Petani di Jember Kirim Surat ke PU SDA Lumajang, Minta Penjelasan Proyek Dam Kali Tanggul Senilai Rp15,6 Miliar

Thursday, 3 September 2026 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kelompok Perjuangan Masyarakat Kepanjen (KPMK), Gerakan Masyarakat Peduli Pesisir (GEMPAR), dan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Subur Makmur, saat mengirim surat ke UPT PU SDA Kabupaten Lumajang (Foto: Kiriman warga setempat).

Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kelompok Perjuangan Masyarakat Kepanjen (KPMK), Gerakan Masyarakat Peduli Pesisir (GEMPAR), dan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Subur Makmur, saat mengirim surat ke UPT PU SDA Kabupaten Lumajang (Foto: Kiriman warga setempat).

Frensia.id – Perwakilan petani dari Desa Mayangan dan Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Jember, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bersatu, mengirimkan surat pada UPT PU Sumber Daya Air (SDA) Wilayah Sungai (WS) Bondoyudo, Kabupaten Lumajang, pada Kamis (27/8/2026) pekan lalu.

Surat tersebut bertujuan untuk meminta penjelasan, terkait tidak berfungsinya proyek Dam Kali Tanggul senilai Rp15,6 miliar, yang dibangun dari dana APBD Provinsi Jawa Timur.

Adapun saat mengirimkan surat ini dihadiri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kelompok Perjuangan Masyarakat Kepanjen (KPMK), Gerakan Masyarakat Peduli Pesisir (GEMPAR), dan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Subur Makmur.

Ketua KPMK, Arif Sukoco, mengatakan bahwa pihaknya berkirim surat untuk menanyakan, terkait kejelasan dari proyek Dam Kali Tanggul, yang berada di sebelah barat Sungai Tanggul Lama, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, dengan sebalah timurnya sungai merupakan Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Jember.

Baca Juga :  Kasatkorcab Banser Kencong Mengecam Keras Ucapan Bos Sound Horeg

“Menanyakan proyek tersebut sudah selesai apa belum. Yang kedua, terkait tindak lanjut penanggulangan dam yang bocor tersebut,” kata Arif, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, pada Kamis (3/9/2026).

Arif menyayangkan saat tiba di Kantor UPT PU SDA Lumajang, justru tidak bisa bertemu dengan kepala instansi dan surat yang dikirim diterima oleh satpam.

Lebih lanjut, dia meminta agar pihak UPT PU SDA dapat memberi penjelasan tertulis yang dinilainya gagal secara pembangunan.

“Kami minta uraian secara tertulis dan secepatnya surat kami itu segera dibalas,” tuturnya.

Arif menyarankan agar pihak PU Sumber Daya Air (SDA) untuk memperbaiki proyek Dam Kali Tanggul, sehingga berfungsi normal sesuai dengan peruntukannya.

Sebagaiman manfaat dari Dam Pelimpah, yaitu untuk mengatasi kekeringan dan menanggulangi kebanjiran.

“Artinya yang mana di saat kemarau air mengalir ke timur, di saat musim penghujan Dam Pelimpah tersebut terbelah menjadi dua airnya ke timur dan ke selatan,” ucapnya.

Baca Juga :  Cerita Penjual Sayur Petani Lokal Jember Keuntungannya Melonjak saat Pawai Budaya Ancak Agung

Namun kata Arif, hal itu justru tidak ada air yang mengalir dari Dam tersebut, hingga menyebabkan lahan pertanian warga mengalami kekeringan.

Arif juga menyoroti terkait cara perbaikan yang dilakukan oleh pihak PU SDA, dengan menunggu sedimen menumpuk untuk menutup kebocoran Dam Pelimpah.

“Jadi ini kan pola pikir proyek yang tidak benar. Artinya kok ada proyek manfaatnya baru bisa dimanfaatkan, setelah menunggu sedimen atau lumpur,” kata dia.

Pembangunan yang demikian, menurutnya telah menghamburkan dana senilai Rp15,6 miliar.

“Bukan dana yang kecil. Seharusnya tidak harus menunggu sedimen, ketika proyek dinyatakan selesai, ya clear sesuai dengan fungsi dan manfaatnya,” tegasnya. ***

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kodim 0824 Jember Peringati HUT ke-81 TNI, Dandim Apresiasi Kehadiran Bupati dan Masyarakat
Bea Cukai Jember Sita 126 Ribu Rokok Ilegal, Negara Diperkirakan Rugi hingga Rp105 Juta
Viral Pria di Jember Mengaku Bertemu Zat Allah Berujung Laporan Polisi
PC ANSOR Kencong Luncurkan Kampung Moderasi Beragama Berbasis Lokasi untuk Perkuat Toleransi
PMII dan Warga Silo Jember Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon TP Usai TNI Pasang Patok Tanah
Kereta Api Ijen Express Tabrak Mobil Fortuner hingga Terseret 750 Meter, 1 Orang Meninggal
GMNI Jember bersama Pedagang Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Tata Kelola Pasar Tanjung
LBH PKC PMII Jatim Dorong Ada Pembaruan Struktur Forum CSR di Jember

Baca Lainnya

Monday, 5 October 2026 - 15:15 WIB

Kodim 0824 Jember Peringati HUT ke-81 TNI, Dandim Apresiasi Kehadiran Bupati dan Masyarakat

Tuesday, 29 September 2026 - 17:35 WIB

Bea Cukai Jember Sita 126 Ribu Rokok Ilegal, Negara Diperkirakan Rugi hingga Rp105 Juta

Monday, 21 September 2026 - 17:47 WIB

Viral Pria di Jember Mengaku Bertemu Zat Allah Berujung Laporan Polisi

Saturday, 19 September 2026 - 22:46 WIB

PC ANSOR Kencong Luncurkan Kampung Moderasi Beragama Berbasis Lokasi untuk Perkuat Toleransi

Friday, 18 September 2026 - 20:13 WIB

PMII dan Warga Silo Jember Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon TP Usai TNI Pasang Patok Tanah

TERBARU

Gambar Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak

Monday, 5 Oct 2026 - 16:27 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading