN KHAS Jember Bergulir: Guru Besar Punya Waktu Sampai 18 September
Sambil Menunggu Suspend Berakhir, SPPG Karangsono Jember Benahi Infrastruktur Dapur
8 Peraih Nobel Sastra yang Karyanya Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia
Maba FTIK UIN KHAS Gelar Aksi Penyaluran Air Bersih di Kaliwining-Rambipuji Jember

Baca Lainnya

Tuesday, 8 September 2026 - 18:02 WIB

Kuatkan Ekosistem Anti Bullying Pesantren, Dosen UIN KHAS Datangi SMP Nurul Islam Jember

Monday, 7 September 2026 - 20:02 WIB

GAPASDAP Minta Pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) Dievaluasi Total

Monday, 7 September 2026 - 12:27 WIB

UIN KHAS Lepas Kontingen PORSI JAWARA II 2026, 67 Atlet Siap Bertanding

Wednesday, 2 September 2026 - 22:57 WIB

Uceng Buka “Minggu Buku”: Bahan Bakar Perubahan adalah Buku

Wednesday, 2 September 2026 - 21:16 WIB

Respons Wakil Ketua Penjaringan Rektor terkait Guru Besar di UIN KHAS: 20 Potensi Nyalon, 9 Diskualifikasi, 4 Segera Dikukuhkan

TERBARU

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, (dari kiri), Bupati Jember, Muhammad Fawait (tengah), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman (kanan) (Foto: Diskominfo).

Politia

Pemkab Jember dan DPRD Setujui KUA PPAS 2027

Tuesday, 8 Sep 2026 - 16:32 WIB

Bupati Kabupaten Jember, Muhammad Fawait (tengah) (Foto: Fauzan).

Politia

Gus Fawait: Atasi Masalah Kemiskinan Harus dengan Data

Monday, 7 Sep 2026 - 23:24 WIB

Pemkab Jember saat bertemu pihak PT Pertamina Patra Niaga. (Foto: Istimewa).

Politia

Antrean SPBU Jember Mengular Gus Fawait Panggil Pertamina

Monday, 7 Sep 2026 - 18:15 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading