Frensia.Id- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan penanganan dampak kekeringan yang melanda sejumah wilayah. Hingga Minggu (6/9), sebanyak 607.500 liter air bersih telah didistribusikan kepada warga yang terdampak krisis air.
Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Jember. Bencana kekeringan saat ini berdampak pada 1.152 KK yang tersebar di 7 kecamatan, 5 desa, dan 5 kelurahan.
“Kami bersama tim gabungan terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih secara berkala untuk memenuhi kebutuhan harian warga yang terdampak kekeringan,” kata Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, Senin (7/9/2026).
Edy merinci wilayah yang saat ini masuk dalam penanganan aktif meliputi Desa Sumberpinang (Pakusari), Desa Sumberjeruk (Kalisat), Desa Mulyorejo (Silo), Desa Banjarsari (Bangsalsari), Desa Kaliwining (Rambipuji), Kelurahan Antirogo dan Tegal Gede (Sumbersari), serta Kelurahan Baratan, Bintoro, dan Patrang (Patrang).
Dia menjelaskan bahwa armada tangki dikerahkan secara bergiliran ke wilayah terdampak dengan ritme pengiriman yang telah disesuaikan kebutuhan lapangan. Total pengiriman air bersih kini telah mencapai 123 kali penanganan.
“Pengiriman air bersih dilakukan berkala mulai dari dua hingga lima hari sekali, menyesuaikan tingkat kerawanan wilayah. Hingga saat ini total sudah ada 123 kali armada tangki meluncur ke lokasi penanganan,” ujarnya.
Guna memastikan distribusi berjalan lancar di titik pemukiman. BPBD bersama lini terkait juga telah menempatkan puluhan tandon penampungan air di lokasi-lokasi strategis.
“Untuk memudahkan warga mengambil air, kami sudah mendistribusikan puluhan tandon penampung. Total ada 32 tandon dari BPBD, ditambah bantuan mandiri warga dan PMI yang disebar di pemukiman,” paparnya.
Penanganan krisis air ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pelbagai instansi daerah. Demi menjangkau seluruh titik terdampak secara optimal.
“Langkah penanganan ini merupakan hasil sinergi bersama antara BPBD, Dinas PRKPLH, Perumdam Tirta Pandulungan, hingga PMI Jember dengan mengerahkan 4 unit mobil tangki kapasitas 5.000 liter,” tambahnya.
Di sisi lain, upaya solusi permanen seperti pipanisasi PAMSIMAS juga mulai membuahkan hasil. Wilayah Desa Panduman di Kecamatan Jelbuk kini sudah terlepas dari status darurat krisis air.
“Alhamdulillah untuk Desa Panduman di Kecamatan Jelbuk penanganan dinyatakan selesai dan bantuan air dihentikan karena proyek pipanisasi PAMSIMAS sudah berfungsi penuh menjangkau 102 KK terdampak,” tandasnya.
Selain wilayah yang sedang ditangani, BPBD Jember juga terus menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen berkala di sejumlah titik potensi kekeringan, seperti di Kecamatan Tempurejo, Mayang, dan Rambipuji.







